Top Mortar tkdn
Home Bisnis Airlangga Hartarto: Indonesia Jadi “Bright Spot” Dunia Berkat Fondasi Ekonomi yang Kuat

Airlangga Hartarto: Indonesia Jadi “Bright Spot” Dunia Berkat Fondasi Ekonomi yang Kuat

0
148
Airlangga Hartarto: Indonesia Jadi “Bright Spot” Dunia Berkat Fondasi Ekonomi yang Kuat
Airlangga Hartarto: Indonesia Jadi “Bright Spot” Dunia Berkat Fondasi Ekonomi yang Kuat (Dok Foto: EKon)
Pojok bisnis

Memasuki satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, berbagai capaian ekonomi menunjukkan arah positif yang menegaskan keberhasilan pemerintah dalam menjaga Fondasi Ekonomi yang Kuat. Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat stabil di angka 5,12% pada kuartal II 2025, menjadi salah satu yang tertinggi di antara negara anggota G20. Sementara itu, tingkat inflasi juga tetap terkendali di kisaran 2,5±1%, termasuk yang paling rendah di dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut Indonesia kini menjadi “bright spot” di tengah ketidakpastian global. “IMF menilai Indonesia sebagai titik terang di antara ketidakpastian global. Dengan pertumbuhan rata-rata di atas 5% selama tujuh tahun terakhir, kita telah tumbuh lebih dari 35% secara kumulatif. Ini bukti bahwa Indonesia masih mampu berlayar dengan stabil dalam situasi dunia yang sulit,” ujarnya dalam acara Talkshow Metro TV bertajuk “1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran – Optimism on 8% Economic Growth” di Jakarta, Kamis (16/10).

Pertumbuhan Solid dan Keuangan Negara Terjaga

Selain pertumbuhan ekonomi yang tangguh, pemerintah juga berhasil menjaga disiplin fiskal dengan defisit APBN di bawah 3% terhadap PDB. Rasio utang pemerintah terhadap PDB menjadi salah satu yang terendah di antara negara G20. Tiga lembaga pemeringkat internasional pun menempatkan Indonesia di kategori Investment Grade dengan prospek stabil.

PT Mitra Mortar Indonesia

Di pasar keuangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor tertinggi di level 8.200, sementara cadangan devisa nasional mencapai USD157 miliar — angka tertinggi sepanjang sejarah. Pemerintah juga membentuk Bullion Bank, menempatkan dana Rp200 triliun di perbankan untuk memperkuat likuiditas, dan menghapus utang macet UMKM produktif sebagai bentuk keberpihakan terhadap ekonomi rakyat kecil.

Investasi, Lapangan Kerja, dan Hilirisasi Terus Digenjot

Pada semester pertama 2025, realisasi investasi mencapai Rp942,9 triliun atau naik 13,6% dibandingkan tahun sebelumnya, menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 1,2 juta orang. Angka kemiskinan turun menjadi 8,47%, terendah dalam sejarah Indonesia, sementara tingkat pengangguran terbuka hanya 4,76%, level terendah sejak 1998.

Pemerintah juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 3,46 juta pelaku usaha kecil, petani, dan nelayan. Reformasi struktural terus dilakukan melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 yang mempercepat proses perizinan usaha dan mendorong iklim investasi yang lebih pasti.

Di sisi lain, pemerintah melanjutkan stimulus ekonomi melalui Paket Ekonomi 8+4+5 serta Program Magang Nasional guna memperkuat daya beli masyarakat dan menciptakan efek ganda terhadap pertumbuhan.

Langkah lain yang juga menjadi perhatian ialah percepatan hilirisasi industri, pengembangan ekosistem kendaraan listrik, dan investasi semikonduktor. Indonesia pun terus memperluas peran di panggung global dengan bergabung ke BRICS serta menurunkan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat dari 32% menjadi 19%. Kesepakatan I-EU CEPA dan Indonesia-Canada CEPA turut membuka akses perdagangan yang lebih luas bagi produk nasional.

Menutup penjelasannya, Airlangga menegaskan bahwa keberhasilan menjaga Fondasi Ekonomi yang Kuat tidak hanya soal angka, tetapi juga tentang kepercayaan dan arah kebijakan yang berpihak pada rakyat. “Indonesia tidak sekadar bertahan dalam badai global. Kita tumbuh, berinovasi, dan memimpin. Kita punya Fondasi Ekonomi yang Kuat untuk melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera,” tegasnya.

Top Mortar Semen Instan