DiKios Bikin Warung Bersaing dengan Retail Modern

0
8

PT Digital UMKM Indonesia bergerak di bidang solusi aplikasi untuk retail dan penyedia total solusi kios digital modern. Peluang usaha ditawarkan PT Digital UMKM Indonesia untuk dapat membuka usaha warung yang mampu bersaing dengan retail modern dalam program DiKios.

Direktur PT Digital UMKM Indonesia Rizal Mulyana mengatakan program DiKios membuka peluang bagi masyarakat yang terdampak krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Para pekerja yang kehilangan pendapatan akibat terkena imbas PHK, atau para pensiunan, dapat mulai mengikuti program ini.

“Pada saat-saat krisis seperti ini kita harus memaksimalkan potensi yang kita miliki. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat memanfaatkan space yang tidak terpakai di rumah, garasi yang tidak terpakai, lahan yang terbengkalai selama ini, ayo kita berdayakan dengan membuka warung,” kata Rizal melalui keterangan tertulis pada Kamis (15/10/2020).

Melalui program DiKios, warung-warung tradisional diharapkan dapat bersaing dengan retail minimarket dan memiliki akses untuk membeli barang dengan harga yang kompetitif. program DiKios juga bertujuan mengedukasi masyarakat untuk go digital, go cashless, serta membantu perbankan agar dapat menjangkau hingga ke pelosok-pelosok daerah dengan menjadikan warung diKios sebagai agen laku pandai. Konsep ini sendiri tengah digencarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.

Syarat untuk mengikuti program DiKios cukup mudah. Masyarakat tidak perlu menyiapkan ruko atau ruang yang besar, tetapi cukup menyiapkan ruang minimal seluas 2,5 meter x 2,5 meter. Properti tersebut harus milik sendiri agar pemilik warung tidak dibebani biaya sewa.

Untuk modal awal, masyarakat hanya perlu menyetorkan modal Rp25 juta. Modal sebesar itu bisa dengan mengajukan pinjaman permodalan melalui perbankan. “Kami PT Digital UMKM Indonesia menggandeng perbankan untuk pinjaman permodalan ini jika syarat kepemilikan ruang usaha sudah terpenuhi. Apalagi pemerintah sedang gencar membantu permodalan masyarakat dengan kredit KUR (Kredit Usaha Rakyat), atau kredit PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), selain bisa dengan pendanaan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta CSR perusahaan,” jelasnya.

Program Warung Modern Digital DiKios telah bekerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (Bank BJB). PT Digital UMKM Indonesia akan menggandeng bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yaitu Bank Mandiri, BRI, Bank BNI, dan Bank BTN.

“Ini peluang bagi masyarakat untuk membuka warung yang dapat bersaing dengan toko retail modern. DiKios memutus mata rantai panjang jalur distribusi barang ke warung-warung tradisional yang dulunya bisa sangat berjenjang, menjadi langsung dari pabrik dan distributor ke warung-warung tradisional yang tergabung di DiKios,” jelas Rizal.

Aplikasi DiKios ini melakukan efisiensi waktu dan biaya yang harus dikeluarkan oleh pemilik usaha, karena sistem pemesanan dan pengelolaan warungnya cukup dilakukan dengan menggunakan aplikasi.

“Warung-warung DiKios ini dilengkapi dengan device digital untuk pemesanan barang, selain itu juga bisa difungsikan untuk menjual pulsa handphone, pengisian pulsa listrik, bahkan untuk top up kartu e-money (e-toll),” jelasnya.

Nantinya PT Digital UMKM Indonesia juga memberi pelatihan service excellent bagi warung-warung diKios agar dapat memberi pelayanan yang baik untuk konsumen serta mampu menyiapkan sistem penataan display produk yang baik dan menarik.

Aplikasi DiKios juga sejalan dengan program “Belanja di Warung Tetangga” yang diinisiasi Kementerian Koperasi dan UKM yang diluncurkan pada April 2020. Masyarakat harus tetap memiliki pendapatan di tengah pandemi ini, dan warung tradisional dapat bersaing dengan retail modern,” ujarnya.

Rizal berharap program ini dapat menjadi solusi finansial bagi masyarakat di semua lapisan agar mampu bertahan di tengah krisis pandemi saat ini. Tentunya hal ini sejalan dengan target pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional.