Brand Sepatu Lokal Chevalier Tembus Pasar Asia, Australia, Eropa hingga Amerika

0
1

Brand sepatu lokal Chevalier sukses menembus pasar ekspor hingga Asia, Australia, Eropa dan Amerika. Pemilik dan pendiri Chevalier, Egar Putra Bahtera mengungkapkan tiga strategi utama memasarkan produknya hingga ke luar negeri, yakni dengan memperkuat riset, kualitas dan kolaborasi.

Usaha yang berdiri sejak 2011 ini menghadapi beberapa tantangan, salah satunya harga jual. Pasalnya, sepatu kulit lokal yang dijualnya merupakan produk premium. Pada awal berdiri kisaran harganya sudah sekira Rp 900 ribu sampai Rp 5 juta. Produk termahalnya ini berbahan kulit kuda yang diimpor dari Italia. Pesaingnya juga cukup banyak terutama dari brand besar.

Egar mengatakan, pada 2012 pihaknya sempat berkolaborasi dengan The Goods Dept. untuk memajang dan menjual sepatu. Tak lama berselang, datang tawaran dari seorang mitra untuk memasarkan produknya di Singapura. Lalu, pada 2013-2014, tawaran ekspor lintas benua juga datang dari Australia dan berlanjut ke Amerika Serikat (AS).  Pasar ini berhasil dirambah berkat pemasaran produk yang meluas dari sosial media, pameran fesyen serta tawaran kerja sama group buying AS dan Australia.

Usahanya semakin berkembang, karena banyak konsumen merasa puas dan memberi testimoni positif sehingga menarik pembeli lain untuk mencoba. Meski begitu, pandemi diakui ikut berdampak terhadap ekspor sepatunya akibat karantina wilayah (lockdown) di negara pemesan.