Diet Plastik, Bikin Usaha Tas Lipat Naik Daun

0
170

Tas memiliki fungsi penting sebagai tempat untuk meletakkan atau menyimpan berbagai jenis barang saat dibawa beraktivitas, namun kini fungsi tas semakin beragam seiring kreasi yang terus dihadirkan. Seperti halnya tas lipat yang tak hanya digunakan untuk membawa   barang namun juga bisa menggantikan fungsi kantong plastik yang bisa mencemari lingkungan. Tas lipat adalah tas yang bisa dilipat berukuran lebih kecil sehingga  menjadi lebih praktis, jika dibutuhkan sebagai tempat  membawa barang bisa dibuka namun ketika sedang tidak digunakan bisa dilipat lagi. Ciri khas tas lipat biasanya terdapat resleting atau tali serut pada bagian tas yang berfungsi saat tas dilipat menjadi ukuran lebih kecil.

Karena fungsinya sebagai tempat menyimpan barang maka tas ini juga bisa membawa beban cukup banyak seperti tas lipat merek baGoes yang berkapasitas 13 liter. Selain itu biasanya ciri khas tas lipat memiliki tekstur bahan yang ringan, tekstur lembut, mudah dibentuk, warnanya cerah, tidak mudah kisut dan tidak luntur pada saat dicuci sehingga jenis bahan yang dipilih antara lain parasut, nylon, polyester dan bisa pula kain katun jepang. Bahan yang umum digunakan adalah parasut karena ukuran saat dilipat bisa cukup kecil, dibandingkan bahan kain seperti batik. Selain itu saat dilipat bisa digunakan sebagai gantungan kunci.

Zulfikar, produsen tas lipat Antasgrosir mengaku menggunakan bahan tas lipat dari nylon sintetis yang jika dilipat ukuran 13×20 cm, dan jika dibuka menjadi tas ukuran 48×40 cm  dengan warna variatif seperti polkadot, polos dengan aneka warna.  Menurut Zulfikar bahan nylon ini cukup lentur dan kuat, selain itu memiliki banyak motif seperti polkadot, abstrak dan lainnya serta variasi warna lebih banyak.  Lain halnya dengan bahan parasut yang terbatas karena tanpa motif. Namun terkadang bahan nylon  sulit dijumpai stoknya di pasaran terutama yang bermotif sehingga untuk mengatasinya diganti dengan nylon polos.

Tren. Selain digunakan sebagai tas belanja, tas lipat juga bisa digunakan untuk beraktivitas saat sekolah, kampus, acara santai, bisa pula sebagai tas laundry, hingga pilihan produk souvenir. Saat ini tas lipat tengah menjadi tren yang semakin diminati konsumen khususnya di kawasan perkotaan yang menghendaki  gaya hidup praktis dan menyadari pentingnya menjaga lingkungan. Selain itu tampilan tas lipat yang unik membuat tas ini juga banyak digemari kalangan perusahaan sebagai produk souvenir atau sponsorship.

Menurut desainer tas Soetjipto Hoeijaja tren penggunaan tas lipat diperkirakan akan berlangsung cukup lama mengingat saat ini penggunaan tas lipat di Indonesia masih lebih banyak untuk produk souvenir, namun belum banyak peminat tas lipat untuk alternatif pengganti kantong plastik saat belanja. Sehingga edukasi pasar harus terus dilakukan oleh para pelaku usaha ini. Nana, pemilik tas lipat merek Jiro Wedding Craft, mengakui masyarakat saat ini sudah banyak mengurangi penggunaan kantong plastik sehingga permintaan tas lipat untuk kebutuhan belanja cukup besar karena bisa digunakan berulang kali.

Kualitas. Menurut pengamat bisnis Bambang Wahyupurnomo, produsen tas lipat  yang ingin sukses menjalankan usaha ini harus memperhatikan kualitas  bahan, dengan menggunakan bahan yang tidak mudah robek. Karena harga jual tas lipat ini cukup murah maka produksi sebaiknya massal  karena dengan harga jual murah maka keuntungannya tipis sehingga usahakan bisa menjual dalam skala besar. Di awal usaha bisa pula membuat contoh produk terlebih dahulu untuk mengetahui minat atau respon pasar.

Untuk mendukung kualitas, maka desain produk juga harus tetap diperhatikan. Tas lipat ini bisa diberi aplikasi berupa kulit sintetis di bagian pegangan tas, kain motif batik hingga kancing dompet batok kelapa yang berfungsi saat tas dilipat.  Seperti halnya tas lipat Jiro Wedding Craft yang menggunakan aplikasi bahan bahan alam, seperti tenun  akar wangi, atau daun kering di bagian permukaan tas lipat, sedangkan bagian dalam menggunakan bahan kain parasut.

Target Pasar. Promosi penjualan tas lipat bisa menggunakan sarana website, iklan di media cetak dan online, hingga menawarkan keagenan/reseller. Promosi lainnya melalui ajang pameran wirausaha, dan konsinyasi dengan pihak butik pakaian atau distro. Penjualan dengan sistem konsinyasi di trade center atau mal juga bisa dilakukan, namun untuk mal harus disesuaikan dengan desain/model dan harga tas lipat yang dibuat. Jika harga murah sebaiknya ditawarkan ke outlet di mal yang dikunjungi segmen pasar kelas menengah bawah. Produk tas lipat tersebut sebaiknya juga diberi merk untuk membangun brand pada produk.

Dan tak kalah penting adalah kemasan yang menarik, misalnya dengan memberikan kemasan transparan sehingga tampilan luar tas tetap terlihat, dengan tambahan pita  pada kemasan. Kemasan untuk tas lipat selain menggunakan plastik biasa juga  bisa menggunakan plastik mika agar tampilan lebih mewah. Kemasan plastik mika terutama untuk tas lipat yang dijadikan sebagai produk souvenir dengan tambahan aplikasi pita pada kemasan.