Usaha Pembuatan Filter Kolam Ikan Skala Rumahan

0
222
Aquarium (dok arenahewan.com)

 

Usaha yang berhubungan dengan bidang perikanan baik itu produk perikanan seperti penjualan bibit ikan, makanan ikan maupun pendukung produk pendukung perikanan seperti jaring, akuarium hingga filter memiliki pasar tersendiri. Apalagi masyarakat yang hobi di bidang tersebut akan terus berusaha memanjakan hobinya dengan membeli berbagai keperluan pendukung untuk memelihara ikan.

Bisa dibilang pasar usaha peralatan pendukung perikanan ini sangat terbuka lebar, karena pelaku usahanya masih sangat minim. Saat ini banyak produk pendukung perikanan yang berasal dari produsen luar negeri khususnya buatan China, termasuk filter kolam maupun akuarium.

Filter kolam adalah alat yang digunakan dalam proses sirkulasi air di kolam atau akuarium, sehingga perputaran oksigen dalam air akan terus terjaga dan air di kolam akan tetap jernih. Alat ini bisa menjernihkan air kolam karena di dalam filter tersebut terdapat beberapa tahap penyaringan.

Karena harga filter khusus untuk kolam masih banyak yang diimpor sehingga harganya mahal, tidak sedikit pelaku usaha lokal rumahan yang menciptakan filter dengan harga terjangkau, tapi kualitas tidak kalah dengan produk impor. Apalagi cara membuat alat filter ini terhitung cukup mudah, sehingga merupakan peluang usaha yang masih terbuka lebar.

Modal awal yang dibutuhkan untuk memulai usaha filter ini tidaklah besar, tidak lebih dari Rp 5 juta, karena harga bahan bakunya mudah ditemukan. Modal yang dikeluarkan sebenarnya tergantung pada besar kecilnya filter yang akan dibuat dan tergantung pada besar atau kecilnya kolam ikan yang akan diberi filter.

Kualitas dan kemampuan filter rumahan, misalnya buatan Langgeng Jaya, lebih baik dari produk impor China. Karena menggunakan sistem penyaringan berlapis-lapis, filter rumahan ini bisa membuat air kolam atau akuarium tetap jernih selama enam bulan, sementara produk impor hanya beberapa bulan saja. Harga filter rumahan pun jauh lebih murah, hanya sekitar Rp 800 ribu per unit sudah termasuk jasa pemasangan, sementara harga filter impor China di atas satu juta rupiah. Kelebihan lainnya ialah pemberian garansi untuk kerusakan pada filter, karena di pasaran belum ada produk yang berani memberikan garansi, apalagi produk impor.

Cara Pembuatan. Dalam membuat filter ini peralatan yang dibutuhkan antara lain gergaji besi yang berfungsi untuk memotong paralon, lem paralon yang berfungsi untuk mengelem sambungan antar-paralon agar paralon menjadi rapat serta pisau kecil yang berfungsi untuk membuat lubang pada peralon atau memotong peralon.

Paralon ukuran ½ inchi yang digunakan berfungsi sebagai saluran penyedot kotoran pada area kolam. Selain itu bahan lain yang dibutuhkan adalah spon setebal 10-12 cm yang berfungsi untuk menyaring kotoran agar kotoran tidak kembali masuk kolam, dan kawat jaring yang berfungsi untuk menahan atau menjepit spon agar tidak berantakan.

Dalam proses pembuatannya, pertama-tama memotong peralon sesuai dengan ukuran kolam. Misalnya membuat filter dengan luas kolam 3×1 meter, maka peralon panjangnya 3 meter (biasanya menggunakan hingga 5 baris paralon) dan lebar 1 meter. Lalu membuat lubang pada peralon menggunakan pisau (karena lubangnya kecil-kecil, semakin banyak lubang akan semakin bagus), lalu sambungkan peralon-paralon tersebut menggunakan penyambung paralon, dan menyisakan satu atau dua ujung peralon yang akan disambungkan ke mesin penyedot air.

Setelah paralon dirakit atau tersambung semuanya, lalu paralon dibungkus spon secara menyeluruh dengan rapi. Agar tidak mudah lepas dan berantakan, spon dilapisi lagi dengan kawat jaring. Dan filter ikan pun siap dipasang di dasar kolam, dan akan lebih bagus kalau di atas paralon ditaburi kerikil. Biasanya untuk merakit filter kolam ini memakan waktu 1-2 hari terutama untuk kolam ikan ukuran luas. Karena setiap filter akan disesuaikan dengan ukuran kolam sehingga lama proses pengerjaannya pun berbeda-beda.

Cara kerja filter kolam rumahan ini sama dengan filter impor. Ketika mesin penyedot air mulai dinyalakan, air dalam kolam akan tersedot ke dalam paralon melalui lubang yang sudah dilapisi spon. Kotoran akan menempel di luar spon. Air dalam paralon yang sudah bersih tersebut akan disalurkan lagi ke dalam kolam, begitu seterusnya, karena mesin tetap dihidupkan sepanjang waktu.

Pemasaran. Karena target market usaha filter ikan ini lebih pada petani ikan, atau penghobiis ikan, maka pemasarannya bisa langsung ke sentra-sentra budidaya ikan atau sentra-sentra ikan hias. Selain itu, rajin mengikuti pameran pertanian, khususnya produk-produk pendukung perikanan.

Kendala dan prospek. Kendala yang paling sering dirasakan dalam usaha filter kolam ikan ini masih seputar pemasaran karena target marketnya sangat terbatas. Namun, dengan rajin memperkenalkan produk baik melalui media cetak maupun elektronik, lambat laun pelanggan akan datang, apalagi pelaku usaha ini sangat sedikit, dan harga filter impor sangat mahal.

 

oleh: Seipin,

Pemilik U.D. Langgeng Jaya

Jl. TB. Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.