Dari UMKM hingga Talenta Muda, Penguatan Ekosistem Digital Jadi Fokus Nasional

0
242
Dari UMKM hingga Talenta Muda, Penguatan Ekosistem Digital Jadi Fokus Nasional
Dari UMKM hingga Talenta Muda, Penguatan Ekosistem Digital Jadi Fokus Nasional (Dok Foto: Ekon)
Pojok Bisnis

Penguatan Ekosistem Digital kini menjadi prioritas utama pemerintah dalam memperkuat daya saing Indonesia di tengah persaingan global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, transformasi digital bukan sekadar tren, melainkan motor penggerak baru bagi perekonomian nasional. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam ajang 5th AI Innovation Summit 2025 yang digelar Komite Nasional Kecerdasan Artifisial (KORIKA) di Jakarta, Selasa (16/9).

Airlangga menyebut, langkah ini selaras dengan peluncuran paket kebijakan ekonomi terbaru yang mengintegrasikan 17 program strategis. Delapan di antaranya difokuskan pada percepatan pertumbuhan ekonomi pada 2025, termasuk program magang bagi lulusan perguruan tinggi yang diarahkan untuk mencetak talenta digital baru.

Talenta Muda dan UMKM Jadi Fokus Utama

Menurut Airlangga, digitalisasi kini merambah ke semua disiplin ilmu, tidak hanya terbatas pada bidang teknologi. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri perlu diperkuat agar lulusan dapat langsung terserap dalam pasar kerja digital.

Di sisi lain, dukungan terhadap UMKM berbasis digital juga mendapat perhatian besar. Pemerintah telah menyiapkan proyek percontohan berupa penyediaan co-working space di Tanah Abang dan Blok M. Program ini akan diperluas ke 15 kota lain guna membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha kecil dalam memanfaatkan teknologi digital.

PT Mitra Mortar indonesia

Tak hanya di dalam negeri, Indonesia juga mengambil posisi penting di kancah internasional. Saat ini, Indonesia memimpin penyusunan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), kerangka kerja digital pertama di dunia yang ditargetkan rampung pada 2026. Melalui inisiatif ini, nilai ekonomi digital ASEAN diproyeksikan melonjak dua kali lipat menjadi USD 2 triliun pada 2030, dengan kontribusi Indonesia yang diperkirakan mencapai USD 500–700 miliar.

Selain itu, Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN yang menuntaskan AI Readiness Assessment bersama UNESCO. Pemerintah pun tengah menjalankan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial yang mencakup tujuh bidang utama, mulai dari kebijakan, etika, riset, inovasi, hingga pengembangan talenta digital.

Infrastruktur Digital dan Hilirisasi Semikonduktor

Penguatan Ekosistem Digital juga ditopang dengan pembangunan infrastruktur. Pemerintah terus memperluas jaringan 5G, mengoptimalkan Palapa Ring, membangun BTS, serta menyiapkan satelit orbit rendah (Low Earth Orbit Satellite).

Tak kalah penting, hilirisasi industri semikonduktor turut dipacu. Saat ini, Indonesia sudah mampu melakukan perakitan, pengujian, hingga packaging semikonduktor untuk kebutuhan ekspor. Ke depan, pemerintah menargetkan penguasaan desain cip sebagai langkah strategis agar industri semikonduktor dalam negeri semakin kompetitif.

“Dalam setiap pengembangan teknologi, kuncinya adalah inklusif. Digitalisasi dan AI wajib dirancang agar dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya segelintir kelompok,” tegas Airlangga.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan