Infrastruktur Media Center Mumpuni, Diharapkan Mampu Mengenalkan Indonesia pada Dunia

(Dok: kominfo.go.id)

Mandalika – Menurut Menkominfo, pekerja media juga bisa memanfaatkan faslitas Media Center Indonesia (MCI) MotoGP 2022. ”Saya berharap media center ini memberikan layanan yang baik bagi rekan media dalam melaksanakan pekerjaan pelaporan reportase pengiriman data mereka. Saya juga berharap berita itu memberikan kabar gembira bagi masyarakat kita,” tuturnya.

Menteri Johnny mengharapkan melalui liputan yang disajikan pekerja media, Indonesia akan lebih terkenal di kalangan masyarakat dunia.

“Dan memperkenalkan Indonesia untuk masyarakat dunia, baik di bidang motosport dunia maupun pecinta dari masyarakat lokal kita.  Sehingga ada keyakinan, kepercayaan dan daya tarik sehingga event berikutnya tetap berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Menkominfo menyatakan MCI MotoGP 2022 dilengkapi dengan akses internet cepat sampai 100 Mbps.

“Sehingga ini experience yang baik untuk mendukung pekerjaan teman-teman wartawan. Namun, jika terdapat traffic yang tinggi harap maklum. Kita saat ini mencoba mengatur bandwidth yang memadai tetapi sumberdaya kita harus pahami selalu ada batasnya,” ujarnya.

Menurut Menteri Johnny, pekerja media juga bisa menyaksikan siaran langsung pertandingan balap motor dari MCI MotoGP 2022.

“Hari ini mudah-mudahan ada 100 dari rekan media yang akan menonton ke sana nanti. Bagi yang tidak bisa nonton ada di belakang di screen yang memadai di dalam media center,” tuturnya.

Menkominfo mengapresiasi kerja media dan wartawan dalam medukung event internasional itu. Menteri Johnny mengharapkan kolaborasi yang kiat erat untuk menyukseskan MotoGP 2022. “Kerja sama rekan-rekan media akan menentukan kita sebagai satu tim yang kuat untuk memberikan yang terbaik sesuai fungsi kita untuk suksesnya MotoGP 2022,” ungkapnya.

Saat memberikan penjelasan kepada pekerja media, Menkominfo  didampingi Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Kominfo, Ismail; Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Kominfo, Usman Kansong; dan Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Kominfo, Anang Latif.