Wow, Huawei Masuk ke Jajaran Perusahaan Paling Inovatif di Dunia Tahun 2020

0
154

Huawei, penyedia infrastruktur TIK terkemuka dunia, masuk ke jajaran perusahaan paling inovatif di dunia berdasarkan laporan Boston Consulting Group (BCG). Huawei menempati peringkat ke-6 dari daftar 50 Perusahaan Paling Inovatif Dunia tahun 2020, naik drastis 42 tingkat dari peringkat di tahun sebelumnya. Peringkat ke-6 yang diraih oleh raksasa teknologi Huawei pada tahun ini juga menjadi peringkat terbaiknya sejak Huawei untuk pertama kali ke dalam daftar perusahaan paling inovatif dunia pada 2012.

Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh BCG, perusahaan yang masuk ke dalam jajaran 6 besar perusahaan paling inovatif di dunia di tahun 2020 ini adalah Apple, Alphabet, Amazon, Microsoft dan Huawei. Berada di urutan berikutnya adalah Alibaba, IBM, Sony, dan Facebook.

Pemeringkatan ini didasarkan pada survei terhadap 2.500 eksekutif inovasi global yang menilai kinerja perusahaan berdasarkan empat variabel, yaitu Global “Mindshare”, disrupsi industri, pandangan dan penilaian dari perusahaan sejawat industri, dan seberapa besar perusahaan tersebut mampu menghadirkan nilai dan manfaat bagi dunia.

Tahun ini, BCG juga menambahkan sejumlah variabel penilaian baru untuk melihat sejauhmana intensitas dan upaya-upaya yang dilakukan oleh tiap-tiap perusahaan dalam melahirkan terobosan-terobosan baru dan bagaimana mereka mengambil peran di luar pasar yang sebelumnya bukan menjadi target pasar bagi mereka.

Sebagai pemasok peralatan telekomunikasi terbesar di dunia, Huawei terus menginvestasikan lebih dari 10% dari pendapatan tahunannya ke dalam riset dan pengembangan. Pada tahun 2019, biaya yang dikeluarkan oleh Huawei untuk riset dan pengembangan mencapai CNY131.659 juta, atau 15,3% dari total pendapatannya.

Pada dekade terakhir Huawei telah menginvestasikan USD4 miliar untuk pengembangan 5G. Investasi tersebut menjadikan Huawei sebagai pemimpin global di bidang teknologi generasi mendatang ini. Untuk adopsi komersial lebih lanjut serta untuk mempromosikan inovasi baru dalam aplikasi 5G, Huawei berkolaborasi dengan operator-operator di seluruh dunia juga telah mendirikan pusat inovasi 5G bersama.

Merujuk ke laporan tahunannya, raksasa teknologi Huawei telah mengubah model inovasinya dari Innovation 1.0 ke Innovation 2.0. Artinya, Huawei melakukan terobosan dengan melakukan pengembangan teknologi dasar baru yang didorong oleh visi bersama untuk masa depan.

Terkait peran sertanya yang aktif dalam turut melawan pandemi global COVID-19, Huawei telah melipatgandakan upayanya dalam berinovasi dan meluncurkan sebuah program yang bertajuk Anti-COVID-19 Partner Program yang berfokus pada optimalisasi pendayagunaan AI, kantor jarak-jauh, serta perawatan kesehatan dan pendidikan online, guna membantu dan mendukung masyarakat dunia dalam menanggulangi pandemi. Solusi AI-Assisted Diagnosis yang dikembangkan Huawei misalnya, telah membantu rumah sakit-rumah sakit dalam menghasilkan kuantifikasi CT dalam hitungan detik dan membantu staf medis yang berada di garis terdepan dalam mendeteksi kasus COVID-19.

In Indonesia’s healthcare sector, Huawei’s ICT solutions have been utilized to accelerate the management of the COVID-19 pandemic, including by prominent hospitals Pertamina Bina Medika IHC and Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto. On the other hand, several universities such as Universitas Muhammadiyah Jakarta, Institut Teknologi Bandung, and Institut Teknologi Del Sumatera Utara have also implemented e-learning solutions.

Di Indonesia, solusi TIK untuk dunia kesehatan yang dikontribusikan Huawei untuk mendukung percepatan penanganan COVID-19 antara lain telah diterapkan di Pertamina Bina Medika IHC dan Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto. Sementara untuk solusi e-learning, sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Muhammadiyah Jakarta, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Teknologi Del Sumatera Utara telah menerapkannya.

“COVID-19 memang belum muncul ketika kami memulai riset terkait perusahaan paling inovatif di dunia edisi ke-14 ini. Namun, ketika kami mengeksplorasi data dan berinteraksi dengan klien, menjadi jelas bahwa terkait dengan besarnya skala dan tingkat urgensi pada tiap-tiap pokok dalam hasil riset ini relevan dengan situasi yang saat ini terjadi, di mana para inovator harus mampu beradaptasi dengan tren dalam hal penawaran, permintaan, perilaku konsumen, dan dinamika dalam berbisnis,” tutur penulis laporan BCG.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.