Sepatu Couple Family Rambah Pasar Malaysia dan Singapura

0
351
Dok: gemskids (@gemskids) | Twitter

Ingin mendandani sang buah hati yang baru berumur satu tahun dengan tampilan stylish, membuat Gristi Putria Miranti bingung mencari produk-produk fesyen anak yang sesuai dengan keinginan. Khususnya sepatu, ia ingin mencari sepatu yang beda dari pasaran yang hanya dihiasi dengan boneka-boneka seperti beruang atau buah-buahan. Saat itu ia tertarik dengan sepatu anak yang mirip dengan desain sepatu dewasa brand impor yang harganya cukup mahal.

Dari situlah Gristi terinspirasi membuat sepatu anak dengan desain mirip sepatu dewasa. Kebetulan saat itu adiknya mempunyai kenalan seorang pengrajin sepatu di Bandung, di sanalah ia memesan sepatu anak dengan desainnya. “Saat dipakai anak saya, ternyata banyak teman yang tertarik dengan sepatu desain saya ini. Dari sana saya pun berpikir produk ini bisa dibisnisin. Memang dasarnya otak saya, otak bisnis sih,” ceritanya.

Wanita yang akrab disapa Isti ini pun mulai fokus menjalankan usaha pembuatan sepatu dengan modal Rp 30 juta, yang digunakan untuk membeli bahan baku, peralatan usaha, dan biaya pengrajin sepatu. Seiring waktu, ia pun tertarik menciptakan produk sepatu kembaran dengan anak, dan saat itulah ia membuat sepatu couple ibu dan anak yang ternyata sangat disukai para konsumen.

Sepatu Couple Family. Yang menjadikan sepatu couple ala Gems Kids istimewa, Isti mendesain sepatu-sepatu couple tersebut dengan cermat sehingga cocok dan serasi saat dikanakan para orangtua dan anak mereka. “Untuk sepatu anak-anak, benar seperti replika sepatu orang dewasa, namun dalam bentuk lebih kecil. Jadi saat dipakai sekeluarga, terlihat serasi dan menarik,” ujar Isti.

Menariknya lagi, istri dari Faisal Faidil ini menawarkan banyak ukuran, mulai dari 18 hingga 45. Menurutnya, dibandingkan pelaku usaha sejenis lainnya, ia berani membuat banyak ukuran sepatu demi menunjang kepuasan konsumen. Ditambahkannya, dengan banyak nomor ukuran sepatu, konsumen mudah memilih desain sepatu untuk satu keluarga. Awalnya Isti hanya membuat sepatu couple ibu dan anak, namun banyak permintaan untuk membuat sepatu kembaran untuk ayah.

Dari segi harga masih terbilang sangat terjangkau. Sepatu anak dijual dengan harga Rp 225 ribu per pasang, sandal anak Rp 205 ribu per pasang, sepatu wanita Rp 275 ribu per pasang, sandal wanita Rp 245 ribu per pasang, dan sepatu pria Rp 300 ribu per pasang. Saat ini Isti juga melayani pemesanan sepatu wedges untuk wanita, dengan tambahan biaya Rp 50 ribu per pasang.

Dari semua desain sepatu yang dibuatnya, model sepatu yang paling banyak peminat saat ini adalah sepatu slip on. “Produk saya memang kebanyakan flat shoes, karena mengingat konsumen utamanya adalah anak-anak. Dan  flat shoes merupakan alas kaki paling nyaman untuk mereka,” ujar wanita kelahiran 31 tahun lalu ini.

Selain produk sepatu couple, Isti juga tengah memproduksi tas couple untuk orang tua dan anak. Ada empat ukuran tas couple, mulai daru M, S, L, dan XL. Untuk harganya sangat terjangkau, yakni tas ukuran M seharga Rp 145 ribu per pieces, dan penambahan Rp 10 ribu di setiap ukuran di atasnya.

Nyaman Dipakai. Keunggulan sepatu couple Gems Kids tidak sebatas desain dan bahan baku, tetapi juga kualitas produk. Isti berani menjamin mutu sepatunya, mulai dari kerapian jahitan, hingga kekuatan dari sepatu tersebut. “Produk kita semuanya terlihat kokoh dan kuat, tapi sangat ringan dan empuk kalau dibuat jalan,” ujar Isti.

Pada bagian alas dalam sepatu Gems Kids pun dilengkapi dengan busa yang membentuk telapak kaki, dan ini pastinya membuat pemakai sepatu tersebut akan tetap nyaman saat melangkah. Tidak hanya itu, bagian sol sepatu, dirancang dengan menggunakan bahan baku busa dan sol anti selip, sehingga bila dipakai pada jalanan licin, pemakai tidak akan terjatuh.

Dari awal membuat usaha produksi dan penjualan sepatu, Isti memang sudah berkomitmen untuk menjaga kualitas produk. Baginya, kepercayaan pelanggan merupakan nilai plus dari produknya. Dan hal itu pun akan berpengaruh pada penjualan berikutnya. “Terlebih produk sepatu saya ada yang khusus anak-anak. Jadi memang harus dikedepankan kenyamanan saat dipakai. Agar tidak membuat kaki lecet pada anak yang aktif berkegiatan,” ujarnya.

Pengrajin Berkualitas. Demi menjaga kualitas, Isti tidak segan-segan mencari pengrajin sepatu yang berkualitas. Bahkan berhari-hari, ia melakukan seleksi pengrajin dalam setiap produk yang dihasilkannya. Tempat workshop pembuatan sepatu Gems Kids berada di daerah Banjaran, Bandung, tempat para pengrajinnya.

Meskipun tidak terjun langsung dalam pembuatan sepatu, tetapi Isti terus memantau proses pembuatan sepatu Gems Kids. Bahkan agar sepatu sesuai keinginan, ia tidak segan-segan membeli semua kebutuhan produksi, mulai dari kain sepatu, hingga sol sepatu. “Pokoknya setiap sebulan sekali atau dua kali, kita selalu beli bahan baku di daerah Cibaduyut Bandung. Khususnya untuk bahan kain dengan motif yang baru dan unik,” ujarnya.

Dan agar sepatu terasa kuat dan kokoh, serta awet, biasanya dalam proses perangkaian dan pemasangan upper sepatu dengan sol sepatu, selain lem super kuat juga menggunakan paku-paku kecil, agar sepatu yang dihasilkan tidak mudah rusak, dan akan awet. Setelah proses finishing, Isti pasti selalu memeriksa kondisi sepatu, seperti kerapian jahitan, kekuatan dari sepatu, bahkan bila ada sisa-sisa lem atau kotoran yang menempel pada sepatu, ia akan langsung membersihkan.

Saat ini Isti memiliki lima orang pengrajin sepatu dengan tugas yang berbeda, mulai dari yang membuat pola desain pada kain, bagian pemotongan kain dan sol sepatu, hingga bagian perangkaian bahan sampai menjadi produk sepatu yang utuh. Dalam seminggu, Isti menargetkan pembuatan sepatu maksimal 100 pieces. “Pengrajin kita masih sedikit, kalau diforsir memproduksi banyak sepatu, takut hasilnya kurang memuaskan,” ujarnya.

Sistem Pre-Order. Dalam proses pemesanan sepatu Gems Kids couple family, Isti memang memberlakukan sistem pre-order, tanpa menyetok produk. “Saya membuat produk dengan banyak ukuran, kalau saya stock  semua ukuran untuk banyak model, takutnya ada beberapa yang nggak pas dengan keinginan konsumen. Soalnya mereka suka pesan satu paket sepasang sepatu couple,” katanya. Ready stock biasanya produk master yang digunakan sebagai display saat pameran. Dalam sistem pre order ini, ia menjanjikan waktu pengerjaan antara 2-4 minggu, tergantung banyaknya pemesanan yang ada.

Dalam memproduksi desain sepatu, Isti belum bisa menerima custom model dari konsumen. Menurutnya, hal tersebut cukup riskan karena bisa megecewakan konsumen bila produk yang dipesan tidak sesuai harapan. Untuk pemesanan custom biasanya lebih kepada penggunaan bahan baku serta pemilihan warna dan motif.

Strategi Pemasaran. Di awal usaha, Isti mempromosikan sepatunya dengan meng-endorse dirinya dan anak perempuannya. “Jadi ke mana-mana kami selalu menggunakan sepatu couple. Dari sanalah banyak teman-teman saya yang tertarik dan memesan sepatu kembaran dengan anak mereka,” ujar ibu dua putri ini.

Merasa mendapatkan respon yang positif, Isti pun memberanikan diri berpromosi lewat media online, seperti Instagram, Twitter, dan Facebook. Tak disangka, dari pemasaran online tersebut, sepatu Gems Kids disukai banyak orang. Dan hingga kini, pemasaran Gems Kids sudah memiliki banyak pelanggan loyal di seluruh Indonesia, bahkan beberapa pemesanan datang dari Malaysia dan Singapura.

Dalam pemasaran media online, Isti memiliki strategi khusus agar produknya bisa dikenal secara luas, dengan rajin posting dan kerap meng-endorse Selebgram, yakni akun instagram yang memiliki banyak followers. Tak hanya itu, agar produknya lebih cepat dikenal secara luas, ia juga menawarkan sistem kerja sama reseller dengan syarat pembelian minimal dua lusin. “Pembelian dua lusin bisa campur desain dan nomor, asal dengan lima nomor yang berurutan,” ujarnya. Dengan menjadi reseller akan mendapatkan keuntungan potongan harga 10-40 persen.

Dengan kualitas yang baik dan desain yang selalu update, tak heran dalam sebulan sepatu buatan Isti laris terjual hingga 150 pasang, atau omset hingga Rp 40 juta dengan keuntungan 60 persen, yakni sebesar Rp 24 juta per bulan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.