Tekan Kesenjangan Literasi Digital, Grab Latih 379.000 Mitra Pengemudi bersama Microsoft

0
129

Tidak bisa dipungkiri bahwa perekonomian global saat ini telah memasuki tahap revolusi industri keempat atau Industry 4.0 dimana teknologi memiliki peran yang sangat krusial.

Menurut studi yang dilakukan oleh McKinsey, pada tahun 2030 sekitar 14% dari tenaga kerja global mungkin perlu mengganti kategori pekerjaan mereka karena digitalisasi, otomasi, dan kecerdasan buatan akan mendisrupsi dunia kerja. Oleh karena itu, Grab sebagai aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara bekerja sama dengan Microsoft untuk mengurangi kesenjangan keterampilan digital dan teknologi dengan program-program yang dirancang khusus untuk mitra pengemudi Grab melalui GrabAcademy.

Hingga April 2020, sudah lebih dari 379.000 mitra pengemudi Grab dari berbagai kota di Indonesia yang menyelesaikan pelatihan online literasi digital dari Microsoft untuk Subjek 1.

Neneng Goenadi selaku Managing Director Grab Indonesia menjelaskan bahwa keterampilan digital (digital skills) menjadi sangat penting untuk bisa bersaing di tengah masyarakat yang semakin berkembang guna menyiapkan dirinya menghadapi disrupsi akibat Industry 4.0.

“Sejalan dengan Misi GrabForGood untuk membawa dampak positif dari teknologi, GrabAcademy bersama dengan Microsoft, menyelenggarakan program pelatihan online dimana para mitra pengemudi Grab dapat mengakses dan mengikuti program sertifikasi literasi digital milik Microsoft melalui GrabAcademy dalam aplikasi mitra pengemudi. Pelatihan yang dapat mereka ikuti mencakup topik-topik seperti ilmu komputer dasar, cara menggunakan Internet dan perangkat lunak penunjang produktivitas. Kami berharap hal ini dapat memberikan mitra pengemudi keterampilan teknologi yang dibutuhkan, agar dapat berkembang dalam ekonomi digital,” jelasnya.

Menjangkau 234 kota di Indonesia, GrabAcademy telah diperkenalkan sejak September 2018 dan merupakan platform pelatihan online bagi mitra pengemudi Grab yang berkomitmen untuk meningkatkan pengetahuan serta literasi digital mereka.

Merujuk pada revolusi-revolusi industri sebelumnya, disrupsi dari teknologi memang tidak bisa terhindarkan, tetapi diperkirakan sekitar 130 juta pekerjaan juga akan muncul akibat permintaan keterampilan baru di dunia kerja1.

Namun, menurut studi yang dilakukan oleh Microsoft dan IDC, 14% dari pekerja merasa bahwa mempelajari keterampilan dan skill baru adalah sebuah tantangan. Selain itu kesenjangan keterampilan digital dan infrastruktur teknologi di Indonesia masih sangatlah nyata dimana tidak semua daerah di Indonesia memiliki akses pada teknologi.

Haris Izmee, President Director of Microsoft Indonesia menjelaskan, Kekuatan Indonesia ada pada masyarakatnya dan selama 25 tahun terakhir, kami bangga telah dapat memberikan pelatihan bagi 18 juta guru dan siswa untuk memperkuat ekonomi digital.

“Inisiatif bersama mitra pengemudi Grab ini memperkuat komitmen kami untuk memberdayakan setiap orang dan organisasi di Indonesia untuk mencapai lebih, untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang inklusif, terampil dan berkesinambungan,” jelasnya.

Program Literasi Digital GrabAcademy dan Microsoft diluncurkan di Indonesia pada Maret 2020 lalu dan terbagi dalam 3 topik utama, yakni: Akses Informasi Online, Menggunakan Internet dengan Aman dan Bertanggung Jawab, serta Mengelola Konten Secara Digital.

Dalam tiap topik, terdapat beberapa sub-topik yang membahas tentang cara berinternet, melindungi diri dari penipuan online, komputasi awan, cara berinteraksi dalam Microsoft Word, dan lainnya. Setelah menyelesaikan pelatihan,

Mitra Pengemudi akan mendapatkan sertifikasi dari Microsoft dan GrabAcademy yang langsung dikirimkan ke dalam e-mail mereka. Kedepannya, Grab dan Microsoft akan menambahkan lebih banyak materi lain dalam pelatihan literasi digital ini.

Dua dari ratusan ribu mitra pengemudi Grab yang telah menyelesaikan pelatihan ini dan mendapatkan sertifikasi menjelaskan karena banyak info dan wawasan yang belum saya ketahui khususnya dari sisi teknologi, dengan adanya pelatihan literasi digital di GrabAcademy saya bisa banyak belajar dan belajar untuk menambah wawasan saya.

“Trainingnya juga sangat mudah dipahami dan interaktif serta bisa diikuti kapan saja dan dimana saja, jadi lebih fleksibel,” ujar Rafif Gumay.

Mitra Franz Xavier juga mengaku ia sering membuka GrabAcademy di aplikasinya, “Saya suka ikut pelatihan di GrabAcademy karena saya ingin dapat info dan program serta pengetahuan baru yang disediakan oleh Grab. Program ini benar-benar bermanfaat untuk membantu saya berkembang. Cita-cita saya ingin membuka usaha secara online, jadi pelatihan ini sungguh bermanfaat.”

Literasi digital adalah keterampilan yang bisa mendorong individu untuk terus belajar, mengubah dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital yang cepat. Kerja sama Grab dengan Microsoft ini merupakan salah satu langkah awal dalam mempersiapkan para mitra pengemudi Grab untuk dapat terus bersaing di dunia pekerjaan yang akan terus berubah ini.

“Kami mengundang lebih banyak mitra pengemudi Grab untuk terus memanfaatkan pelatihan online GrabAcademy dan memperkaya pengetahuan mereka. Grab berkomitmen untuk mengatasi kesenjangan dan keterbatasan akses yang dapat menghambat mitra pengemudi kami untuk terus berkembang dan mendapatkan lebih banyak peluang dalam mendapatkan penghasilan. Melihat antusiasme para mitra pengemudi untuk terus belajar, kami harap semua ilmu dan pelatihan yang kami berikan dapat bermanfaat untuk mereka maupun orang-orang di sekitar mereka,” tutup Neneng.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.