Selama Pandemi Penjualan Dailybox 80% dari Pesan Antar

0
4

Dailybox berkembang pesat sejak berdiri di tahun 2018. Kelvin Subowo, co founder dan CEO Dailybox menjelaskan sebelumnya ia merintis usaha di bidang kuliner pada 2012 dengan membuka usaha makanan kecil- kecilan.

“Tahun 2017 kami lihat pertumbuhan jasa pesan online sangat pesat. Dari sanalah kami dirikan Dailybox tahun 2018 dengan konsep masakan rumahan. Yang kami tawarkan adalah kepraktisan dan harga yang terjangkau. Kami kerjasama dengan Chef Juna dan Chef Renatta untuk menghadirkan menu rumahan dengan harga yang terjangkau dan dengan variasi menu rumahan,” jelasnya.

Dailybox yang sebelumnya memasarkan menu secara offline, saat ini sudah masuk ke pemasaran online. “Kalau di offline atau resto, jumlah omset kita tergantung dengan jumlah tempat duduk yang tersedia. Kalau di online pasarnya lebih luas dan jasa pesan antar online di Indonesia pertumbuhannya masih kecil dibandingkan negara lain. Jadi potensinya masih sangat luas. Dengan kondisi pandemi saat ini, order makanan melalui aplikasi banyak diminati,” tambahnya.

Ia pun mengatakan bahwa dalam usaha kita harus membuat target secara terukur. Semakin banyak target yang ingin kita tuju akan membuang sumber daya yang kita miliki. Untuk itu kita harus benar- benar pastikan target dan strategi yang kita lakukan benar-benar terukur dan terarah.

Seperti halnya Dailybox yang fokus pada target pasar karyawan karena yang ditawarkan adalah kepraktisan dan harga terjangkau. “Karyawan dengan waktu makan siang hanya 1 jam tentu membutuhkan kecepatan dan keramahan kantong. Maka dari itu strategi marketing kita sangat fokus pada pekerja atau karyawan,” paparnya.

Saat ini ada 55 outlet Dailybox dan belum membuka franchise karena benar-benar fokus pada kualitas. “Strategi Dailybox untuk bisa melakukan ekspansi cepat adalah kami benar- benar fokus pada target pasar kami yaitu karyawan kantoran,” ujarnya.

Di masa pandemi ini strategi pemasaran Daily Box dengan menerapkan kolaborasi dengan chef Juna dan chef Renatta serta Youtuber. Ini yang membedakan Dailybox dengan pesaing.

Sosial media juga memegang peran sangat penting, termasuk visual produk dalam meningkatkan omset penjualan. Dailybox juga melakukan ekspansi melalui Grab Food untuk mendapat jangkauan pasar lebih luas. Saat ini sekira 80% omset Dailybox dari jasa pesan antar online, dan 20% dari offline atau makan di tempat.