Pergerakan Saham Bank Himbara kembali menjadi sorotan pasar modal. Pada perdagangan Jumat (12/9/2025), lima saham bank pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) langsung melesat setelah pemerintah resmi mengucurkan dana likuiditas hingga Rp200 triliun. Sentimen positif ini tak hanya mendorong harga saham masing-masing bank, tetapi juga memperkuat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penempatan dana jumbo ini dapat langsung dijalankan tanpa perlu menunggu aturan teknis melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Hal tersebut sontak membuat pelaku pasar semakin optimistis terhadap prospek perbankan nasional, khususnya saham-saham bank milik negara.
Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan harga Saham Bank Himbara tercatat sebagai berikut:
-
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 1,71% ke Rp4.150 per saham.
-
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menguat 1,51% ke Rp2.700 per saham.
-
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) terkerek 1,47% ke Rp1.375 per saham.
-
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menanjak 1,13% ke Rp4.470 per saham.
-
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terapresiasi 0,66% ke Rp4.510 per saham.
Kenaikan harga tersebut turut mengerek IHSG naik 1,11% hingga menyentuh level 7.834,16.
Dana Rp200 Triliun Masuk ke Bank Pelat Merah
Purbaya menjelaskan, pengalihan kas negara yang sebelumnya disimpan di Bank Indonesia (BI) akan langsung dialokasikan ke enam bank pelat merah, yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, serta dua bank syariah yakni Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Syariah Nasional (BSN).
“Besok sudah mulai masuk ke enam bank Himbara,” ujar Purbaya di Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Meski demikian, Purbaya belum merinci berapa porsi dana yang akan diterima masing-masing bank. Ia hanya menegaskan bahwa proporsinya akan disesuaikan dengan kebutuhan, diatur langsung oleh otoritas fiskal negara.
Skema penempatan dana ini, lanjutnya, menyerupai deposito, tetapi tidak diarahkan untuk pembelian Surat Utang Negara. Pemerintah meminta agar dana tersebut tetap beredar di perbankan, sehingga bisa memperkuat likuiditas, mendukung pembiayaan, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi riil.
Dorongan Bagi Pertumbuhan Ekonomi
Dengan tambahan dana ini, perbankan diharapkan dapat memperluas penyaluran kredit, terutama untuk sektor produktif. Pemerintah juga meyakini langkah tersebut akan memberi efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas pasar keuangan.
“Saya sudah lapor ke Presiden Prabowo Subianto. Besok saya taruh Rp200 triliun ke sistem perbankan,” ungkap Purbaya dalam rapat dengan Komisi XI DPR.
Kebijakan ini disambut positif oleh pelaku pasar. Selain memberikan kepastian likuiditas bagi bank pelat merah, langkah tersebut juga dianggap sebagai strategi pemerintah untuk menjaga daya dorong sektor perbankan terhadap perekonomian nasional.
Dengan respons pasar yang begitu kuat, penguatan saham bank milik negara diyakini masih berlanjut dalam beberapa waktu ke depan, seiring implementasi kebijakan penempatan dana likuiditas ini.
