Jakarta Biennale 2021 resmi dibuka dan berlangsung hingga 21 Januari 2022

0
11

Jakarta – Gubernur Anies Baswedan didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif secara resmi membuka Jakarta Biennale 2021 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (20/11).

Jakarta Biennale merupakan kolaborasi Disparekraf dengan Yayasan Rujak Center of Urban Studies dan Dewan Kesenian Jakarta, dan Tema ESOK digagas untuk menjadi refleksi atas sejarah kemanusiaan dan bagaimana masa depan dapat dibayangkan. Solidaritas bersama digalang melalui gagasan seni dan keragaman sudut pandang, melampaui jarak dan keberbedaan.

Terdapat 71 seniman, para kurator, mentor, pegiat kolektif, anggota komunitas, dan aktivis dari berbagai mancanegara, menjelajahi tema ESOK sebagai upaya memandang jauh ke depan, dengan sesekali menoleh ke belakang dalam ikhtiar untuk terus memaknai kemanusiaan kita.

ESOK dibayangkan sebagai sebuah tantangan bagi para seniman untuk mewujudkan visi masing-masing. Tantangan ini menyentuh beribu permasalahan kehidupan hari ini: hak asasi manusia, krisis iklim, keberagaman, pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, kebudayaan, hingga disrupsi digital dan situasi pandemi.

Tema Esok juga berarti sebuah kesiapan kita untuk terus melaju dan tidak hanya memikirkan masa sekarang namun juga memikirkan masa depan dan sebuah optimisme untuk bangkit ditengah kondisi pandemi.

“Kegiatan ini kami pandang sebagai satu kesempatan untuk kembali mengirimkan pesan pada kita semua di Jakarta, bahwa Jakarta bukan hanya pusat perekonomian dan pemerintahan di Indonesia tapi Jakarta adalah pusat kegiatan kesenian Indonesia, dan yang lebih penting lagi kita ingin Jakarta diperhitungkan dalam kancah internasional.” ungkap Gubernur Anies.