Seller Wajib Tahu! Ongkir TikTok Shop Kini Jadi Beban Penjual!

0
9
Seller Wajib Tahu! Ongkir TikTok Shop Kini Jadi Beban Penjual!
Seller Wajib Tahu! Ongkir TikTok Shop Kini Jadi Beban Penjual! (Foto Ilustrasi)
Pojok Bisnis

Kebijakan baru terkait Ongkir TikTok Shop mulai menjadi perhatian para pelaku usaha online setelah platform tersebut resmi memberlakukan biaya layanan logistik yang dibebankan kepada penjual. Aturan ini berlaku untuk seluruh pesanan baru mulai 1 Mei 2026 pukul 10.00 WIB dan diumumkan langsung melalui situs resmi TikTok Shop sejak akhir April lalu.

Melalui kebijakan terbaru tersebut, TikTok Shop menetapkan biaya tambahan yang berkaitan dengan layanan pengiriman, termasuk proses penanganan logistik, koordinasi distribusi barang, hingga penyelesaian kendala pengiriman. Meski demikian, perusahaan memastikan kebijakan Ongkir TikTok Shop tidak akan membebani pembeli karena seluruh biaya berada di sisi penjual.

Dalam penjelasannya, TikTok menyebut biaya layanan logistik tersebut tidak akan muncul dalam proses checkout konsumen. Artinya, pengguna tetap melihat harga normal saat berbelanja tanpa adanya tambahan biaya pengiriman khusus dari kebijakan baru ini.

Untuk wilayah Jakarta, misalnya, tarif Ongkir TikTok Shop untuk layanan pengiriman standar ditetapkan mulai Rp690 per kilogram hingga Rp4.350 untuk pengiriman barang seberat 5 kilogram. Sementara untuk layanan instan dan same day, biaya ditetapkan sebesar Rp2.020 untuk seluruh jarak pengiriman.

PT Mitra Mortar indonesia

TikTok Shop juga menegaskan bahwa besaran biaya logistik berbeda di setiap daerah dan bergantung pada berat barang yang dikirimkan. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bagian dari penyesuaian layanan logistik di tengah meningkatnya aktivitas transaksi e-commerce.

Penjual Mulai Hitung Dampak Biaya Ongkir TikTok Shop

Penerapan kebijakan Ongkir TikTok Shop langsung menjadi perhatian banyak pelaku usaha online, terutama penjual skala kecil dan menengah yang aktif memanfaatkan platform live shopping untuk meningkatkan penjualan.

Sejumlah seller mulai menghitung ulang margin keuntungan karena adanya tambahan biaya operasional baru yang harus ditanggung. Meski tidak dibebankan kepada pembeli, biaya logistik tambahan berpotensi memengaruhi strategi harga produk di platform.

Di sisi lain, TikTok Shop menilai kebijakan tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas layanan pengiriman dan mendukung kelancaran distribusi barang kepada konsumen. Perusahaan juga menilai sistem logistik yang lebih terintegrasi dapat meningkatkan pengalaman belanja pengguna.

Langkah TikTok Shop ini muncul di tengah persaingan ketat platform e-commerce di Indonesia. Tidak hanya TikTok Shop, sejumlah marketplace lain juga mulai melakukan penyesuaian biaya layanan pada tahun ini.

Shopee Juga Sesuaikan Biaya Gratis Ongkir

Platform e-commerce Shopee turut mengumumkan perubahan biaya layanan program Gratis Ongkir XTRA yang mulai berlaku pada 2 Mei 2026. Penyesuaian tersebut diterapkan untuk produk ukuran biasa maupun ukuran khusus.

Untuk produk reguler dengan berat di bawah 5 kilogram dan dimensi tertentu, biaya layanan dikenakan mulai 1 persen hingga 8 persen tergantung kategori barang. Selain itu, terdapat biaya tambahan maksimal Rp40 ribu per produk.

Sementara produk berukuran besar atau khusus dikenakan biaya layanan antara 2,5 persen hingga 9,5 persen, dengan batas maksimal Rp60 ribu per produk.

Shopee juga memberikan simulasi perhitungan biaya layanan melalui situs resminya. Perhitungan dilakukan berdasarkan harga asli produk yang telah dikurangi diskon atau voucher yang ditanggung penjual, kemudian dikalikan dengan persentase biaya layanan sesuai kategori barang.

Kondisi ini membuat pelaku usaha online mulai menyesuaikan strategi bisnis mereka di tengah perubahan kebijakan marketplace. Kehadiran aturan baru seperti Ongkir TikTok Shop dinilai menjadi tantangan sekaligus penyesuaian baru bagi ekosistem perdagangan digital di Indonesia yang terus berkembang pesat.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan