Sosis Bandeng dan Cara Pembuatannya

0
679

 

Sosis Bandeng yang kami buat memang tidak berbentuk seperti sosis pada umumnya. Sosis Bandeng kami adalah olahan bandeng tanpa duri, di mana daging Bandeng dilepaskan dari kulitnya, kemudian dibuang seluruh tulang dan durinya, dihaluskan dagingnya, dibumbui, kemudian daging bandeng halus yang telah dibumbui tersebut dimasukkan kembali pada kulit Bandeng.

Hasilnya dari luar, wujud masih seperti ikan Bandeng utuh, namun isinya adalah daging Bandeng tanpa tulang yang telah dibumbui. Produk seperti ini mirip dengan Otak-otak Bandeng dari daerah Gresik, Sate Bandeng dari Cilegon, atau di daerah lain ada juga yang menyebutnya Bandeng Gepuk. Tidak sepenuhnya sama, Otak-otak Bandeng dan Sate Bandeng biasanya ditusuk atau dijepit bilah bambu dan dibakar, badan Bandeng juga berlumuran bumbu, sedangkan Sosis Bandeng hanya dikukus sebelum dikemas dan siap dijual.

Keunggulan Sosis Bandeng ini terletak pada isi ikan yang sudah terbebas dari duri sama sekali, berbeda dengan Bandeng Presto yang masih terdapat duri lunak pada daging ikan, dan rasa bumbu yang lebih terasa karena memang dicampurkan langsung dengan daging Bandeng halus. Sosis yang kami buat juga tanpa menggunakan MSG, dan bahan pewarna.

Proses pembuatan Sosis Bandeng diawali dengan membersihkan ikan dengan membuang sisik, insang, dan bagian dalam perut tanpa dipotong bagian kepalanya. Setelah dikeluarkan, kuliti ikan dengan membalikkan posisi kepala ikan kemudian tarik ke arah belakang hingga yang tersisa hanya daging ikan dan duri.

Selanjutnya, potong daging sebelum pangkal ekor agar saat diisi kembali, bentuk ekor masih dapat terlihat. Pisahkan daging dari duri ikan, kemudian giling daging dengan penggiling daging (meat mincer), jika menggunakan penggilingan tangan, daging harus digiling sebanyak tiga kali agar daging dan duri–duri kecil yang tersisa benar–benar halus. Daging yang telah cukup halus, kemudian diberi bumbu-bumbu, dimasukkan kembali ke dalam perut ikan dengan bantuan piping bag (sejenis plastik berbentuk segitiga yang biasa dipakai untuk kue). Isi perut ikan hingga penuh dengan daging ikan yang sudah digiling, kemudian kukus ikan selama dua jam.

Kesulitan dalam proses pembuatan Sosis Bandeng ini terletak pada saat menguliti ikan karena tidak boleh sobek sehingga diperlukan keterampilan dan pengalaman. Selama ini proses pengulitan masih dilakukan secara manual dan belum ada mesin yang bisa mengupas ikan tanpa merusak kulitnya.

Setelah matang dan dingin, Sosis Bandeng siap dikemas dan dijual. Kemasan yang digunakan untuk membungkus Sosis Bandeng ini terdiri atas tiga lapis agar produk higienis. Kemasan pertama berupa plastik yang semua udara disedot dengan mesin vakum sampai tidak ada udara yang tersisa sehingga Sosis Bandeng menjadi tahan lebih lama, bebas dari kerusakan karena bakteri, dan tetap segar. Sosis Bandeng yang telah divakum dimasukkan ke dalam kardus. Terakhir, lapisi kardus dengan plastik khusus yang bernama PVC/string film.

Sosis Bandeng bisa langsung dimakan, dihangatkan dulu dalam oven, digoreng sebagai sajian lauk atau juga bisa dijadikan bahan masakan seperti dibuat Rollade, Bola–bola Sosis Bandeng atau Kroket Ikan Bandeng. Sosis yang telah jadi dapat bertahan sekitar 3 hari bila disimpan dalam temperatur suhu ruangan normal 23–25° Celcius, jika disimpan pada refrigerator agar mampu bertahan selama 1 minggu, dan jika disimpan di freezer masa kedaluwarsanya mencapai satu tahun. Selama disimpan di refrigerator ataupun freezer, Sosis Bandeng ini tidak akan mengalami perbuahan warna dan bentuk.

Untuk membuat Sosis Bandeng, gunakan ikan Bandeng yang tidak berbau lumpur. Ikan Bandeng yang baik untuk digunakan adalah yang dipelihara berdekatan dengan laut karena ikan tersebut tidak berbau lumpur. Apabila memakai ikan Bandeng yang berbau lumpur efek yang ditimbulkan setelah dimasak baunya masih terasa sewaktu dimakan. Selain itu, ikan Bandeng juga harus segar agar memudahkan saat membuka kulit ikan sehingga tidak akan sobek. Ikan yang tidak segar kulitnya mudah pecah sehingga agak sulit saat diisi kembali.

Ikan Bandeng segar dapat diperoleh di daerah–daerah seperti Rengasdengklok, Cikarang, Bekasi dan Karawang. Perlu diperhatikan, bahwa tidak disarankan menggunakan ikan Bandeng beku karena kondisi ikan sudah terlalu banyak mengandung air yang akan membuat hasil akhir menjadi tidak maksimal.

Untuk menjualnya banyak cara bisa dilakukan, bagi pemula bisa mulai dari lingkungan sekitar seperti menawarkan kepada rekan kerja atau kerabat, buka outlet, menawarkan lewat internet atau cara yang lainnya. Untuk memperkenalkannya promosi yang menurut saya cukup efektif adalah ikut serta dalam berbagai pameran, khususnya pameran pangan.

Saat ini produk Sosis Bandeng juga sudah mulai banyak dikenal dan masuk ke beberapa supermarket–supermarket ternama. Pengiriman ke luar kota telah mencapai ke daerah Makassar, Riau, dan Banjarmasin. Pelaku usahanya juga mulai tumbuh, namun belum terlalu banyak sehingga masih cukup menjanjikan. Dalam sebulan, Sosis Bandeng yang saya produksi ini bisa laku terjual hingga 3.000 ekor.

 

Oleh: Imam Tontowi,

Pemilik Sosis Bandeng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.