Adopsi Teknologi Untuk UMKM Jadi Fokus Pemerintah, Produksi Melonjak dan Biaya Menurun

0
132
Adopsi Teknologi Untuk UMKM Jadi Fokus Pemerintah, Produksi Melonjak dan Biaya Menurun
Adopsi Teknologi Untuk UMKM Jadi Fokus Pemerintah, Produksi Melonjak dan Biaya Menurun (Dok Foto: Kementerian UMKM)
Pojok Bisnis

Pemanfaatan Teknologi Untuk UMKM kembali menjadi sorotan saat Sekretaris Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Sesmen UMKM), Arif Rahman Hakim, meninjau workshop Metro Mesin di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (13/11). Arif menilai pelaku usaha perlu bergerak cepat mengadopsi teknologi agar kapasitas produksi meningkat dan biaya operasional bisa ditekan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Dalam keterangannya, Arif menjelaskan bahwa skala ekonomi menjadi aspek penting bagi UMKM yang ingin memproduksi barang dalam jumlah besar. Ia menekankan bahwa modernisasi produksi tidak selalu menuntut investasi besar. Teknologi tepat guna yang dirancang sesuai kebutuhan sering kali menjadi solusi efektif dan efisien untuk membantu usaha kecil mempercepat proses kerja.

Arif memberi contoh bagaimana sejumlah industri rumahan yang sebelumnya hanya mampu menghasilkan beberapa unit produk dalam sehari, kini mampu memproduksi ratusan item setelah mengadopsi teknologi sederhana. Dampaknya bukan hanya pada peningkatan volume, tetapi juga pada efisiensi biaya sehingga harga produk menjadi lebih kompetitif di pasar.

Peningkatan Kapasitas dan Penguatan Rantai Pasok

Arif menegaskan bahwa penerapan Teknologi Untuk UMKM merupakan langkah penting agar pelaku usaha tidak tertinggal. “Kalau alat yang dipakai sesuai kebutuhan, peningkatan produksinya bisa berkali lipat. Efeknya langsung terlihat pada efisiensi harga dan daya saing produk,” ujar Arif.

PT Mitra Mortar indonesia

Pada 2025, Kementerian UMKM telah menyiapkan program melalui pembiayaan DAK Nonfisik bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menghubungkan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) ke rantai pasok industri. Program ini mencakup pelatihan bagi 4.649 peserta, pendampingan oleh hampir 200 tenaga pendamping, serta inkubasi bisnis bagi 75 tenant terpilih.

Langkah itu dirancang untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kemampuan produksi, serta membekali UMK dengan pengetahuan produksi terkini termasuk pemanfaatan teknologi digital. Arif menambahkan bahwa penguatan rantai pasok lokal diperlukan agar daerah memiliki ketahanan ekonomi yang lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar wilayah.

Program tersebut juga menekankan peningkatan kualitas produk agar UMK mampu memenuhi standar pasar domestik maupun internasional. Arif berharap peningkatan kapasitas ini dapat membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha di berbagai sektor.

Sementara itu, pemilik Metro Mesin, Hadi Apriliawan, mengatakan bahwa keunggulan teknologi tepat guna terletak pada kemampuannya menyesuaikan diri dengan kebutuhan penggunanya. Ia mencontohkan penggunaan fitur berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mempercepat proses produksi dan meningkatkan jumlah output secara signifikan.

Menurut Hadi, perkembangan Teknologi Untuk UMKM membuka ruang besar bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanpa biaya investasi yang berlebihan. Adaptasi teknologi yang tepat menjadi langkah penting agar UMKM dapat berkembang di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan