Pemerintah Perlu Meninjau Ulang Kenaikan Harga Tiket Candi Borobudur

Pemerintah diminta tinjau kenaikan harga tiket Candi Borobudur
Pemerintah diminta tinjau kenaikan harga tiket Candi Borobudur (Dok: Kompas)

Jakarta – Ketua Asosiasi Museum Indonesia, Putu Supadma Rudana, minta pemerintah meninjau kembali rencana menaikan harga tiket masuk komplek wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Menurutnya, sekarang bukan saat yang tepat menaikan harga tiket masuk tempat wisata manapun. Karena kondisi ekonomi masyarakat belum pulih 100 persen pasca-pandemi Covid-19.

Anggota Komisi VII DPR RI itu minta pemerintah mau menimbang kebali keputusannya. Ia khawatir kenaikan itu akan berdampak negatif terhadap jumlah kunjungan ke tempat wisata andalan tersebut.

“Masyarakat yang mengandalkan mata pencaharian dari lokasi wisata itu juga bisa terdampak. Karena itu pemerintah sebaiknya mengkaji ulang rencana kenaikan tarif masuk komplek wisata Candi Borobudur ini. Jangan sampai kenaikan tiket ini justru memberi dampak kerugian kepada kepada masyarakat sekitar yang bergantung kehidupannya kepada kunjungan wisatawan khusunya pelaku UMKM,” ujar Putu.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan menaikan harga tiket ke Candi Borobudur menjadi Rp750 ribu untuk wisatawan domestik dan US$ 100 untuk wisatawan asing. Sementara harga tiket untuk pelajar dipatok Rp5 ribu.

Pemerintah juga sepakat membatasi kuota turis ke Candi Borobudur hanya 1.200 orang per hari. Selain itu semua turis wajib menggunakan jasa pemandu wisata atau tour guide dari warga lokal sekitar Candi Borobudur.

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan kenaikan harga tiket ini dilakukan demi melestarikan kekayaan sejarah dan budaya Indonesia.

“Langkah ini kami lakukan semata-mata demi menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara,” kata Luhut.