Kebijakan Baru Dipersiapkan untuk Perkuat Pengembangan AI dan Ekosistem Digital

0
101
Kebijakan Baru Dipersiapkan untuk Perkuat Pengembangan AI dan Ekosistem Digital
Kebijakan Baru Dipersiapkan untuk Perkuat Pengembangan AI dan Ekosistem Digital (Dok Foto: Ekon)
Pojok Bisnis

Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menunjukkan ketahanan meski tekanan global belum mereda. Pemerintah menilai ketangguhan ini salah satunya ditopang oleh percepatan transformasi digital dan Pengembangan AI yang mulai diarahkan menjadi penggerak ekonomi nasional. Pada triwulan III-2025, perekonomian tercatat tumbuh 5,04% (yoy), sementara pemerintah optimis laju pada triwulan IV akan menguat pada kisaran 5,4 hingga 5,6 persen. Beberapa program seperti bantuan sosial, BLT Kesra, serta realisasi belanja pemerintah ikut menjadi penopang pertumbuhan menjelang akhir tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah menyiapkan strategi kebijakan jangka menengah untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada 2029. Dalam arah kebijakan tersebut, teknologi kecerdasan buatan menjadi salah satu fokus utama. “Isu mengenai AI banyak dibahas dalam forum internasional, termasuk G20 di Afrika. Wakil Presiden Gibran sempat mengingatkan bahwa Pengembangan AI masih dikuasai segelintir negara dan perusahaan besar. Ini bisa memunculkan ketidakseimbangan jika tidak dikelola dengan tepat,” ujar Airlangga pada acara Indonesia AI Day for Financial Industry 2025 di Jakarta.

Menurut Airlangga, perkembangan teknologi digital perlu diimbangi kebijakan yang menjaga pemerataan manfaat. Ia menilai teknologi yang menghasilkan algoritma canggih hingga aset digital seperti cryptocurrency dapat membawa inovasi, namun juga berpotensi memperlebar kesenjangan jika literasi publik tidak berkembang seiring kemajuannya.

Peta Jalan AI Nasional Disiapkan untuk Percepat Transformasi

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital kini tengah menuntaskan penyusunan Peta Jalan Kecerdasan Buatan nasional. Dokumen ini akan menjadi pedoman dalam memaksimalkan penggunaan teknologi bagi sektor industri, layanan publik, pendidikan, hingga pemerintahan. Pengembangan AI dianggap penting untuk memastikan ekonomi nasional mampu beradaptasi dengan perubahan global yang semakin cepat.

PT Mitra Mortar indonesia

Di sisi ekonomi digital, Indonesia menunjukkan pertumbuhan kuat. Berdasarkan laporan Sea-conomy 2025, nilai Gross Merchandise Value (GMV) diperkirakan mendekati USD 100 miliar tahun ini, dengan e-commerce menjadi kontributor utama. Pada sektor aplikasi yang mengadopsi teknologi AI, pendapatan meningkat hingga 127 persen. Optimisme juga tampak di tingkat pengguna, dengan 56 persen pekerja Indonesia meyakini AI mampu meningkatkan produktivitas mereka (PwC, 2023).

Indonesia Kian Aktif dalam Integrasi Ekonomi Digital Regional

Partisipasi Indonesia dalam mendorong integrasi ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara juga semakin menguat. Melalui ASEAN DEFA, negara-negara ASEAN menargetkan potensi ekonomi digital hingga USD 2 triliun pada 2030. Perundingan putaran ke-14 mencatat kemajuan yang signifikan dan kini berlanjut ke putaran ke-15 menuju finalisasi pada awal 2026. Sejalan dengan itu, kesepakatan perdagangan Indonesia–Uni Eropa (IEU-CEPA) yang mencakup kerja sama digital diproyeksikan membuka ruang baru bagi produk Indonesia bersaing di pasar internasional.

World Bank menegaskan bahwa keberhasilan Pengembangan AI bertumpu pada empat pilar: connectivity, compute, context, dan competency. Upaya penguatan keempat pilar ini terus dilakukan melalui perluasan jaringan fiber optik, penguatan layanan 4G hingga persiapan 5G dan 6G, serta pembangunan tower BTS di sejumlah wilayah. Pemerintah juga mendorong peningkatan jumlah pusat data berbasis energi hijau dan memberikan fasilitas insentif fiskal seperti tax holiday dan tax allowance.

Dari sisi industri, sejumlah perusahaan nasional mulai terlibat dalam pengembangan model AI lokal. Indosat Ooredoo dan GoTo misalnya telah meluncurkan Sahabat-AI, sebuah Large Language Model (LLM) open-source yang dikembangkan untuk kebutuhan ekosistem teknologi dalam negeri. Pemerintah juga melibatkan perusahaan global untuk memperkuat kompetensi digital melalui berbagai pelatihan, serta program magang yang menargetkan 20 ribu lulusan baru.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan