Pertama Dalam 5 Tahun, Pendapatan Negara Tumbuh 16% di Pertengahan Tahun

0
355
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberi sambutan di acara 10 tahun PT Adaro Tbk. melepas saham ke publik di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (16/7).(Kompas.com/Akhdi Martin Pratama)

Berempat.com – Pada pertengahan tahun ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku bahwa kondisi keuangan negara cukup sehat dan pulih. Yani menyebut, sampai dengan Juli 2018 primary balance masih surplus yang didorong oleh tumbuhnya pendapatan negara mencapai 16%. Menurutnya, pertumbuhan di pertengahan tahun seperti itu tak pernah terjadi sebelumnya.

“Ini nggak pernah terjadi dalam 5 tahun terakhir, biasanya pertengahan tahun sudah defisit,” ucap Yani saat ditemui di Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Senin (16/7) malam.

Primary balance adalah selisih antara anggaran penerimaan dan pengeluaran di luar bunga dan cicilan utang.

Selain itu, Yani mengungkapkan adanya kenaikan pada penerimaan pajak dan PNBP. Adapun penerimaan perpajakan tumbuh 14,3%, PNBP dan dividen BUMN tumbuh lebih dari 23%. Tumbuhnya penerimaan pajak dan PNBP diklaim Yani berkat kinerja Ditjen Pajak Kementerian Keuangan sejauh ini yang getol mengehjar wajib pajak.

“Karena itu, penerimaan negara relatif seperti yang diharapkan walaupun kompisisinya beda. Belanja robust, first semester bisa belanja dengan growth 5,7%, lebih bagus dari tahun lalu di periode yang sama 3,2%,” imbuh Yani.

Menurut Yani, keseimbangan primer yang surplus di bulan ini sangat bagus karena biasanya pada pertengahan tahun APBN sudah defisit. Yani pun membandingkan kondisi saat dirinya baru menjabat menjadi Menteri Keuangan pada 2016 lalu. Ia terpaksa harus memotong anggaran hingga Rp 170 triliun untuk menyeimbangkan kondisi APBN saat itu.

“Waktu itu dipotong dari pusat dan daerah. Sekarang APBN relatif stabil, defisit akan turun. Sampai Juli, primary balance masih surplus,” paparnya.

Di sisi lain, Yani tak menampik bahwa dirinya beserta institusi Kementerian Keuangan banyak ditakuti karena getolnya menagih pajak ke para wajib pajak. Padahal, menurut Yani, semestinya para wajib pajak tak perlu takut bila sudah ikut program tax amnesty beberapa waktu lalu.

Dan di tengah ketidakpastian perdagangan global yang terjadi saat ini, Yani optimis dapat membawa Indonesia ke situasi yang lebih baik meskipun diakuinya tak mudah.

“Tapi saya katakan, we want to make sure APBN kita kuat dan punya ruang untuk meresponnya,” tandas Yani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.