Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Grab Indonesia Lanjutkan Kolaborasi Strategis

0
33
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf)  dan Grab Indonesia, super app terkemuka menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata dan Ekraf untuk memperkuat kolaborasi jangka panjang dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi melalui pariwisata. Hal ini merupakan kelanjutan dari Nota Kesepahaman yang ditandatangani pada Mei 2020 mengenai dukungan pemulihan sektor pariwisata dan UMKM Ekonomi Kreatif (Ekraf).

Melalui kolaborasi ini, Grab Indonesia siap untuk terus mendukung industri pariwisata, khususnya di lima destinasi wisata super prioritas yaitu Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo dengan berbagai inovasi teknologi dan pelatihan sumber daya. Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong industri pariwisata yang mengutamakan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability atau Kebersihan, Kesehatan, Keamanan dan Kelestarian Lingkungan).
Pasca pertemuan daring antara Menparekraf dan Grab yang membahas berbagai potensi kolaborasi dengan Grab Indonesia yang akan difokuskan pada lima destinasi super prioritas, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, “Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa satu tahun ini akan cukup berat. Jadi, kita fokus pada penyiapan lima destinasi super prioritas. Penyiapan ini bukan hanya infrastrukturnya atau transportasinya saja, tetapi juga pengalaman yang akan kita siapkan untuk para wisatawan, Khususnya di lima destinasi super prioritas, kami telah mempersiapkan program-program dan berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mensosialisasikan protokol CHSE. Kami percaya bahwa dukungan berkelanjutan dari Grab Indonesia dapat mengakselerasi program ini dan mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional” Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno.
Ridzki Kramadibrata, President of Grab Indonesia mengatakan bahwa Grab merasa senang dapat berkolaborasi dengan Kemenparekraf untuk mendukung industri pariwisata tanah air melalui inisiatif-inisiatif berkelanjutan, “Dengan misi GrabForGood, kami senantiasa menciptakan inovasi dan solusi yang dapat memberi dampak positif bagi semua orang. Lewat pemberdayaan para pelaku usaha pariwisata seperti mitra pengemudi hingga digitalisasi UMKM pariwisata, Grab Indonesia akan terus hadir untuk mendukung pemulihan ekonomi Indonesia dengan berpedoman pada protokol kesehatan berbasis CHSE. Kami sangat senang dapat menjadi mitra Kemenparekraf dan bersama-sama, kita bangkit dan terus usaha,” jelas Ridzki.

Kolaborasi jangka panjang ini akan meliputi beberapa kegiatan seperti:

  • Dukungan Sosialisasi CHSE: Grab dan Kemenparekraf akan berkolaborasi untuk melakukan sosialisasi sertifikasi mengenai CHSE kepada para mitra merchant GrabFood melalui aplikasi Grab Merchant. Sebagai tahap awal, lebih dari 450 mitra merchant Grab di Jabodetabek telah tersertifikasi dan merchant Grab lainnya di Indonesia akan segera menyusul. Sertifikat ini sangat penting untuk kembali meningkatkan kepercayaan konsumen dan mendorong kunjungan wisata Indonesia yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Seluruh biaya untuk sertifikasi protokol kesehatan tersebut akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah.
  • Melatih mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike Protect Rental. Bersama dengan Kemenparekraf, Grab akan melatih mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike Protect Rental yang ada di seluruh Indonesia, sehingga memiliki kemampuan dasar sebagai pemandu wisata. GrabProtect sendiri adalah layanan transportasi Grab baik roda empat maupun roda dua yang dilengkapi dengan fitur keamanan, peralatan kebersihan, serta aturan keamanan terbaru yang menjadi standar terbaik dalam industri ride-hailing. Pada awal tahun 2020, Grab telah melatih 100 mitra GrabBike di Yogyakarta  untuk dapat memberikan pelayanan sebagai pemandu wisata, baik dari segi komunikasi maupun pengetahuan. Program ini akan diperluas ke seluruh Indonesia secara bertahap.
  • Menghadirkan informasi paket promo liburan yang aman dan terjangkau. Bekerja sama dengan berbagai mitra di bidang pariwisata seperti Agoda, Booking.com, dan Klook untuk menghadirkan informasi paket wisata bagi wisatawan. Mereka dapat menemukan penawaran terbaik dan kemudahan dalam mencari aktivitas di destinasi wisata Indonesia. Tidak hanya itu, wisatawan juga dapat mendukung pelaku usaha pariwisata lewat aktivitas-aktivitas menarik yang dapat ditemukan di aplikasi Grab.
  • Dukungan terhadap lima destinasi super prioritas. Pada tahun 2019, Grab telah meresmikan operasional Grab Toba dengan menghadirkan berbagai paket wisata menarik di sekitar Danau Toba. Grab Indonesia akan terus melanjutkan kerja sama strategis dengan Kemenparekraf dan pemerintah lokal untuk dapat menghadirkan berbagai paket wisata khususnya di lima destinasi super prioritas yang tidak hanya mencakup mobilitas atau transportasi, tapi juga pesan-antar makanan, pemesanan hotel, tiket atraksi wisata, hingga layanan telemedicine untuk konsultasi kesehatan.
Sebelumnya, di awal tahun 2020, Grab Indonesia telah berkolaborasi dengan Kemenparekraf untuk memetakan program-program dalam membantu pemulihan sektor pariwisata dan UMKM Ekonomi Kreatif pasca pandemi. Khususnya dalam mendukung gerakan #BeliKreatifLokal yang merupakan bagian dari kampanye #BanggaBuatanIndonesia dari Pemerintah Indonesia, Grab telah melakukan berbagai inisiatif antara lain melalui penyediaan layanan layanan armada roda empat khusus yang menyediakan transportasi bagi tenaga kesehatan yang melayani antara Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo (RSAL Mintoharjo) dan Hotel Le Meridien, transportasi online GrabCar Airport, GrabCar dan GrabBike serta layanan pesan antar-makanan oleh GrabFood, dan layanan lainnya yang dapat mendukung pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Dengan kerja sama ini, Grab berupaya untuk dapat mendorong pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif di tanah air melalui aplikasi Grab yang dapat diakses oleh jutaan pengguna di Asia Tenggara.