Berkinerja Baik, Bluebird Cetak Peningkatan Pendapatan 51% Ditengah Pandemi

0
68
Direksi PT Blue Bird Tbk dalam acara RUPST BIRD

PT Blue Bird Tbk telah selesai melaksanakan kegiatan Public Expose 2020 secara virtual. Kegiatan Public Expose ini  dihadiri oleh jajaran direksi dari PT Blue Bird Tbk, antara lain Noni Purnomo, Direktur  Utama; Adrianto Djokosoetono, Direktur; Sigit Djokosoetono, Direktur; dan Eko  Yuliantoro, Direktur Keuangan. Public Expose ini merupakan kelanjutan dari keterbukaan informasi atas laporan keuangan per 30 September 2020 di Bursa Efek Indonesia.

Selama kuartal ketiga di tahun 2020 ini, Perseroan berhasil membukukan kenaikan  pendapatan yang signifikan sebesar 51% dibandingkan kuartal kedua tahun 2020.  Kenaikan pendapatan Perseroan diiringi dengan cost management yang lebih baik  terbukti dengan gross profit margin di kuartal 3 sebesar 12,1% dibandingkan kuartal 2  sebesar -0,5%. EBITDA Perseroan di kuartal 3 juga naik tajam dari sebelumnya Rp 7,5  milyar di kuartal 2 tahun 2020 menjadi Rp 69,1 milyar di kuartal 3 tahun 2020.

Performa perseroan di kuartal 3 ini merupakan pembuktian bahwa Perseroan berada  dalam trajektori recovery yang solid, meskipun di September Jakarta sempat kembali  memberlakukan PSBB ketat. Recovery yang terjadi di kuartal 3 tahun ini membuktikan  bahwa layanan Blue Bird masih dibutuhkan dan sangat relevan dengan kebutuhan akan  transportasi yang aman, nyaman, dan higienis di masa pandemi ini. Salah satu kunci  keberhasilan recovery Perseroan adalah kemampuan Blue Bird untuk memberikan  layanan yang mempraktekkan protokol kesehatan yang ketat. Perseroan juga  menunjukkan langkah efisiensi pengeluaran yang terjadi di seluruh lini Perseroan,  dimana total Opex pada kuartal 3/2020 berada di angka Rp 118 miliar, merupakan angka  terendah sejak kuartal 1/2019.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Noni Purnomo mengatakan, “Dengan kinerja yang  berhasil kami capai pada kuartal 3/2020 ini, perseroan telah berhasil melewati situasi  terburuk dan kami lebih optimis dalam menatap proyeksi di masa yang akan datang.  Peningkatan pendapatan yang berhasil kami raih pada masa pandemi dan PSBB  menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari para pelanggan terhadap layanan Bluebird,  dimana kami senantiasa menjaga dan terus meningkatkan layanan sebagai penyedia  jasa transportasi yang aman, nyaman, dan terpercaya. Kepercayaan ini tentunya semakin mendorong kami untuk terus memberikan dan mengembangkan Bluebird  sebagai perusahaan penyedia solusi transportasi kepada para penumpang dan  pelanggan setia.”

Lebih lanjut Noni menambahkan, “Kami tentu bersyukur dengan peningkatan yang  berhasil kami raih, namun demikian hal ini tidak lalu menjadikan kami berpuas diri. Meski  kinerja perseroan sangat terdampak akibat pandemi, namun sejalan dengan berbagai  langkah pemulihan dan terjadinya mobilitas orang maupun barang, kami terus  berkomitmen untuk memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan sesuai  dengan kebutuhan dan tuntutan para penumpang dan pelanggan Bluebird Group”.

Protokol Kesehatan di Layanan Bluebird Group

Peningkatan kinerja dari perusahaan didukung oleh ketatnya penerapan protokol  kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19. Guna memastikan keamanan dan  kenyamanan pengguna Bluebird selalu melakukan penyemprotan cairan desinfektan di  seluruh armada taksi, melakukan pengecekan temperatur bagi pengemudi sebelum  beroperasi. Tak hanya itu, seluruh armada taksi Bluebird juga telah dilengkapi hand sanitizer serta dilakukan pengaturan tempat duduk dalam mobil untuk menjaga jarak  aman. Pengemudi Bluebird juga diwajibkan memakai masker dan dipastikan  kesehatannya lewat pemeriksaan kesehatan secara bergulir termasuk rapid test sebelum  beroperasi.