Top Mortar tkdn
Home News Perajin Tahu Tempe Hadapi Harga Kedelai Impor, Ini Langkah yang Disiapkan

Perajin Tahu Tempe Hadapi Harga Kedelai Impor, Ini Langkah yang Disiapkan

0
Perajin Tahu Tempe Hadapi Harga Kedelai Impor, Ini Langkah yang Disiapkan (Foto Ilustrasi)

Kabar positif mulai muncul bagi Perajin Tahu Tempe yang dalam beberapa bulan terakhir menghadapi tekanan akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Pemerintah menyatakan telah memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas kurs, yang diharapkan dapat menekan biaya produksi berbagai sektor usaha yang bergantung pada bahan baku impor.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kestabilan rupiah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha kecil dan menengah. Salah satu sektor yang paling terdampak oleh gejolak kurs adalah industri tahu dan tempe karena kebutuhan kedelai nasional masih banyak dipenuhi dari pasar luar negeri.

Menurut Purbaya, pelemahan rupiah selama ini membuat harga kedelai impor meningkat sehingga biaya produksi ikut melonjak. Kondisi tersebut memaksa banyak Perajin Tahu Tempe menyesuaikan harga jual produk mereka untuk menjaga kelangsungan usaha. Di sisi lain, kenaikan harga turut memengaruhi daya beli masyarakat.

Stabilitas Rupiah Diharapkan Tekan Biaya Produksi

Ia menjelaskan bahwa koordinasi yang lebih erat antara pemerintah dan otoritas moneter diharapkan mampu menciptakan stabilitas pasar keuangan. Jika nilai tukar dapat dijaga pada level yang lebih stabil, beban biaya impor bahan baku berpotensi berkurang dan memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan efisiensi produksi.

“Dengan kebijakan yang tepat, kita berharap rupiah menjadi lebih stabil sehingga masyarakat dan pelaku usaha bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” ujar Purbaya saat memberikan keterangan di Kompleks DPR RI, Sabtu (6/6/2026).

Bagi Perajin Tahu Tempe, stabilitas kurs tidak hanya berdampak pada harga bahan baku, tetapi juga berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Ketika biaya produksi lebih terkendali, pelaku usaha memiliki peluang untuk mempertahankan harga jual yang kompetitif tanpa harus mengurangi kualitas produk.

Sinergi Fiskal dan Moneter Dukung UMKM

Selain membantu sektor usaha kecil, pemerintah menilai penguatan stabilitas rupiah juga akan memberikan dampak positif bagi rumah tangga. Harga kebutuhan sehari-hari diharapkan lebih terjaga sehingga tekanan terhadap pengeluaran masyarakat dapat berkurang.

Karena itu, Perajin Tahu Tempe menjadi salah satu kelompok usaha yang diharapkan merasakan manfaat langsung dari kebijakan tersebut. Pemerintah optimistis kolaborasi antara kebijakan fiskal dan moneter dapat memperkuat perekonomian nasional sekaligus menciptakan iklim usaha yang lebih sehat bagi Perajin Tahu Tempe dan pelaku UMKM lainnya.

Langkah ini dinilai penting karena usaha tahu dan tempe merupakan bagian dari sektor pangan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Dengan biaya produksi yang lebih stabil dan harga bahan baku yang terkendali, para pelaku usaha dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih tenang serta menjaga pasokan produk tetap tersedia di pasar.

Exit mobile version