Bubah Alfian dan Rory Asyari Bantu UKM Batik Bangkit dalam Brand Sleep Project

(Dok: instagram/@roryasyari(

Make up artist yang juga influencer Bubah Alfian menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Kali ini, ia membantu para pelaku UMKM untuk bangkit dari masa sulit pandemi Covid-19.

Bubah Alfian memberikan dukungan penuh pada sahabatnya, Rory Asyari dalam mengembangkan bisnis. Lewat produk Sleep Project, Rory memberdayakan UMKM asal Solo yang punya kemahiran dalam hal membatik untuk bekerjasama menghasilkan produk yang dijual secara luas.

Terlebih lagi, Rory Asyari juga berasal dari Solo. Ia merasa perlu untuk bisa berkontribusi untuk daerah asalnya, khususnya para pelaku UMKM.

“Saya adalah orang Solo, dan kami berpikir bagaimana kita bisa memberikan kontribusi buat Solo. Kita memberdayakan mereka (pembatik Solo) karena ekspor batik itu jeblok banget selama pandemi. Makanya kita pengin menyebarkan semangat juga yuk kita pakai batik lagi walaupun lagi di rumah atau tidur,” ungkap Rory Asyari saat peresmian gerai Sleep Project di Ashta @ District 8, kawasan Senopati, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Peran Bubah Alfian selanjutnya adalah bagaimana untuk bisa memperkenalkan dan membangkitkan kembali minat menggunakan batik kepada masyarakat dan ke beberapa sahabat selebritas. Berkat kualitas yang dimiliki, produk-produk Sleep Project pun mendapat respon positif dari banyak orang.

Sleep Project sendiri fokus menjual segala perlengkapan tidur seperti sprei, bedcover, piyama dan beberapa lainnya dengan banyak motif yang unik. Rory Asyari menyebut bisnisnya sendiri sudah dijalankan secara online sejak beberapa tahun lalu.

Dengan harga yang relatif terjangkau ditambah kualitas yang terjamin, ia yakin jika produknya tersebut bisa bersaing. Terlebih, ada dukungan orang-orang kreatif yang diberdayakan di belakangnya.

“Jadi dengan membeli produk kita tidak sekedar membeli, tapi akan memberikan kelanjutan, kontribusi untuk para pembatik para penjahit lokal dan supplier. Dengan beli satu produk tidak berhenti dengan tukar barang dengan uang aja,” pungkasnya.