Arus Balik Masih Tinggi, Mobilitas Penumpang Kereta Tetap Padat

0
81
Arus Balik Masih Tinggi, Mobilitas Penumpang Kereta Tetap Padat
Arus Balik Masih Tinggi, Mobilitas Penumpang Kereta Tetap Padat (Dok Foto: KAI)
Pojok Bisnis

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat Arus Balik Masih Tinggi pada periode Angkutan Lebaran 2026 hingga akhir pekan. Lonjakan jumlah penumpang masih terlihat signifikan, seiring tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke kota asal aktivitas setelah libur panjang Idulfitri.

Berdasarkan data operasional pada 29 Maret 2026, KAI melayani sebanyak 229.201 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh dengan tingkat okupansi mencapai 140,2 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa Arus Balik Masih Tinggi, bahkan melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia.

Sementara itu, hingga 30 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket kereta api jarak jauh telah mencapai 159.601 tiket atau sekitar 97,7 persen dari total kapasitas harian. Angka ini masih berpotensi meningkat seiring penjualan yang terus berlangsung hingga malam hari.

Secara kumulatif, penjualan tiket selama periode Angkutan Lebaran 2026 telah mencapai 4.898.764 tiket, atau setara 108,9 persen dari total kapasitas yang disediakan. Rinciannya, layanan Kereta Api Jarak Jauh mencatat 4.114.199 pelanggan atau 115,2 persen dari kapasitas, sedangkan kereta lokal melayani 784.565 pelanggan atau 84,6 persen dari kapasitas.

PT Mitra Mortar indonesia

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa pola perjalanan tahun ini menunjukkan distribusi penumpang yang lebih merata sejak awal masa mudik hingga arus balik. Meski demikian, Arus Balik Masih Tinggi karena masyarakat memanfaatkan berbagai pilihan jadwal perjalanan.

“Sejak pertengahan Maret, volume pelanggan terus meningkat dan bertahan tinggi hingga fase arus balik. Kereta api tetap menjadi pilihan karena menawarkan kepastian waktu dan kenyamanan,” ujar Anne.

Pola Perjalanan Lebih Merata, Layanan Tetap Dioptimalkan

Selama periode 11 hingga 29 Maret 2026, KAI telah melayani total 4.493.485 pelanggan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.751.188 merupakan pengguna Kereta Api Jarak Jauh, sementara 742.297 lainnya merupakan pelanggan kereta lokal.

Data harian menunjukkan tren peningkatan signifikan, terutama pada 22 hingga 24 Maret yang menjadi periode puncak dengan jumlah penumpang masing-masing mencapai lebih dari 240 ribu orang per hari. Setelah itu, jumlah penumpang tetap tinggi hingga akhir periode, menandakan bahwa Arus Balik Masih Tinggi dan tidak terpusat pada satu hari saja.

Anne menambahkan bahwa pola perjalanan yang lebih tersebar ini justru membantu menjaga kelancaran arus penumpang. Dengan distribusi yang lebih merata, kepadatan di stasiun dan di dalam kereta dapat dikelola dengan lebih baik.

Untuk memastikan kelancaran operasional, KAI telah melakukan berbagai langkah antisipasi. Mulai dari pengaturan jadwal perjalanan, peningkatan keandalan sarana, hingga penguatan layanan di stasiun-stasiun utama maupun stasiun antara.

Selain itu, dukungan teknologi juga terus dioptimalkan. Salah satunya melalui penerapan sistem face recognition di 22 stasiun besar yang memungkinkan proses boarding berlangsung lebih cepat dan efisien. Fasilitas ini membantu mengurangi antrean serta meningkatkan kenyamanan pelanggan selama perjalanan.

KAI juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat yang tetap memilih kereta api sebagai moda transportasi utama selama periode Lebaran. Evaluasi terhadap layanan yang telah berjalan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas di masa mendatang.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan