Bisnis Packaging Box Bisa Untung hingga 91%

0
2744
dok desainarena.com

 

Ketatnya persaingan usaha, menuntut pelaku usaha untuk terus berkreasi dan membuat sesuatu yang berbeda. Karena itu, banyak pelaku usaha lebih memilih mengubah tampilan kemasan/packaging daripada harus mengubah produknya sendiri. Karena dengan packaging yang berbentuk unik dan beda konsumen pasti akan tertarik dan membeli produk yang dibuat.

Peran yang sangat penting dari sebuah packaging inilah yang mendorong Yeni untuk terjun ke usaha pembuatan packaging.

Keistimewaan datau keunikan packaging dengan brand BOX inc milik Yeni ini terutama karena bentuknya yang tidak biasa dan multifungsi.

“Bila biasanya kemasan hanya berbentuk kotak biasa, namun kotak kemasan yang saya buat memiliki bentuk yang berbeda seperti misalnya produk yang paling banyak diminati ialah packaging bentuk pigura di mana produk bisa diletakkan di dalam box sehingga bisa dilihat seperti halnya foto,“ jelas Yeni.

Satu lagi keunggulan produk yang dibuat Yeni, yaitu fungsinya yang selain digunakan sebagai kemasan suatu produk juga bisa sebagai pajangan atau hiasan di dalam rumah.

Ketika awal memulai usaha, Yeni mengeluarkan modal yang tidak besar yaitu hanya sekitar Rp 500 ribu. Modal tersebut digunakan untuk membeli berbagai bahan baku pembuatan kemasan kotak seperti yellow board, pita, kertas kado, kain perca dan berbagai bahan baku lainnya. Yeni mengerjakan semua produk packaging-nya masih di kediamannya sendiri, daerah Kemanggisan, Jakarta Barat.

Kreasi Box Kemasan. Semua kemasan yang dibuat Yeni memiliki bentuk dasar yang hampir sama yaitu kotak/box. Namun Box yang dibuat sangat berbeda dengan box kebanyakan yang ada di pasaran yang hanya mengandalkan pita sebagai aksesorisnya.

“Kemasan box yang saya buat memang kebanyakan adalah pesanan konsumen yang ingin dibuatkan kemasan yang unik seperti berbentuk laci, koper, kotak surat, pigura dan lain sebagainya,” ujar Yeni.

Kotak-kotak box ini ukurannya bermacam-macam, dari ukuran yang paling kecil 5x5x3,5 cm hingga yang paling besar 40x35x15 cm, serta kemasan berbentuk laci berukuran 20x14x8,5 cm. Kotak-kotak kemasan kreatif buatan Yeni ini dari penampilannya cukup artistik sehingga cocok dijadikan pajangan atau pernak-pernik menghiasi ruangan, seperti di atas meja atau dinding kamar, bila sudah tidak digunakan sebagai kemasan.

“Seperti packaging berbentuk aquarium yang pernah saya buat lengkap dengan pasir dan juga kerang di dalamnya, dan juga packaging pigura yang saat ini banyak diminati pasar,” jelasnya.

Harga yang ditawarkan Yeni sangat tergantung pada ukuran dan kerumitan pembuatan kotak packaging, dengan kisaran Rp 8 ribu per buah untuk ukuran yang paling kecil, dan ukuran yang terbesar sebesar Rp 3 ribu per buah.

“Selain ukuran, harga yang saya tawarkan juga tergantung kerumitan bentuk dan bahan baku yang digunakan,” ungkapnya.

Pembuatan. Sebelum proses pembuatan, sebaiknya dipersiapkan alat-alat dan bahan-bahan yang diperlukan. Bahan utamanya adalah yellow board paper, lem, gunting, selotip, pensil, kain perca sebagai aplikasinya dan lain-lain. Pertama-tama buat pola kemasan di atas kertas yellow board sesuai dengan produk yang akan dikemas. Lalu potong atau gunting kerta pola tersebut, kemudian dilipat sesuai alur gambar yang telah dibuat.

Untuk memperkuat sambungan antarbagian sehingga tidak mudah lepas, biasanya mempergunaakan lem seperti lem kertas, lem UHU, lem kayu dan perekat lainnya.

Setelah berbentuk seperti yang diinginkan, langkah berikutnya ialah menghias kemasan agar lebih cantik, semisal menambahkan tali, ataupun kain perca pada beberapa bagian kemasan. Bila telah sesuai dengan bentuk yang diingikan maka kemasan pun siap digunakan. Lamanya proses pembuatan kemasan ini sangat tergantung pada tingkat kerumitan bentuk dan model kemasan yang dibuat.

Promosi dan Pemasaran. Sejak awal menjalankan usaha Yeni melakukan beberapa cara promosi yaitu melalui pemasaran langsung dan juga dengan menggunakan media online internet. Untuk pemasaran langsung, Yeni kerap menawarkan produknya ke beberapa sahabat maupun teman dan kerabat. Tidak ketinggalan Yeni juga memanfaatkan berbagai event untuk memasarkan produknya seperti bazaar, pameran dan lain sebagainya.

Karena Yeni mengerjakan semua pesanan sendiri, maka kepada konsumen ia meminta untuk memesan packaging minimal 1-2 minggu sebelumnya. Selain itu Yeni juga memberlakukan sistem pembayaran uang muka (DP) sebesar 50% ketika di awal pemesanan, dan sisanya dilunasi ketika produk telah selesai dibuat. Dalam sebulan Yeni mampu membuat minimal 40 box kemasan, atau omset sekitar Rp 3,2 juta dengan keuntungan yang sangat besar, yaitu sekitar 90%.

Bahan baku yang diperlukan Yeni untuk membuat pesanan sebanyak itu, antara lain kertas yellow board seharga Rp 176 ribu, kertas warna Rp 20 ribu, lem Rp 20 ribu, kertas kado Rp 8 ribu, kain perca/bludru Rp 18 ribu dan berbagai pengeluaran lainnya. Yeni tidak pernah membatasi minimal pemesanan, tapi seandainya ada yang memesan dalam jumlah ratusan akan dekenakan minimal pemesanan 200 pcs, dan juga mendapatkan potongan harga hingga 15%.

Prospek dan Kendala. Yeni sangat optimis prospek usaha packaging kreatif miliknya akan sangat bagus ke depan karena tidak sedikit orang yang membutuhkan kemasan untuk berbagai keperluan. Apalagi dengan bentuk yang unik dan berbeda dari kemasan lainnya membuat produk semacam ini makin banyak dicari.

Yeni menemukan beberapa kendala dalam menjalankan usahanya, seperti sulitnya mencari sumber daya manusia atau tenaga terampil yang bisa mengaplikasikan ide-ide kreatifnya.

“Belum ada yang cocok, karena untuk pengerjaannya dibutuhkan ketelitian, kesabaran, juga kerapian, makanya sangat dibutuhkan orang yang menyukai art,” tutur nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.