CEO Grab Ungkap Alasan di Balik PHK Massal, Simak Penjelasannya!

0
334
PHK Massal Grab
CEO Grab Ungkap Alasan di Balik PHK Massal, Simak Penjelasannya!
Pojok Bisnis

Grab Melakukan PHK Massal, perusahaan teknologi yang berbasis di Singapura, baru-baru ini mengumumkan pemutusan hubungan kerja Massal terhadap 1.000 karyawan, yang setara dengan 11 persen dari total karyawan perusahaan. Jumlah PHK ini merupakan yang terbesar sejak dimulainya pandemi Covid-19. Pada tahun 2020, Grab juga melakukan pemangkasan sekitar 360 karyawan dengan alasan yang sama, yakni pandemi.

CEO Grab, Anthony Tan, secara langsung mengumumkan keputusan PHK ini melalui surat yang ditujukan kepada para karyawan. Menurutnya, langkah ini diambil untuk mengelola biaya dan memastikan keberlanjutan layanan perusahaan dalam jangka panjang. Anthony Tan juga menegaskan bahwa PHK massal ini bukanlah upaya perusahaan untuk mencari keuntungan, melainkan merupakan langkah reorganisasi agar dapat beradaptasi dengan lingkungan bisnis saat ini.

Perubahan Industri Teknologi

Perubahan yang terjadi begitu cepat dalam industri teknologi, khususnya dengan pesatnya perkembangan teknologi seperti AI generatif, menuntut perusahaan seperti Grab untuk menggabungkan kemampuan mereka dengan eksekusi yang cepat. Hal ini diperlukan agar mereka dapat menawarkan layanan yang lebih terjangkau secara berkelanjutan dan meningkatkan penetrasi pengguna. Faktor-faktor seperti peningkatan biaya modal juga berdampak langsung pada kompetisi di sektor ini.

Menariknya, sebelumnya Grab pernah menyatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk melakukan PHK massal setelah pengumuman PHK tahun 2020. Meskipun pada saat itu kondisi ekonomi tidak stabil. Namun, sejak Desember 2022, Anthony Tan mengumumkan langkah-langkah penyesuaian lainnya, seperti penghentian sebagian besar perekrutan, pemangkasan gaji manajer senior, dan pengurangan anggaran perjalanan.

Top Mortar Semen Instan

Bukan Hanya Grab yang Melakukan PHK Massal

Kompetitor Grab, yaitu Gojek, juga telah melakukan PHK pada bulan Maret yang lalu. Induk perusahaan Gojek, GoTo, melakukan PHK terhadap 600 karyawan di berbagai posisi yang ada dalam ekosistem GoTo, termasuk Gojek, GoTo Financial, dan Tokopedia. Langkah ini diambil untuk memperkuat operasional perusahaan dan diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang serta keuntungan bagi perusahaan.

Dengan adanya keputusan PHK ini dari kedua perusahaan besar di industri teknologi ini, terlihat bahwa perubahan dan penyesuaian terus berlangsung dalam menghadapi tantangan bisnis. Grab dan Gojek berusaha untuk mengoptimalkan operasional mereka agar tetap kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat, sambil mempertahankan kualitas layanan kepada pengguna.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan