Jam Tangan dengan Motif Batik yang Unik

0
206
dok esquire.co.id

 

Pada dasarnya, jam batik merupakan salah satu limbah tembaga yang didaur ulang menjadi tali jam tangan, karena dari segi warna dan ukiran menyerupai batik. Jam tangan batik ini bisa dikatakan sebagai salah satu pengembangan dari bentuk jam tangan yang sudah ada. Karena selama ini kita hanya mengenal jam tangan yang menggunakan kulit asli ataupun kulit sintesis sebagai tali, dengan motif yang monoton dan tak pernah berubah. Dengan adanya jam tangan batik ini diharapkan konsumen yang ingin tampil beda banyak memiliki pilihan untuk jenis jam tangan mereka.

Untuk menekuni usaha kreatif ini, modal yang dibutuhkan terbilang sangat bervariasi, tergantung berapa banyak pelaku usaha ingin memproduksi. Modal untuk membuat jam tangan ini bisa dimulai dengan uang sekitar Rp 250 ribu yang digunakan untuk membeli mesin jam tangan seharga Rp 5 ribu per unit, tembaga sebagai bahan dasar tali jam dan kain pernis pelapis sisi-sisi jam. Modal tersebut belum termasuk sewa tempat untuk pelaku usaha yang ingin lebih privasi, biaya listrik, karyawan dan lain sebagainya.

Dengan modal yang terjangkau tersebut pelaku usaha bisa membuat jam batik yang unik dan elegan dan berbeda dari jam tangan kebanyakan. Bicara mengenai harga jual, jam tangan batik ini bisa dijual dengan harga yang terjangkau, yaitu Rp 50 ribu per pcs. Untuk motif batiknya sendiri, jam tangan batik ini lebih merujuk pada motif batik secara global dan tidak merujuk pada motif batik tertentu seperti motif batik Pekalogan, Solo atau Yogyakarta.

Cara Pembuatan. Proses pembuatan jam tangan batik ini tidaklah sulit, yang terpenting adalah keuletan dan keberanian untuk berkreasi. Langkah awal yang perlu dilakukan ialah mempersiapkan bahan baku seperti mesin jam yang bisa didapat di toko jam atau pusat grosir jam seperti di daerah Pasar Senen, Jakarta Pusat. Selain itu, bahan baku yang perlu dipersiapkan ialah tembaga sebagai tali jam yang bisa di dapat di tempat barang bekas dan untuk tembaga ini bisa menggunakan tembaga dari kabel atau tembaga batangan. Bahan baku lain yang juga perlu disiapakan ialah kayu sebagai cetakan, baik itu kayu biasa atau bambu.

Proses pembuatan dimulai dengan membuat bagian tali jam tangan. Tembaga yang telah dimasukkan ke dalam wadah seperti wajan, dilelehkan di atas tungku dengan suhu di atas 100 ºC selama kurang lebih 2,5 jam atau hingga cair. Lelehan tembaga kemudian dituang ke dalam cetakan yang terbuat dari kayu atau bambu.  Untuk memberikan motif batik pada jam, maka cetakan harus diukir terlebih dahulu dengan motif batik yang diinginkan.

Tembaga kemudian didiamkan selama 30 menit hingga agak mengeras.  setelah setengah jam tembaga yang sudah berbentuk tali jam tersebut diberi air untuk memudahkan melepas tembaga dari cetakannya. Setelah itu, bagian ujung tembaga dipasang per sebagai penyambung antara mesin jam dan tali jam. Kemudian, pasangkan mesin dan batu baterai jam, lalu atur jam untuk melihat keaktifan jam tangan yang dibuat. Bila telah berfungsi, tali tembaga disemprot dengan chrome agar tembaga menjadi bening dan mengkilat.

Untuk menghindari karat pada jam, konsumen dapat melakukan perawatan dengan cara sering menggosok/mengelap jam setelah digunakan.  Dan apabila sudah terjadi karat maka bisa di bersihkan dengan menggunakan sabun pembersih yang digosok dengan menggunakan kain.

Pemasaran. Untuk memasarkan produk jam batik ini bisa dilakukan dengan berbagai cara di antaranya mengikuti berbagai event seperti pameran maupun bazaar yang kerap diadakan di berbagai tempat. Bisa juga menggunakan jalur promosi di internet. Cara yang tidak boleh dilupakan dalam mempromosikan produk jam tangan batik ini adalah dengan menawarkan kepada orang-orang terdekat. Dengan berbagai promosi tersebut, akan membuat produk jam tangan batik ini bisa dikenal masyarakat luas. Dan hal tersebut telah saya buktikan, sehingga saat ini jam batik produksi kami sudah banyak dipesan oleh konsumen dari berbagai daerah seperti Jawa Jimur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Lombok, Bima, Batam, bahkan hingga Aceh dan Papua.

Kendala dan Prospek, Tingkat kesulitan dalam pembuatan jam tangan batik ini  biasanya terjadi dalam proses pemasangan mesin jam, karena hasil dari batangan jam tersebut kadang terlalu besar atau terlalu kecil dan diperlukan ketelitian dan juga kesabaran dalam proses ini.

Dari segi persaingan usaha, saat ini sudah mulai bermunculan produk serupa. Namun tentunya setiap produk memiliki karakteristik dan perbedaan tersendiri terutama dalam hal motif batik yang dibuat. Meski demikian, pelaku usaha harus optimis dalam menyikapi persaingan yang ada dan terus menghasilkan motif baru yang berbeda dan bisa diminati pasar. Selain itu ada tiga kunci sukses yang dapat membuat bisnis yang kita rintis berjalan lacara, yaitu jujur, ikhlas, dan fokus pada usaha yang sudah kita jalankan.

 

Oleh : Riki Lesmana

Pemilik toko Jam Tangan Batik Abadi

Jl Kopo Indah No 4, Bandung, Jawa Barat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.