Rahasia Sukses Usaha Jeans Eksklusif hingga Mancanegara

0
28
jeans (dok elevania.co.id

 

Tidak pernah terbersit di benak Rendi bisa sukses dalam usaha pembuatan celana jeans seperti sekarang ini. Betapa tidak, Rendi yang datang ke Kota Kembang Bandung untuk menuntut ilmu, malah mendapat inspirasi untuk mengembangkan usaha. Seperti diungkapkan mahasiswa jurusan Manajemen Universitas Kristen Maranatha ini, ketika sampai di Bandung ia tergerak ingin menjalankan usaha untuk menambah uang sakunya dan usaha awal yang dijalankannya adalah berjualan bubur ayam di sekitar kampusnya.

Usaha bubur ayam ini tidak berlangsung lama karena Rendi menemui masalah di lokasi tempatnya berjualan, tepatnya Jalan Padjajaran, Bandung Rendi pun menutup usaha buburnya. Namun, sepertinya pada saat itu jiwa wirausaha Rendi sedang menggebu-gebu, tidak kapok dengan kegagalan usaha sebelumnya, ia lalu mulai membuka usaha lain yaitu berjualan bakso, masih di tahun yang sama. Rendi memilih usaha bakso karena makanan ini banyak disukai oleh masyarakat Indonesia.

Ketika sedang menjalankan usaha baksonya, Rendi ditawari untuk menjadi manager marketing di perusahan celana jeans yang dimiliki oleh saudaranya. Pada awalnya Rendi tidak tahu banyak tetang jeans apalagi harganya yang cukup mahal membuat Rendi merasa kesulitan dalam memasarkan produk tersebut. “Namun setelah saya pelajari ternyata celana jeans yang cukup mahal tersebut memiliki pasarnya sendiri,” jelasnya.

Jeans Eksklusif. Setelah memahami seluk beluk tentang usaha celana jeans dan mengetahui pasarnya yang sangat besar, maka Rendi pun memutuskan membuka usaha jeans sendiri. Karena tidak memiliki modal untuk menjalankan usahanya tersebut, maka Rendi pun memberanikan diri untuk meminjam ke bank untuk modal awal usaha. “Akhirnya modal yang saya ajukan disetujui oleh pihak bank dan saya pun mulai merintis usaha pembuatan jeans ini,” ungkap Rendi.

Lebih lanjut diungkapkan Rendi, dipilihnya usaha jeans karena ia melihat hampir semua orang dalam melakukan aktivitasnya memakai celana jeans. Dan dari situ bisa dilihat potensi usaha celana jeans yang sangat luar biasa, tinggal bagaimana pelaku usaha bisa mengelola usaha tersebut.

Sadar banyaknya pelaku usaha sejenis yang lebih dulu ada, maka Rendi pun memutuskan untuk membuat sesuatu yang berbeda pada produk celana jeansnya. Rendi mengklaim produknya memiliki eksklusivitas baik dalam bentuk, bahan maupun modelnya. Artinya, setiap model yang diproduksinya hanya tersedia sekitar 60 pcs dan kalau sudah habis terjual maka model tersebut tidak akan diproduksi lagi, digantikan model-model yang baru. Prinsip ini diterapkan karena dalam menjalankan bisnisnya Rendi tidak ingin sekadar menjual celana, tapi juga menjual konsep. “Bahkan ada model celana jeans yang diproduksi sebanyak 8 pcs saja,” jelasnya.

Agar lebih menarik minat konsumen muda, Rendi mengaplikasikan konsep-konsep unik pada setiap edisi artikel/model celana jeans yang diproduksinya. Sebut saja edisi Go Green, Music, Katy Perry, Cold Play, Naomi, hingga yang terbaru edisi Changemaker. Untuk memperoleh  konsep dari celana jeansnya, Rendi selalu menerima masukan dari para sahabat ataupun mencari di berbagai media.

“Dalam memproduksi sebuah produk, saya berpegang pada dua konsep. Pertama, USP (Unique Selling Point). Artinya, saya membuat konsep yang unik agar produk ini bisa dijual dengan keunikannya tersebut. Kedua, ESP (Emotional Selling Point), yaitu bagaimana caranya supaya konsumen tanpa kita tawarkan pun mau membeli produk kita? Oleh karena  itulah saya menciptakan edisi Katy Perry, Cold Play, Naomi dan lainnya karena mereka memiliki fansnya tersendiri di sini,” paparnya.

Ada beberapa ciri khas yang dimiliki oleh jeans Koren di antaranya bagian saku belakang menggunakan karet khusus sedangkan pada bagian depan terdapat logo Koren sehingga orang yang melihatnya langsung mengetahui produk tersebut diproduksi oleh Koren. Rendi menggunakan bahan yang diimpor dari Jepang dan beberapa bahan yang digunakan antara lain bahan water proof yang tahan air. “Konsumen saat ini menyukai jeans dengan bahan water proof ini,” ujarnya.

Dari segi harga, menurut Rendi sebanding dengan kualitas dan ekslusivitas produk yang dibuat. Sebuah celana jeans Rendi menjual berkisar Rp 250 ribu hingga Rp 650 ribu. Bahkan untuk produk yang hanya dibuat sebanyak 8 pcs per konsep dijual dengan harga Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

Masa Sulit. Di tengah kesuksesannya saat ini ternyata Rendi pernah mengalami peristiwa yang membuatnya sempat putus asa. Ketika usahanya baru berjalan tempat produksi jeansnya ludes dilalap api sehingga semua produk yang akan ia jual habis dan dalam peristiwa tersebut Rendi mengalami kerugian yang besar. Meski jadiaan kebakaran tersebut membuat Rendi frustasi, namun berkat dukungan teman-teman dan pihak bank yang bersedia memberikan peminjaman kembali akhrinya Rendi pun mencoba bangkit untuk meneruskan usahanya tersebut hingga sukses seperti sekarang.

Kini dengan produk yang berbeda dari yang sudah ada di pasaran jeans yang ditawarkan Rendi semakin banyak diminati oleh pasar. Setiap bulan Rendi bisa menjual hingga puluhan model eksklusif dengan omset mencapai Rp 100 juta. Selain itu dengan ketekunannya berpromosi dengan mengikuti berbagai pameran baik di dalam dan luar negeri serta gencar berpromosi melalui media internet membuat jeans buatan Rendi sudah mulai masuk dan disukai oleh pasar luar negeri seperti Malaysia, Singapura hingga Australia.

Kepada para anak muda yang ingin menjalankan usaha Rendi memberikan tips dan sarannya. Pertama, harus tahu dulu sistem usaha dengan mempelajari usaha tersebut secara detail. Kedua, jangan hanya membuat konsep, tapi juga harus action. Dikatakan Rendi, rata-rata anak muda yang ingin menjalankan usaha hanya memikirkan untungnya dan enaknya dulu, padahal yang namanya usaha itu ujungnya pasti ke sana. Dan yang terakhir sebelum memulai usaha harus memikirkan pasar yang akan dituju dan harus fokus dengan apa yang akan dijalankan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.