Cuan dari Bisnis Rental Tanaman Hias

0
128
Rental tanaman hias (dok bisnisukm.com)

 

 Rental tanaman hias diperkirakan sudah ada sejak era 80-an. Target market usaha ini lebih kepada perusahaan, baik dari skala kecil hingga besar. Perusahaan–perusahaan tersebut menyewa tanaman dengan maksud untuk meminimalisir pengeluaran pengadaan tanaman untuk ruangan setiap bulannya. Untuk urusan perawatan, mereka juga tidak dapat merawat tanaman secara teratur dan benar.

Adanya kebutuhan ini memunculkan peluang untuk meraup keuntungan dari usaha rental tanaman. Meskipun menguntungkan, namun modal awal untuk usaha ini cukup mahal, karena minimal pelaku usaha harus mempunyai lahan terbuka dengan luas minimal 200 m2, mobil pick up, karyawan, peralatan kebun, dan tanaman hias. Fungsi lahan terbuka ini digunakan untuk menyimpan tanaman atau sebagai gudang untuk perawatan tanaman; mobil pick up berguna sebagai alat transportasi untuk membawa tanaman ke tempat klien; dan karyawan disiapkan untuk mengurusi mobilitas usaha ini. Dalam merekrut karyawan, sebaiknya pilihlah yang sudah memahami tanaman, namun apabila calon karyawan belum memiliki ilmu di bidang tanaman sebaiknya dilatih terlebih dahulu.

Peralatan yang dibutuhkan adalah peralatan bercocok tanam standar, seperti gunting daun, cutter, dan sprayer pompa belakang. Khusus untuk sprayer, pilihlah dari bahan aluminium/kaleng karena selain harganya terjangkau daya tahannya juga cukup kuat dan penggunaannya praktis. Tujuan pengadaan peralatan ini untuk mendukung kinerja karyawan dalam membangun usaha rental tanaman hias ini. Sedangkan di penyediaan tanaman hias sendiri disarankan untuk menyediakan banyak macam, karena selera klien berbeda–beda.

Tanaman yang kerap disewa antara lain tanaman palem, kaca piring, pandan bali, pisang kipas, bougenvil, anturium, palem kuning, wali songo, jamaika, dan lain–lain. Idealnya, ketinggian tanaman yang direntalkan berkisar 1–2 meter. Pasalnya, perusahaan cenderung membatasi lahan tamannya, jadi ketinggian tanaman tersebut juga untuk menyesuaikan dengan kondisi ruang milik perusahaan. Masing–masing jenis tanaman harus mempunyai lima tanaman sebagai cadangan. Hal ini juga untuk mengatasi tanaman layu sebelum waktunya.

Sebagai wadah, banyak jenis yang bisa dipakai, mulai dari plastik, gerabah, hingga rotan. Bila ingin praktis, dapat menggunakan pot berbahan plastik. Namun, jika ingin menampilkan kesan elegan, sebaiknya pot terbuat dari bahan tanah liat atau rotan. Ukuran – ukuran pot yang sering digunakan mulai dari ukuran 10 cm x 20 cm, 20 cm x 35 cm hingga 50 cm x 40 cm. Ukuran pot ini disesuaikan dengan ketinggian tanaman, misalnya ukuran 10 cm x 20 cm digunakan untuk tanaman dengan ketinggian 1 meter dan ukuran 50 cm x 40 cm untuk tanaman dengan ketinggian 2 meter.

Karena disewakan untuk beberapa perusahaan, sebaiknya pot yang digunakan harus dibedakan untuk satu perusahaan dengan perusahaan lainnya, atau bisa juga disesuaikan dengan keinginan klien. Pot dari rotan maupun tanah liat ini sering digunakan untuk menaruh tanaman palem setinggi 2 meter yang biasanya diletakkan di samping lift, ruang tunggu, maupun di koridor–koridor.

Sistem Rental Tanaman. Setiap usaha tentu ada patokan harga dari setiap produk yang akan ditawarkan. Terdapat dua sistem rental, yaitu kontrak dan paket. Untuk sistem rental kontrak, biasanya lama penyewaan ditentukan dalam kontrak dengan jangka waktu minimal 12 bulan. Umumnya, sistem kontrak tanaman dihitung dari jumlah pot dan ketinggian tanaman, sehingga tidak berpengaruh kepada jenis tanaman. Contohnya, tanaman setinggi 1–1,5 meter harga sewanya Rp 50 ribu/pot per bulan dan tinggi tanaman 1,5–2 meter Rp 100 ribu/pot per bulan.

Sistem rental tanaman lainnya adalah sistem paket yang penyewaannya dihitung bukan berdasarkan jumlah pot atau tanaman, melainkan per meter. Biasanya sistem paket ini dipilih klien yang ingin menghiasi panggung. Harga paket ini berkisar Rp 300–500 ribu  per meter, sudah termasuk jasa dekorasi. Adanya perbedaan harga ini dilihat dari penggunaan perangkat hiasan tambahan seperti lampu taman, air mancur, saung mini, dan lain–lain. Penyewaan paket ini kerap digunakan untuk acara seminar, pernikahan, dan hal yang serupa lainnya.

Tema Taman. Setiap klien pasti memiliki keinginan yang berbeda dalam penentuan tema taman. Adanya perbedaan tema dari klien ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik rental tanaman dan timnya untuk mendesain taman seapik mungkin, sehingga menimbulkan nuansa indah dan segar  pada taman yang diinginkan konsumen.

Untuk mendapatkan desain yang tertata secara apik, dapat menggunakan media internet dan media lain sebagai sumber inspirasi. Sebab, semakin banyak membaca dan melihat media massa maka semakin banyak pula inspirasi yang didapatkan. Dari sekian banyak tema taman yang ada, yang sedang diminati adalah tema minimalis, yang memiliki ciri–ciri tanamannya tidak terlalu tinggi dan rimbun.

Perawatan. Perawatan untuk tanaman hias rental ini tidak berbeda jauh dengan tanaman pada umumnya. Perawatan tersebut mencakup pemberian pupuk, penyemprotan hama, dan penyiraman yang dilakukan oleh pemilik rental sebagai salah satu pelayanan terhadap kliennya. Perawatan – perawatan tersebut dilakukan pemilik rental setiap dua minggu sekali dengan prosedur mengambil tanaman hias yang sedang disewa, kemudian diganti dengan tanaman lain yang telah disepakati. Sampai masa sewa habis, perawatan ini dilakukan pihak rental.

Pemasaran. Cara pemasaran untuk usaha rental tanaman hias ini bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu secara offline maupun online. Pemasaran offline dapat dilakukan dengan cara membagikan brosur dan melakukan pendekatan serta proposal ke perkantoran. Sedangkan pemasaran secara online menggunakan media internet dengan berpromosi melalui website, Facebook, dan lain–lain.

Selain itu memberikan pelayanan terbaik kepada klien, bisa juga menjadi bagian marketing yang paling penting. Pelayanan terbaik dalam hal  pemilihan tanaman yang segar tampilannya dengan ciri–ciri warna daun yang hijau dan batang yang kokoh. Pelayanan yang baik juga bisa dilakukan dengan cara pemilihan tanaman yang dapat menyatu dengan nuansa ruangan yang dimiliki konsumen.

Kendala dan Prospek. Kendala dari usaha ini terkadang adanya tanaman yang stres seusai digunakan. Ciri tanaman stres ini dapat dilihat dari warna daun yang menguning sehingga menyebabkan kerontokan. Untuk mengatasi kendala tersebut, tanaman dipindahkan ke tanah selama 3–6 minggu dan dirawat dengan cara diberi pupuk.

Makin gencarnya program penghijauan yang digalakkan berdampak baik bagi usaha rental tanaman untuk meraup keuntungan. Apalagi usaha ini menggunakan sistem kontrak yang masa peminjamannya minimal satu tahun. Dari satu perusahaan, minimal omset yang bisa diraup per bulannya mencapai Rp 500 ribu per bulan.

 

Oleh: Putri Ayu,

Jl. Raden Inten, Komplek Kimia Farma  No. 11, Jakarta Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.