Action Figures Lokal Berbahan Clay Diminati Pasar Mancanegara

0
454
dok dictio.id

 

Berlatar belakang pendidikan desain seni rupa dari Universitas Trisakti, Jakarta Hendra sangat akrab dengan berbagai bentuk dan gambar yang memiliki nilai seni tinggi. Karena itu, Hendra yang juga memiliki hobi mengoleksi berbagai tokoh yang ada di dalam film maupun cerita (action figure) ini pun mencoba membuat tokoh idolanya sendiri.

Dengan kemampuan yang dimilikinya tersebut Hendra bersama kedua temannya Irwanto dan Ivonne Cecilia mencoba untuk mengikut sertakan beberapa action figure yang dimilikinya seperti Spiderman, Dragon Ball, Venom dan berbagai mainan lainnya dalam pameran mainan (Toys Fair) tahunan yang menampilkan berbagai macam mainan kreatif yang diadakan di Jakarta.

Tidak disangka, dengan desain mainan yang sangat mirip seperti tokoh aslinya membuat action figure statue yang dibuat Hendra banyak diminati oleh pengunjung pameran. “Animo pengunjung pameran sangat bagus dan dari situ kami berfikir untuk menekuni usaha pembuatan action figure ini,” ujar Hendra saat ditemui di workshop-nya di daerah Bintaro, Jakarta Selatan.

Dalam merintis usahanya tersebut, Hendra mengeluarkan modal sebesar Rp 5,1 juta yang digunakan untuk membeli peralatan seperti kompresor besar, kompresor pot, kompresor medium, paint brush, dan bahan baku seperti clay atau bahan yang berbentuk seperti lilin yang dapat dibentuk dan dapat mengeras, kawat sebagai rangka, resin dan lain sebagainya. Setelah mengikuti pameran tersebut, Hendra bersama kedua orang rekannya mendapat banyak pesanan pembuatan action figure  sehingga mereka pun terus menambah produksinya.

Berbagai bentuk action figure yang sangat mirip seperti tokoh aslinya mulai dari bentuk tubuh, warna hingga detail lekuk tubuhnya membuat produk yang dibuat Hendra banyak diminati oleh para pencinta action figure tanah air bahkan hingga ke luar negeri. Dalam sebulan, Hendra bisa menjual 6 action figure dengan omset sekitar Rp 10,2 juta.

Tokoh Lokal. Action figure statue ialah sebuah patung yang berbentuk menyerupai tokoh animasi dalam film maupun dalam cerita yang dibuat dalam bentuk yang lebih kecil sehingga dapat digunakan sebagai pajangan rumah. Tokoh-tokoh action figure saat ini kebanyakan adalah tokoh animasi dari luar negeri seperti Batman, Superman, Spiderman, Dragon ball, dan sebagainya.

Namun beda halnya dengan produk figure statue yang dibuat Hendra, selain membuat action figure luar, Hendra saat ini lebih banyak membuat action figure lokal yang kabanyakan adalah tokoh pewayangan seperti Hanoman, Kurawa, Gatot Kaca dan Amadilo yang menyerupai hewan tringgiling. Diakui Hendra, action figure buatannya memiliki perbandingan atau berskala 1:6 atau 1:9 dari ukuran aslinya.

Selain membuat action figure kreasi sendiri, Hendra juga membuat prototype berdasarkan pesanan dari konsumen. Seperti contoh prototype yang dipesan untuk pengantin dan terakhir ia juga menerima pesanan dari salah satu customer-nya berupa figure statue berbentuk naga.

Harga yang ditawarkan untuk action figure buatan Hendra berkisar Rp 1,7 juta. sedangkan untuk pesanan dari konsumen sekitar Rp 2,5 juta. Diakui Hendra, harga ini sepadan dengan tingkat kesulitan dalam proses pembuatannya.

Proses produksi. Sebelum melangkah untuk membuat action figure statue ini terlebih dahulu menyiapkan beberapa perlengkapan dan bahan baku, seperti kawat sebagai rangka, clay chavant sebagai bahan baku utama pembentuk tubuh action figure, resin sebagai pelapis agar kuat dan mengkilap, silicon sebagai bahan cetakan, cat akrilik, serta wax sebagai bahan pengeras.

Setelah semua bahan baku sudah siap, langkah berikutnya ialah membuat bentuk dasar yaitu dengan menggambar sketsa bentuk figure statue yang ingin dibuat, setelah jadi baru masuk ke proses perangkaian kerangka figure statue dengan menggunakan kawat aluminium. Setelah rangka selesai dibuat, tutup rangka dengan clay serta bentuk clay tersebut hingga menyerupai action figure yang diingikan. “Proses ini membutuhkan ketelitian dan sedikit pengalaman,” jelasnya.

Bila bentuk dasar telah jadi, maka langkah selanjutnya ialah membuat cetakan sebagai tempat wax dengan menggunakan silicon. Apabila cetakan sudah jadi, maka langkah selanjutnya ialah memanaskan wax hingga mencair, lalu letakkan bentuk dasar ke cetakan lalu tuangkan wax ke dalam cetakan secara bertahap mulai dari bagian tangan, kaki, kepala, dan tubuh.

Diamkan selama 1 hari hingga benar-benar mengeras, bila sudah mengeras, ukir action figure untuk mendapatkan detail bentuk yang diingikan. Dan tahap terakhir ialah lapisi cairan resin pada action figure agar lebih kuat dan diamkan selama satu hari. Dan setelah mengeras rapikan action figure dengan cara diamplas dan pahat bagian-bagian yang kurang lalu warnai dengan menggunakan cat yang mengandung akrilik dan diamkan selama satu hari, action figure pun siap untuk dipamerkan.

Untuk membuat action figure statue ini memakan waktu sekitar satu setengah bulan. Hal ini dikarenakan tingkat kesulitan dalam proses produksinya. “Tingkat kesulitannya memang tinggi karena harus betul-betul dibuat secara detail sesuai dengan bentuk aslinya,” terang Hendra.

Selama ini dalam satu bulan Hendra mengeluarkan biaya sebesar Rp 3,8 juta yang digunakan untuk membeli berbagai bahan baku seperti 10 meter kawat alumunium Rp 75 ribu/meter, 5 kg clay Chavant Rp 300 ribu/kg, 10 kg resin Rp 25 ribu/kg, 5 kalong silikon rubber Rp 130 ribu/kg, 6 kaleng cat akrilik Rp 57 ribu/kaleng, 2 kg wax Rp 80 ribu / 1/2kg. Untuk bahan baku seperti cat dan resin bisa di dapat di toko kimia terdekat, sedangkan bahan clay didapat di Toko Buku Gramedia.

Pemasaran. Diakui Hendra selama ini promosi yang dilakukannya ialah dengan cara memberikan info kepada teman-teman yang memang mempunyai hoby mengkoleksi  mainan khususnya untuk action figur. Selain itu, untuk lebih mempromosikan usahanya Hendra juga mengkuti beberapa event pameran seperti toys fair yang kerap diadakan setahun sekali, pameran PPKI (Pekan Produk Kreatif Indonesia), Inacraft, dan sebagainya.

“Setelah mengikuti pameran tersebut animo pasar terhadap produk saya sangat bagus beberapa orang memesan untuk minta dibuatkan action figure idola mereka,” jelasnya.

Menurut Hendra, saat ini sudah ada beberapa pemesan untuk dibuatkan action figure statue dan kebanyakan dari mereka adalah kolektor action figure. “Hanoman dan Kurawa yang masih jarang ada banyak disukai oleh para konsumen,” ungkapnya.

Dengan berbagai sistem pemasaran yang dilakukan, saat ini produk action figure yang dibuat Hendra sudah banyak dipesan konsumen dari berbagai daerah seperti Makassar, Kalimantan, Bandung serta beberapa daerah di Indonesia. Selain dari dalam negeri, ternyata produk buatan Hendra juga disukai oleh konsumen dari luar negeri seperti dari Inggris.

Prosedur pemesanan yang diterapkan Hendra kepada para konsumennya ialah melakukan pembayaran DP sekitar 10% sebagai pengikat transaksi. Setelah pesanan jadi maka konsumen diwajibkan untuk melakukan pelunasan dan setelah itu barang baru dikirim.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.