Layanan pengiriman Hewan Peliharaan via KAI mengalami lonjakan signifikan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat peningkatan permintaan melalui layanan ritel KALOG Express, seiring tingginya mobilitas masyarakat yang ingin memastikan hewan kesayangan tetap bisa ikut pulang kampung atau lebih dulu tiba di kota tujuan.
Memasuki pekan terakhir Ramadan, rata-rata pengiriman Hewan Peliharaan via KAI mencapai sekitar 523 ekor per hari. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 7 persen dibandingkan hari normal, serta meningkat sekitar 5 persen dibandingkan awal Ramadan. Tren ini mencerminkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin memperhatikan keberadaan hewan peliharaan sebagai bagian dari keluarga, terutama saat momentum mudik Lebaran.
Dari sisi rute, sejumlah kota besar masih menjadi tujuan utama pengiriman. Yogyakarta, Bandung, Purwokerto, dan Jakarta tercatat sebagai destinasi favorit. Sementara itu, wilayah Jawa Timur seperti Tulungagung, Blitar, dan Jombang mendominasi sebagai titik asal pengiriman Hewan Peliharaan via KAI. Pergerakan ini menunjukkan tingginya aktivitas pengiriman dari daerah menuju kota-kota tujuan utama di Pulau Jawa.
Jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun sebelumnya, lonjakan tahun ini terbilang cukup tajam. Pada angkutan Lebaran 2025, total pengiriman tercatat sebanyak 5.492 hewan dengan rata-rata sekitar 250 ekor per hari. Namun pada Ramadan tahun ini, angka rata-rata harian sudah menembus lebih dari 500 ekor. Artinya, layanan Hewan Peliharaan via KAI kini mencatat peningkatan lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Standar Layanan dan Keamanan Hewan Jadi Prioritas
KAI Logistik menegaskan bahwa peningkatan volume pengiriman tidak mengurangi standar pelayanan. Setiap pengiriman Hewan Peliharaan via KAI dilakukan dengan prosedur khusus yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan hewan selama perjalanan. Pihak perusahaan menerapkan prinsip animal welfare, mulai dari pemeriksaan kondisi awal hingga pengawasan selama proses pengiriman berlangsung.
Prosedur tersebut meliputi pengecekan kesehatan hewan, verifikasi kandang sesuai standar, hingga penempatan di area dengan sirkulasi udara yang baik. Selain itu, setiap kandang diberi label khusus “Live Animal” agar penanganan dilakukan lebih hati-hati oleh petugas di lapangan.
Di sisi lain, pemilik hewan juga diimbau untuk melakukan persiapan sebelum pengiriman. Hewan disarankan diberi makan sekitar dua hingga empat jam sebelum keberangkatan, serta dilengkapi wadah makan dan minum yang aman di dalam kandang. Selama perjalanan, posisi kandang dijaga agar tidak tertumpuk barang lain dan tetap memiliki ventilasi yang memadai.
Jenis hewan yang dapat dikirim cukup beragam, mulai dari kucing, anjing, kelinci, burung, hamster, hingga ikan hias. Estimasi waktu pengiriman umumnya sekitar satu hari, menyesuaikan jadwal perjalanan kereta api. Sementara biaya pengiriman berkisar antara Rp100.000 hingga Rp250.000, tergantung ukuran hewan dan kandang yang digunakan.





