Usaha-Usaha Beromset ‘Wah’ Saat Ramadan dan Lebaran

0
350

Momen Lebaran menjadi salah satu yang paling ditunggu para pelaku usaha produk-produk muslim. Hal ini dikarenakan jelang Lebaran banyak masyarakat yang mencari kebutuhan puasa dan Lebaran seperti busana muslim, peralatan sholat, hingga kue kering. Dengan perolehan omset yang melejit, menjadi alasan banyak pelaku usaha yang berlomba-lomba menawarkan berbagai produk kebutuhan muslim dengan inovasi baru. Seperti apa inovasi dan hasil yang mereka peroleh selama dan jelang Lebaran?

 

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, momen-momen hari raya besar seperti Lebaran disambut sangat antusias bagi banyak orang. Hampir semua masyarakat muslim akan menyiapkan segala kebutuhan untuk puasa dan lebaran. Hal inilah yang membuat permintaan kebutuhan Ramadan dan Lebaran meningkat hingga 100 persen lebih. Momen keberkahan inilah yang banyak ditunggu beberapa pelaku usaha. Hal inilah yang membuat berbagai peluang usaha bermunculan saat menjelang Lebaran.

Inovasi. Meskipun kebutuhan lebaran setiap tahunnya selalu sama, bukan berati para pelaku usaha harus memproduksi produk-produk yang memang sudah ada sejak lama. ada baiknya pelaku usaha membuat inovasi-inovasi baru yang membuat produknya terlihat lebih fresh daripada produk kebanyakan. Seperti yang dilakukan Rani Nur Aini, owner Ranuni Syar’i, yang memproduksi fesyen muslimah syar’i..

Diakui mereka, desain mukena yang itu-itu saja menginspirasi untuk membuat mukena dengan desain yang berbeda dan pastinya eksklusif. “Komitmen kami adalah menciptakan busana syar’i  yang nyaman digunakan namun memiliki desain eksklusif. Jadi desain yang kami buat tidak pasaran, dan bahan baku yang digunakan merupakan bahan baku yang eksklusif, sehingga menciptakan produk dengan fesyen modern,” jelas Rani Nur Aini. Dengan membuat gebrakan baru dalam desain mukena, membuat produknya tak hanya digemari pasar nasional, tetapi juga luar negeri.

Inovasi lain juga ditampilkan oleh Rosipin, produsen Baju Koko brand Al Zitas. Ia memproduksi aneka baju koko dengan desain yang sangat eksklusif, yakni memadukan kain katun import dengan kain tradisional seperti batik dan tenun. Dengan inovasi yang diberikannya, produk baju koko Abee tidak hanya bisa digunakan untuk kegiatan ibadah saja, tetapi juga bisa dikenakan di acara formal maupun santai.

Jika ingin menembus pasar eksport, ada baiknya pelaku usaha berinovasi mengubah produk lama menjadi baru. Hal inilah yang mebuat Renato Akbar, owner Universa Sajadah membuat sajadah unik yang belum pernah ada di pasaran, yakni sajadah dari kulit sintetis. Tak ada yang menyangka, meskipun memiliki desain simple yakni sajad kulit sintetis dengan aksen tali rumpai di bagian atas dan bawah sisinya, mampu menembus pasar nasional hingga mancanegara seperti Malaysia, Singapur, China, USA dan Prancis.

Sedangkan untuk usaha fesyen, pelaku usaha harus sering meng-update perkembangan fesyen baik dalam negeri maupun luar negeri. Khususnya untuk fesyen muslim yang saat ini berkembang pesat di Indonesia, bahkan fesyen muslim Indonesia tengah menjadi sorotan dan kiblat muslim luar negeri.

Tahun lalu fesyen muslim yang lagi booming adalah penggunaan pashmina sebagai penutup kepala dan gamis serta celana hareem sebagai busananya. Namun untuk saat ini tengah berkembang fesyen muslim konspe syar’i, yakni busana muslim yang lebih menutup lekukan tubuh. Biasanya fesyen muslim syar’i lebih megarah pada baju gamis dengan jilbab khimar yaitu jilbab besar yang menutup bagian dada hingga perut.

Oleh karena itulah Fenty Aprilita, pemilik Fenty Collection pun memproduksi busana muslim syar’i. ”saat ini pelaku usaha  busana syar’i memang masih sedikit. Namun mengingat permintaannya yang semakin banyak, pasti ke depannya akan memunculkan brand-brand baru.  Jadi kita pun harus memberikan ciri khas tersendiri dan selalu memperbaharui desainnya,” terang Fenti Aprilita.

Omset Berlipat. Tidak dimungkiri, jelang Ramadan dan lebaran, semua kebutuhan umat muslim menyambut hari spesial mengalami peningkatan dalam hal permintaan pasar. Bahkan bisa mencapai 2-4 kali lipat dari bulan biasa. “Bisnis yang mengalami peningkatan penjualan jelang lebaran adalah fesyen muslimah, peralatan ibadah, kue kering, hingga penjualan tiket kendaraan umum untuk mudik,” jelas Bambang Wahyu Purnomo.

Bagi pelaku usaha di bidang tersebut, moment lebaran memang menjadi keberkahan tersendiri bagi bisnis mereka. Menurut Muhammad Yuhanafie, pemilik brand Ummu Muhammad Collection (UMC). Pemesanan produk busana muslimnya bisa meningkat hingga dua kali lipat. Bahkan tiga bulan sebelum lebaran, mereka sudah kebanjiran orderan. Hal ini dikarenakan banyak konsumen yang berlomba-lomba menyiapkan kebutuhan lebaran jauh-jauh hari.

Hal senada juga dirasakan Rya Ratna, Owner Nyla Hijab, yang 3-4 bulan sebelum lebaran sudah mulai berproduksi, agar bisa memenuhi permintaan konsumen yang membludak. “Saat lebaran, permintaan pasar bisa mencapai tiga kali lipat. Bukan dari dalam negeri saja, ada permesanan produk hingga luar negeri. Jadi untuk berjaga-jaga agar tidak over permintaan, saya pun sudah mulai memproduksi jauh-jauh hari,” jelasnya.

Tak hanya dari industri fesyen saja, peningkatan penjualan juga dirasakan pelaku usaha yang bergerak di bidang kuliner, khususnya pada produk kue lebaran. Kudapan jenis tersebut memang terasa wajib disuguhkan masyarakat untuk menyambut kerabat dan keluarga yang mengunjungi rumahnya saat lebaran. Jadi tak heran, bila permintaan pasar kue kering untuk lebaran bisa melonjak drastis.

Hal ini dirasakan Rexy Raudha dan Fitria Heryani, pemilik Cookico. Diungkapkannya, untuk menyambut hari raya lebaran, ia sudah menyiapkan produksi hingga 10 kali lipat. “Permintaan pasar bukan hanya kue kering satuan, tetapi ada dari mereka pesan per paket dalam bentuk parcel atau box. Biasanya poduk tersebut akan diberikan sebagai gift lebaran bagi relasi kerja ataupun keluarga,” jelasnya.

Strategi Marketing. Ada banyak promosi dan pemasaran usaha yang bisa dilakukan oleh para pelaku usaha. terlebih untuk saat ini, mereka sangat dimanjakan dengan  adanya internet yang mampu menjangkau pasar hingga luas. Menurut Godho Tjahjono, keterlibatan media online saat ini bisa membantu pelaku usaha mengembangkan usahanya secara luas, apalagi saat ini suidah banyak media sosial seperti facebook, instagram, dan twitter yang menjadi media pemasaran efektif.

Maraknya pemasaran usaha melalui media online, tak juga membuat promosi dan pemasaran secara konvensional ditinggal para pelaku usaha. “Pemasaran dengan cara membuka toko, stand di pameran, maupun memasarkan langsung ke konsumen masih memiliki keunggulan tersendiri untuk mempromosikan sebuah produk. Maka dari itu masih banyak pelaku usaha yang menjalankannya,” terang Godho Tjahjono.

Selain pemasaran secara online mupun konvensional, ada baiknya pelaku usaha juga membuka kerjasama keagenan. Karena dengan adanya “tangan kanan” mereka di beberapa daerah, akan sangat membantu penyebaran produk secara luas, bahkan hingga ke pelosok. Jadi dengan kata lain, disarankan Godho Tjahjono, pelaku usaha harus benar-benar bisa memanfaatkan media pemasaran apa saja. pelaku usaha harus bis mencari celah untuk mengembangkan usahanya.

Jelang lebaran saat ini, sangat disadari mampu menciptakan persaingan yang sangat ketat. Hal ini dibuktikan dengan banyak bermunculan pelaku usaha ‘musiman’ yang menjual berbagai kebutuhan puasa dan lebaran. Bahkan pelaku usaha yang tidak pernah menjajal usaha-usaha kebutuhan lebaran di bulan-bulan lain, turut serta meramaikan pasar.

Naun hal itu jangan dijadikan kekawatiran tersendiri bagi pelaku usaha, karena dengan terus menjaga kualitas dan nama baik brand, maka konsumen akan tetap percaya dengan produknya. “Selain itu, meskipun banyak pelaku usaha musiman, omset yang diterima pelaku usaha asli akan tetap melonjak. Hal ini karena kebutuhan masyarakat mengenai produk-produk lebaran juga meningkat drastic,” jelas Godo Tjahjono.

Ingin tahu seperti apa seluk beluk usaha yang booming saat lebaran? Serta bagaiamana cara pelaku usahanya mampu meraup omset yang berlipat, bahkan masih bisa eksis di bulan-bulan lainnya? Jadi jangan lewatkan halaman-halaman berikut yang memuat profil sukses pelaku usaha yang bisa Anda tiru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.