Bisnis Pembuatan Sepatu Berciri Khas Indonesia

0
571
Sepatu berciri Indonesia (dok republika.co.id)

 

Maraknya produk impor yang membanjiri pasar dalam negeri seakan menenggelamkan produk lokal. Bila dilihat dari kualitas produk yang ditawarkan, produk buatan dalam negeri memiliki kualitas yang  jauh lebih baik dari produk impor. Produk lokal khususnya di bidang fesyen yang memiliki kualitas yang lebih baik dari para produk import salah satunya ialah  sepatu.

Sepatu buatan dalam negeri yang dibuat dari kulit sapi ini selain diminati oleh pasar dalam negeri juga banyak dicari oleh pasar luar negeri. Pasalnya selain menggunakan bahan kulit sapi yang berkualitas dan desain sepatu yang modern, pada sepatu ini juga banyak mencantumkan unsur-unsur ke-Indonesia-an mulai dari adanya unsur batik serta bahasa daerah di dalamnya.

Untuk memulai usaha pembuatan sepatu ini modal yang dibutuhkan tidak perlu besar, yang terpenting adalah kreativitias dalam membuat desain sehingga menampilkan desain yang unik yang dipadukan dengan bahan baku yang berkualitas.

Ketika memulai usaha ini, Kami mengeluarkan modal sekitar Rp 2 juta dan modal tersebut digunakan untuk membeli bahan baku seperti kulit sapi dan bahan lainnya serta biaya produksi. Dengan modal tersebut, dapat menghasilkan sekitar 10 pasang sepatu berbahan kulit yang memiliki kualitas impor.

Ciri Khas Indonesia. Sepatu berbahan kulit asli ini khusus untuk kaum pria yang selalu aktif dalam menjalankan aktivitas kesehariannya. Ada beberapa model sepatu yang ditawarkan Foremost Indonesia, yang bisa digunakan untuk suasana formal maupun santai yaitu model docmark, pantofel, dan juga flat shoes, dengan harga bekisar Rp 475 ribu sampai Rp 932 ribu.

Memang harga yang ditawarkan tidak murah, namun bila dilihat dari kualitas bahan dan juga desain sepatu yang dibuat harga tersebut sangat sebanding. Ada beberapa kelebihan sepatu yang diproduksi di Kota Kembang, Bandung ini, yaitu diproduksi dalam jumlah terbatas (bukan produk massal) agar tetap eksklusif dan kualitas produksi tetap terjaga.

Sesuai dengan niat awal membuat sepatu ini yaitu ingin menampilkan ciri khas Indonesia, maka pada desain sepatu banyak sekali unsur Indonesianya. Yang pertama adalah gambar peta Indonesia yang ada pada bagian alas sol sepatu. Peta Indonesia tersebut, bertujuan untuk memberitahukan kepada konsumen bahwa sepatu ini asli Indonesia.

Selain peta Indonesia, ada juga tulisan aksara sunda yang memiliki arti kebanggaan Indonesia. Kemudian pada insole (bagian dalam sol) sepatu terdapat motif batik Cirebon dan tulisan berbahasa Inggris yang artinya, ’Silakan masukkan kaki Anda ke dalam sepatu kami, dan rasakan kebanggaan Indonesia’.

Sementara dari segi desin, pada bagian belakang sol sepatu terdapat lekukan untuk mengurangi gesekan saat berjalan, sehingga tetap nyaman dipakai dalam jarak tempuh berapapun. Dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan tersebut, membuat sepatu ini banyak diminati bukan hanya oleh konsumen dalam negeri melainkan juga oleh konsumen luar negeri yang menyukai sepatu-sepatu berkualitas.

Bahan Baku. Bahan dasar yang digunakan untuk membuat sepatu khas Indonesia ini adalah kulit sapi asli. Sedangkan bahan lainnya yaitu batik Cirebon untuk insole sepatu, karet spon untuk alas sepatu, dan juga tali sepatu. Karena proses produksi sepatu ini handmade, maka mesin yang digunakan tidaklah banyak, pengerjaan sepatu lebih banyak menggunakan tenaga manusia. Sedangkan bahan pembantu antara lain lem, benang jahit, paku, cat kulit, dan juga lilin. Bahan baku khususnya kulit, banyak terdapat di daerah Bandung dan Garut, Jawa Barat.

Proses Produksi. Proses pembuatan sepatu kulit khas Indonesia ini melalui beberapa tahap. Pertama-tama membuat pola menggunakan hard carton sebagai cetakan. Selanjutnya bahan kain dipotong menggunakan mesin press (pada mesin press sudah terdapat molding atau cetakan sepatu). Pemotongan bahan sesuai dengan ukuran sepatu. Selanjutnya buat pola lipatan bahan kain dan jahit masing-masing bagiannya.

Proses selanjutnya adalah pemasangan outsole (sol atau alas bagian luar sepatu) dengan bahan kain yang sebelumnya dijahit menggunakan lem jenis Latex dengan bantuan kuas. Setelah kedua bagian dioleskan merata, rekatkan kedua bagian tersebut dengan cara ditekan menggunakan mesin press. Pada proses penyatuan, untuk mendapatkan hasil yang sempurna gunakan shoe form (cetakan ukuran kaki). Setelah direkatkan dengan lem juga diperkuat dengan menjahit pada bagian bawah sepatu agar sole tidak mudah lepas.

Setelah badan sepatu selesai dibuat, proses produksi kemudian dilanjutkan pada pembuatan insole (alas bagian dalam sepatu). Langkah awal adalah memotong bahan batik Cirebon menggunakan mesin press dilanjutkan dengan pemasangan ke dalam sepatu menggunakan lem jenis Latex. Setelah semua bahan terpasang dengan rapi sepatu siap untuk dipasarkan.

Pemasaran. Dalam memasarkan sepatu ini, banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya memanfaatkan media internet seperti Twitter dan Facebook. Dengan kedua jejaring sosial tersebut sampai saat ini kami telah berhasil menjaring 15.000 konsumen di Facebook dan 1.000 followers di Twitter.

Dalam melakukan marketing kami selalu berpikir seperti brand besar. Contohnya selalu memakai model “bule“ dalam foto lookbook Foremost untuk meningkatkan awareness publik. Hal tersebut efektif dalam meningkatkan awareness publik, karena memang pada dasarnya kami ingin dikenal sebagai brand yang bernuansa internasional. Untuk saat ini pemasaran sudah sampai ke seluruh Indonesia dan juga mancanegara seperti Jerman, Belanda, Inggris, dan Singapura.

Selain itu, untuk lebih memberikan daya tarik kepada para konsumen, kami memberikan potongan harga sebesar 10-30% jika membeli minimal 5 pasang. Selama menjalankan usaha ini hanya satu kendala yang sampai saat ini belum bisa diatasi yaitu kurang pemahaman seputar ilmu manajerial agar bisa mengembangkan usaha.

 

Oleh: Yusuf Ramdhani

Pemilik Sepatu Kulit Foremost Indonesia

Jalan Mekarsari No. 11a Cibaduyut, Bandung

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.