
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital tidak boleh hanya dipandang sebatas sarana promosi atau pemasaran daring. Lebih dari itu, digitalisasi disebut berperan krusial dalam memperkuat hilirisasi usaha kecil agar mampu bersaing di pasar global.
Asisten Deputi Bidang Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil Kementerian UMKM, Ali, menyampaikan hal tersebut saat membuka kegiatan Pengembangan Produk Melalui Digitalisasi Bagi Usaha Kecil di Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/9). Menurutnya, digitalisasi bisa menjadi instrumen penting yang mencakup efisiensi produksi, manajemen rantai pasok, hingga sistem traceability produk yang kini semakin dibutuhkan pasar internasional.
“Selama ini konsep UMKM Go Digital sering dipersepsikan hanya soal pencatatan keuangan atau pemasaran online. Padahal, pemanfaatan teknologi digital juga menyentuh proses hilirisasi, mulai dari pencatatan produksi, distribusi bahan baku, hingga memastikan produk sesuai standar global,” ujar Ali.
Tantangan Digitalisasi UMKM
Meski potensinya besar, Ali mengakui bahwa digitalisasi UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan. Literasi digital pelaku usaha dinilai masih rendah, akses pada peralatan modern terbatas, dan pendampingan teknis masih belum merata. Kondisi ini membuat banyak UMKM masih bergantung pada peralatan manual yang menyebabkan produktivitas rendah.
Untuk itu, Kementerian UMKM menekankan perlunya membangun ekosistem digital yang inklusif. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga komunitas UMKM menjadi kunci dalam mempercepat transformasi digital.
Upaya dan Arah Kebijakan
Dalam kegiatan yang dihadiri narasumber dari kementerian/lembaga, akademisi, serta praktisi teknologi informasi tersebut, dibahas sejumlah strategi percepatan digitalisasi. Salah satunya melalui pengembangan platform berbasis Public-Private Partnership yang disiapkan Kementerian UMKM dan akan bersinergi dengan LLP-KUKM (SMESCO).
Ali menekankan bahwa platform ini diharapkan menjadi tulang punggung ekosistem digital UMKM. Dengan adanya platform tersebut, pelaku usaha kecil diharapkan bisa lebih mudah mengakses teknologi, meningkatkan kualitas produksi, sekaligus memperluas pasar ke level nasional maupun internasional.
“Yang kami dorong adalah transformasi nyata. UMKM tidak lagi sekadar mengandalkan cara manual, tetapi mulai naik kelas melalui teknologi. Hilirisasi berbasis digital inilah yang akan memberikan nilai tambah lebih tinggi bagi produk UMKM,” kata Ali menutup pernyataannya.




