Budidaya Blackberry, Blueberry dan Raspberry Untung hingga 65%

0
24
dok faunadanflora.com

 

Di antara buah berry lain (Blackberry, Blueberry dan Raspberry), Strawberry memang telah lebih dulu dikenal dan dibudidaya di Indonesia. Sehingga tidak heran yang paling mudah dijumpai di pasaran adalah Strawberry. Menurut Joko Susilo Utomo, Kepala Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), diperkirakan Strawberry masuk ke Indonesia pada awal tahun 80an melalui impor benih dari Australia maupun Amerika yang kemudian berkembang di beberapa daerah terutama di dataran tinggi yang bersuhu rendah. Sedangkan buah berry lainnya baru sekitar 5-6 tahun lalu.

Buah berry (Strawberry, Blackberry, Blueberry, Raspberry), buah Strawberry masih menduduki posisi nomor satu dalam permintaan penjualan. Selanjutnya Blackberry diikuti Blueberry dan Raspberry. Buah-buah berry yang tergolong dalam buah eksotik tersebut, selain memiliki bentuk yang cantik dan enak rasanya, juga bisa dimanfaatkan menjadi beragam olahan makanan dan minuman. Kandungan dan manfaatnya yang luar biasa bagus membuat buah ini menduduki posisi buah kelas atas yang lebih banyak dikonsumsi masyarakat kelas atas juga.

Potensi Buah Berry

Dalam 100 gram buah Blackberry segar mengandung nutrisi 43 kcal energy, 5,3 gr serat, 4.9 gr gula, 29 mg kalsium, 20 mg magnesium, 162 mg potassium/kalium, 21 mg vit C, 214 IU vit A, 20 µg vit K, dan 36 µg asam folat. Buah ini bersifat antioksidan karena adanya pigmen antosianin yang tinggi. Aman bagi lambung dan tidak menyebabkan diare dengan adanya kandungan alegic acid.

Selain bisa dikonsumsi segar, buah ini juga banyak dijadikan topping untuk Puding, Yoghurt, Es Krim, Selai dan sebagainya. Tak hanya kaya manfaat, buah berry juga berpotensi ekspor. Supriatin Budiman, Pemilik Vin’s Berry mengatakan bahwa Indonesia diharapkan mampu menyuplai buah berry ketika negara-negara Eropa sedang off season. Karena jika ditanam di Indonesia, buah ini bisa berproduksi sepanjang tahun. Sehingga bisa menaikkan taraf hidup petani dan bisa membatasi aliran buah berry impor ke pasar lokal.

Menurut Hans, Owner Hans Berry selaku supplier buah berry di Bandung, harga buah berry ini tak pernah turun, justru terus mengalami kenaikan karena termasuk buah eksotik. Tidak seperti komoditi pertanian yang lain, yang mana ketika jumlahnya “membanjiri” pasar, harganya akan anjlok. Pada musim hujan, jumlah pasokan buah Berry berkurang hingga 50% di tengah banyaknya permintaan, maka harganya terus melonjak. Dan pada musim kemarau, kualitas buah semakin bagus sehingga harganya tetap tinggi.

Berbeda dengan budidaya Strawberry yang telah tersebar luas di Sumatera Utara (Brastagi, Tiga panah), Jawa Barat (Ciwidey, Garut, Lembang), Jawa tengah (Purbalingga, Karang anyar, Magelang), Jawa Timur (Batu, Pasuruan, Bondowoso, Magetan) dan Bali (Buleleng, Tabanan). Buah berry lain baru dibudidaya di Pulau Jawa, seperti Jawa Barat (Lembang, Cianjur), Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sehingga peluang budidayanya masih sangat terbuka lebar.

Pemasaran

Saat ini pasar terbesar pemasaran buah berry di Pulau Jawa adalah daerah Jakarta, sedangkan di luar Pulau Jawa, pasar terbesar yakni di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Seperti Hans saat ini telah memasarkan buah berry ke kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Jambi, Medan, Makassar, Samarinda dan Pontianak.

Kebutuhan pasar yang cukup tinggi menurut Joko Susilo selaku Kepala Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropik (Balitjestro) membuat upaya mempertahankan mutu buah tidak menjadi kendala, sehingga penyimpanan buah hasil panen tidak terlalu lama. Rantai pemasaran buah berry menurut Joko Susilo selama ini melalui dua pola, yaitu dari petani langsung ke konsumen atau dari petani kemudian ke pengumpul, barulah ke konsumen. Dari segi harga, buah berry umumnya memiliki harga yang stabil dan tinggi, sebab termasuk buah eksklusif yang dikonsumsi kalangan menengah atas.

Usaha Bibit Lebih Untung

Jika dibandingkan antara usaha budidaya buah dengan pembibitan buah berry, maka usaha pembibitan memberikan keuntungan lebih besar. Sebab memiliki kelebihan yakni tidak memerlukan lahan luas, biaya produksi dan tenaga kerja pun sangat sedikit. Seperti yang telah dialami Parta Suhanda, pemilik Angel Nursery yang meraih untung 65% dari usaha pembibitan tanaman buah berry, sedangkan Supriatin Budiman, pemilik Vin’s Berry memperoleh untung sekitar 30% dari usaha budidaya buah Blackberry siap panen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.