Dukung Pertumbuhan UMKM di Sektor Otomotif: Bambang Soesatyo Dorong Industri Modifikasi

0
385
UMKM di Sektor Otomotif
Dukung Pertumbuhan UMKM di Sektor Otomotif: Bambang Soesatyo Dorong Industri Modifikasi
Pojok Bisnis

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah menjadi kontributor utama dalam memenuhi berbagai kebutuhan para pelaku usaha di bidang modifikasi otomotif. Modifikasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari helm, knalpot, spion, jaket, sepatu, dan berbagai keperluan lainnya.

Bambang Soesatyo, yang menjabat sebagai Ketua MPR RI dan juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), serta Wakil Ketua Umum Partai Golkar, menyadari potensi besar yang dimiliki UMKM dalam industri otomotif. Ia mendorong agar UMKM di sektor otomotif dapat terus tumbuh dan berkembang di Indonesia.

Dalam kunjungannya ke Hendriansyah Speed Shop di Yogyakarta pada tanggal 27 Agustus 2023, Bambang Soesatyo mengungkapkan, “Saat ini terdapat sekitar 400.000 unit usaha bengkel otomotif di Indonesia, dan sebanyak 95 persen di antaranya adalah UMKM.”

Bambang Soesatyo juga menjelaskan bahwa perputaran uang yang signifikan dalam perdagangan jasa bengkel dan komponen otomotif tidak terlepas dari jumlah kendaraan bermotor yang cukup besar di Indonesia. Berdasarkan Data Korlantas Polri, hingga Maret 2023, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai lebih dari 154 juta unit, terdiri dari 129 juta unit sepeda motor dan 25 juta kendaraan roda empat.

PT Mitra Mortar indonesia

Hendriansyah Speed Shop, yang dikelola oleh punggawa roda race asal Yogyakarta, Hendriansyah, merupakan penyedia aksesoris racing. Sebagian besar sparepart dan aksesoris balap diproduksi di gudang belakang Hendriansyah Speed Shop dan dijual dengan label HRP. Produk yang dijual mencakup ban balap, karburator, bak kopling, piston, blok mesin, blok head, helm, sepatu, tie down, serta berbagai aksesoris lainnya.

Bambang Soesatyo menambahkan bahwa bisnis aksesoris dan sparepart otomotif memiliki potensi yang sangat menjanjikan. Misalnya, biaya perawatan rutin untuk mobil penumpang dan angkutan diproyeksikan mencapai Rp 5 juta per tahun per mobil atau sekitar Rp 420.000 per bulan. Sementara itu, potensi transaksi jasa dan sparepart untuk kendaraan roda empat diprediksi mencapai Rp 104,25 triliun.

Untuk sepeda motor, biaya perawatan rutin rata-rata sekitar Rp 1 juta per tahun. Transaksi jasa dan penjualan sparepart kendaraan roda dua diperkirakan mencapai Rp 112,77 triliun. Bambang Soesatyo menegaskan bahwa potensi UMKM di industri otomotif harus dimaksimalkan untuk mendukung pertumbuhan sektor ini, terutama dalam upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan