Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Bisnis Menparekraf Sandiaga Uno Ungkap Komitmen Indonesia di World Water Forum ke-10

Menparekraf Sandiaga Uno Ungkap Komitmen Indonesia di World Water Forum ke-10

0
Menparekraf Sandiaga Uno Ungkap Komitmen Indonesia di World Water Forum ke-10 (Dok Foto: Kemenparekraf)

Indonesia akan menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10, sebuah acara internasional yang diadakan di Bali pada 18-25 Mei 2024. Acara ini menjadi kesempatan penting bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmen dalam mengelola sumber daya air, terutama untuk mendukung keberlanjutan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, penyediaan air bersih adalah faktor kunci dalam memberikan kenyamanan kepada wisatawan saat mengunjungi destinasi wisata. Fokus utama pemerintah adalah kenyamanan wisatawan, yang diharapkan akan berdampak positif pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Komitmennya terhadap Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan mengembangkan pariwisata berkelanjutan sesuai dengan agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), menjaga kelestarian budaya, dan menggunakan bahan ramah lingkungan dalam pembuatan produk ekonomi kreatif. Menparekraf Sandiaga yakin bahwa aksesibilitas yang baik akan meningkatkan peluang investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pada tahun 2023, investasi di sektor parekraf tumbuh positif, dengan investasi asing mencapai Rp8,70 triliun dan investasi dalam negeri sebesar Rp14,99 triliun, total mencapai Rp23,70 triliun pada semester pertama 2023. Ini tidak terlepas dari infrastruktur yang baik dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Harapan terhadap World Water Forum ke-10

Forum air internasional terbesar di dunia diharapkan dapat membantu mencapai target jumlah wisatawan nusantara dan mancanegara pada 2024. Sebagai Ketua Bidang V Fair and Expo World Water Forum ke-10, Menparekraf Sandiaga meyakini bahwa acara ini akan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperkenalkan budaya dan pariwisata, terutama Bali, kepada dunia.

Salah satu sorotan acara adalah prosesi melukat, yang memiliki makna spiritual bagi masyarakat Bali. Kemenparekraf akan memfasilitasi para delegasi untuk mengikuti prosesi melukat ini, yang melibatkan pemerintah daerah setempat.

Menurut informasi yang kami lansir dari infopublik.id, Kemenparekraf juga berkolaborasi dengan Jejak.in untuk menawarkan paket perhitungan emisi karbon delegasi melalui kalkulator jejak karbon selama perjalanan mereka ke Bali. Tujuannya adalah agar delegasi dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan melalui penanaman mangrove dan restorasi terumbu karang.

Kemenparekraf juga akan berpartisipasi dalam Indonesia Pavilion dengan mengisi konten pariwisata menggunakan teknologi virtual reality (VR), menjual paket wisata ramah lingkungan, mengadakan rangkaian pameran, menyediakan suvenir Wonderful Indonesia, serta memamerkan dan menjual produk UMKM berkualitas.

Exit mobile version