Usai Puncak Arus Balik Lebaran, Lonjakan Penumpang Pesawat Belum Surut

0
87
Usai Puncak Arus Balik Lebaran, Lonjakan Penumpang Pesawat Belum Surut
Usai Puncak Arus Balik Lebaran, Lonjakan Penumpang Pesawat Belum Surut (Foto Garuda Indonesia)
Pojok Bisnis

Pergerakan penumpang pesawat diperkirakan masih tinggi meski puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah telah terlewati pada Selasa, 24 Maret 2026. Garuda Indonesia Group memproyeksikan lonjakan arus balik melalui jalur udara belum akan mereda dalam waktu dekat dan diperkirakan berlangsung hingga akhir pekan, tepatnya 29 Maret 2026.

Tingginya mobilitas ini menjadi indikasi bahwa dampak dari puncak arus balik Lebaran masih terasa, terutama di sektor transportasi udara. Banyak masyarakat yang memilih kembali ke kota perantauan secara bertahap, sehingga trafik penumpang tidak langsung menurun setelah hari puncak.

Corporate Communications Division Head PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Dicky Irchamsyah, menyampaikan bahwa sepanjang periode mudik dan balik tahun ini, total jumlah penumpang yang dilayani diperkirakan mencapai 1,1 juta orang. Lonjakan ini terutama didorong oleh tingginya permintaan perjalanan menuju kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar, dengan Jakarta sebagai destinasi utama.

Trafik Tinggi Masih Berlanjut

Pada saat puncak arus balik Lebaran, Garuda Indonesia Group mencatatkan kinerja yang cukup tinggi dengan total 80.201 penumpang dalam satu hari. Rinciannya, sebanyak 34.661 penumpang menggunakan layanan Garuda Indonesia, sementara 45.540 lainnya menggunakan maskapai Citilink.

PT Mitra Mortar indonesia

Untuk mengakomodasi lonjakan tersebut, perusahaan mengoperasikan total 489 penerbangan, termasuk tambahan 32 penerbangan ekstra. Sejumlah rute dari Denpasar, Surabaya, Medan, Semarang, Batam, hingga Singapura menuju Jakarta menjadi jalur dengan tingkat keterisian tertinggi.

Meski puncak arus balik Lebaran telah berlalu, tren perjalanan diprediksi masih akan padat hingga beberapa hari ke depan. Hal ini dipengaruhi oleh pola perjalanan masyarakat yang kini lebih fleksibel, tidak lagi terfokus pada satu hari tertentu.

Layanan Tetap Dijaga di Tengah Lonjakan

Di tengah tingginya trafik, Garuda Indonesia memastikan kualitas layanan tetap terjaga. Salah satu indikatornya terlihat dari capaian On-Time Performance (OTP) untuk keberangkatan pertama yang mencapai 98,92 persen selama periode puncak.

Pencapaian ini dinilai mencerminkan kesiapan operasional maskapai dalam menghadapi lonjakan penumpang, termasuk saat puncak arus balik yang identik dengan tekanan tinggi pada jadwal penerbangan.

Maskapai juga terus melakukan berbagai penyesuaian operasional guna memastikan kenyamanan penumpang, mulai dari penambahan jadwal hingga optimalisasi armada.

Masyarakat yang masih akan melakukan perjalanan di masa arus balik diimbau untuk terus memantau jadwal penerbangan secara berkala. Mengingat dampak dari puncak arus balik Lebaran masih terasa, kepadatan diperkirakan tetap terjadi hingga penutupan periode arus balik di akhir Maret.

Dengan kondisi tersebut, perencanaan perjalanan yang matang menjadi kunci agar perjalanan tetap berjalan lancar di tengah tingginya mobilitas penumpang.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan