Kemasan Kertas Didorong Jadi Solusi Industri Makanan dan Minuman

0
33
Kemasan Kertas Didorong Jadi Solusi Industri Makanan dan Minuman
Kemasan Kertas Didorong Jadi Solusi Industri Makanan dan Minuman (Dok Foto: Kemenperin)
Pojok Bisnis

Upaya penguatan industri makanan dan minuman terus dilakukan pemerintah, salah satunya melalui dorongan penggunaan Kemasan Kertas sebagai alternatif pengganti plastik. Langkah ini dinilai tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga menjawab tuntutan industri terhadap solusi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kementerian Perindustrian menilai penggunaan Kemasan Kertas berbasis teknologi aseptik semakin relevan di tengah perubahan kebutuhan pasar. Selain mampu menjaga kualitas produk tanpa tambahan bahan pengawet, jenis kemasan ini juga dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap sistem rantai pendingin yang selama ini menjadi salah satu komponen biaya besar dalam distribusi.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong industri untuk beralih ke bahan kemasan non-plastik. Ia menyebutkan bahwa penggunaan Kemasan Kertas saat ini sudah cukup luas, terutama untuk produk susu dan minuman siap konsumsi.

Menurutnya, kontribusi kemasan berbasis kertas di sektor makanan dan minuman telah mencapai sekitar 28 persen dari total penggunaan kemasan. Angka ini menunjukkan bahwa tren peralihan ke bahan yang lebih ramah lingkungan mulai mendapatkan respons positif dari pelaku industri.

PT Mitra Mortar indonesia

Dorong Efisiensi dan Inovasi Industri

Pemerintah tidak hanya mendorong penggunaan bahan baku alternatif, tetapi juga memfasilitasi kolaborasi antara produsen dan pengguna melalui skema business matching. Langkah ini bertujuan mempercepat adopsi Kemasan Kertas di berbagai lini industri.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menegaskan bahwa pemanfaatan kemasan berbasis kertas sejalan dengan kebijakan industri hijau yang tengah dikembangkan pemerintah. Menurutnya, inovasi dalam sektor kemasan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.

Dukungan tersebut juga diwujudkan melalui kegiatan workshop dan kunjungan industri yang melibatkan pelaku usaha. Salah satunya dilakukan bersama Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia di fasilitas PT Lami Packaging Indonesia.

Ketua Umum GAPMMI, Adhi S. Lukman, menyatakan bahwa kegiatan tersebut penting untuk mencari solusi atas tantangan industri, terutama dalam hal pengadaan bahan baku dan efisiensi produksi. Ia menilai, eksplorasi terhadap Kemasan Kertas menjadi bagian dari strategi untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

Solusi Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar, Merrijantij Punguan Pintaria, menambahkan bahwa penggunaan kemasan aseptik berbasis kertas memang memiliki struktur biaya yang berbeda dibandingkan plastik. Namun, jika dihitung secara menyeluruh, efisiensi yang dihasilkan bisa lebih kompetitif.

Ia menjelaskan bahwa Kemasan Kertas tidak memerlukan fasilitas penyimpanan dingin, sehingga mampu menekan biaya operasional dalam jangka panjang. Selain itu, ketersediaan bahan baku kertas yang relatif stabil juga menjadi keunggulan tersendiri.

Secara nasional, kebutuhan kemasan aseptik diperkirakan mencapai 8,3 miliar unit per tahun. Sekitar 4,8 miliar di antaranya digunakan untuk produk susu dan turunannya, sementara sisanya berasal dari minuman berbasis teh, kopi, serta produk nabati seperti oat milk dan santan.

Sebagai salah satu produsen utama, LamiPak memiliki kapasitas produksi hingga 21 miliar kemasan per tahun. Kapasitas ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap impor.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan