Usaha pangan olahan lokal kembali menjadi sorotan setelah sebuah produk Keripik Singkong Malang berhasil menembus pasar internasional. Produk ini dikembangkan oleh PT Airafood Sejahtera Bersama (ASB), sebuah UMKM yang berawal dari pengolahan singkong lokal Kabupaten Malang dan kini tumbuh menjadi produsen keripik bernilai tambah dengan jangkauan pasar yang terus meluas.
PT ASB dirintis oleh Juli Iswandi, seorang mantan karyawan swasta yang memutuskan beralih ke dunia usaha setelah 13 tahun bekerja. Juli mengaku ingin mencoba tantangan baru sekaligus menciptakan manfaat bagi lebih banyak orang. Upayanya dimulai dari keprihatinan melihat harga singkong petani Malang yang kerap menurun drastis saat panen raya. Dari situ ia memilih fokus pada pengolahan singkong sebagai produk unggulan.
Perusahaan tersebut resmi berdiri pada 26 Desember 2015 dengan visi memberikan nilai tambah terhadap bahan baku lokal. Saat ini, dengan tim beranggotakan 12 karyawan, ASB memproduksi keripik berbahan singkong 100 persen lokal. Juli menyebut bahwa cita rasa autentik serta sentuhan khas daerah menjadi faktor yang membuat produk mereka diminati. Ia menilai bahwa karakteristik Keripik Singkong Malang sangat sesuai dengan selera pasar dalam negeri maupun luar negeri.
Proses Produksi dan Strategi Pemasaran yang Terarah
Proses produksi ASB dilakukan secara mandiri mulai dari pemilihan singkong segar, pengupasan, pengirisan, penggorengan hingga pengemasan. Semua langkah dilakukan dengan standar ketat untuk menjaga kualitas. Distribusi dilakukan secara offline melalui jaringan distributor dan toko ritel, serta secara online melalui marketplace dan media sosial.
Kesempatan untuk memperluas pasar datang setelah PT ASB mengikuti UMKM EXPO(RT) 2023 di Jakarta. Pada pameran tersebut, produk mereka menarik perhatian calon pembeli luar negeri hingga akhirnya berujung pada pesanan ekspor ke Korea Selatan. Meski menghadapi keterbatasan fasilitas dan jumlah tenaga kerja, Juli memilih melayani permintaan secara bertahap agar mutu produk tetap terjaga.
Pendampingan Ekspor dan Rencana Ekspansi Global
Dalam rangka memperkuat kesiapan ekspor, PT ASB bergabung dengan Klinik Ekspor Bea Cukai Malang pada 2023. Menurut Juli, pendampingan yang diberikan sangat membantu terutama dalam proses administrasi dan pemahaman regulasi. Bea Cukai Malang memastikan bahwa prosedur legal ekspor dapat dilakukan UMKM secara mudah dan transparan.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Malang, Pitoyo Pribadi, menegaskan bahwa pendampingan serupa akan terus dilakukan. Upaya tersebut meliputi edukasi peraturan ekspor, dukungan teknis, hingga koordinasi dengan instansi terkait. Dengan pijakan ini, PT ASB menargetkan ekspansi ke sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, dan Belanda. Perusahaan optimistis Keripik Singkong Malang mampu menjadi representasi kuliner lokal yang siap bersaing di pasar global.
