Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Bisnis UMKM Digitalisasi UMKM Tingkatkan Daya Saing Pasar Rakyat

Digitalisasi UMKM Tingkatkan Daya Saing Pasar Rakyat

0
UMKM butuh terobosan (dok riliskalimantan.com)

Kementerian Perdagangan berkomitmen meningkatkan daya saing pasar rakyat, salah satunya melalui program Digitalisasi Pasar Rakyat. Hal ini ditujukan agar pasar rakyat dapat berkompetisi dengan pusat perbelanjaan moderen serta mampu menjadi penggerak perekonomian daerah.

Komitmen tersebut diimplementasikan Kemendag dengan menggandeng PT Tokopedia sebagai mitra strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Peningkatan Daya Saing dan Penyediaan Fasilitas Ruang Promosi Melalui Digitalisasi Pasar Rakyat dengan Memanfaatkan Aplikasi Tokopedia. Penandatanganan dilakukan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra dengan Direktur PT Tokopedia Leontinus Alpha Edison di Bandung, Jawa Barat, Selasa (29/12).

Selanjutnya, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama oleh Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Kemendag Frida Adiati dengan Vice President of Public Policy and Government Relations PT Tokopedia Astri Wahyuni. Penandatangan MoU dan Perjanjian Kerja Sama tersebut disaksikan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

“Dengan sinergi ini, PT Tokopedia akan memberikan fasilitas ruang promosi melalui pembukaan akun pasar rakyat di platform Tokopedia. Kerja sama ini diharapkan dapat membantu para pedagang pasar rakyat dalam meningkatkan penjualannya secara daring,” ujar Wamendag Jerry.

Menurut Wamendag, Kemendag terus mendorong pemerintah daerah melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 agar roda ekonomi tetap berputar, termasuk roda ekonomi pasar rakyat. “Kemendag mendorong daerah yang memiliki pasar rakyat untuk menerapkan digitalisasi pasar rakyat bekerja sama dengan Pelaku Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya terhadap barang kebutuhan pokok (bapok), baik secara daring maupun luring,” imbuh Wamendag.

Di masa pandemi Covid-19 dan pembatasan jumlah pengunjung ke pasar rakyat, belanja daring menjadi alternatif pilihan masyarakat dalam berbelanja. Di sisi lain, model bisnis ini juga menjadi cara pelaku usaha bertahan di tengah pandemi. Data Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan, penjualan produk di media sosial dan portal niaga elektronik pada 2020 mencapai Rp446,75 triliun. Nilai ini meningkat 400 persen dibanding tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp124,9 triliun.

Dirjen PDN Syailendra menjelaskan, ruang lingkup MoU dan perjanjian kerja sama ini antara lain memfasilitasi pengembangan kapasitas serta penguatan UMKM termasuk di pasar rakyat termasuk penyediaan ruang promosi, informasi, edukasi, sosialisasi, serta pemanfaatan akun pasar rakyat di aplikasi Tokopedia. MoU ini juga mencakup pendampingan dari Tokopedia dalam bentuk pelatihan pengelola pasar rakyat. Dengan demikian para pengelola pasar rakyat dapat mengembangkan usahanya secara elektronik yang kemudian dapat meningkatkan omsetnya.

“Selain itu, kerja sama ini juga meliputi pertukaran data dan informasi sesuai dengan perundangundangan yang berlaku, pembebasan biaya power merchant oleh Tokopedia, pengembangan kualitas sumber daya manusia bagi UMKM, serta publikasi dan sosialisasi,” terang Syailendra.

Durasi pelaksanaan MoU dan perjanjian kerja sama ini berlaku selama tiga tahun dan dapat dievaluasi sesuai kesepakatan. Sebagai proyek percontohan (pilot project) pelaksanaan digitalisasi pasar tersebut, kini Pasar Sehat Sabilulungan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat telah aktif di Tokopedia (https://tokopedia.link/KZFE6EJEfcb).

Sementara, Astri menyampaikan, Tokopedia sebagai perusahaan teknologi Indonesia berkomitmen #SelaluAdaSelaluBisa mengedepankan kolaborasi dengan para mitra strategis, termasuk pemerintah. Kolaborasi tersebut untuk membantu masyarakat menghadapi perkembangan era, terutama di tengah pandemi seperti saat ini. Dukungan Tokopedia untuk program Digitalisasi Pasar Rakyat diharapkan dapat membantu lebih banyak pelaku usaha, khususnya UMKM untuk beradaptasi demi menjaga usahanya tetap berjalan dan berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi Indonesia.

 

Exit mobile version