Telkomsel Tingkatkan Bisnis UMKM Lewat Digitalisasi

0
135
Yose Setiawan, Manager SME Channel Coordinator, Jabotabek-Jabar (dok Telkomsel)

 

Besarnya jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi alasan kuat Telkomsel menggarap segmen Small Medium Enterprise (SME) ini. Telkomsel yang menjadikan UMKM sebagai tumpuan harapan masa depan perusahaan telekomunikasi ini, utamanya usaha mikro dan kecil yang masing-masing jumlahnya mencapai 98,77% dan 1,13%.

Yose Setiawan, Manager SME Channel Coordinator, Jabotabek-Jabar, mengatakan Telkomsel telah memiliki 7200 pelaku usaha mikro dan kecil area Jabotabek-Jabar yang telah dibantu pengelolaan bisnisnya melalui sistem digitalaiasi.

“Fokus utama kami sementara ini pada usaha mikro, kecil dan menengah yang jika akumulasi jumlahnya mencapai 57 juta pelaku usaha. Dari segmen ini kami bagi menjadi dua segmen dimana usaha mikro dan kecil kami sebut SME Accounts yang jumlahnya ada 7200 akun, dan usaha menengah kami sebut LE Accounts ada sekitar 4.600 akun. Sedangkan usaha besar kami sebut KEY Accounts yang jumlanya 480 akun,” ujar Yose dalam Telkomsel Media Gathering bertema #SejalanBerbagiCerita di Bogor, Jumat (22/11/2019).

Menggarap pasar mikro dan kecil, menurut Yose memiliki keistimewaan tersendiri. Selain jumlahnya yang begitu besar, permasalahan yang dihadapinya pun beragam. Namun secara umum yang kerap menjadi masalah utama sektor ini adalah minimnya modal hingga beberapa di antara mereka akrab pada pemberi modal dengan risiko bunga yang tinggi.

“Kami memang bukan lembaga finansal, namun kami akan mencarikan solusi bagi para pelaku usaha mikro dan kecil hingga mampu menjadi bankable,” paparnya.

Guna membantu pelaku usaha mikro dan kecil tersebut, Telkomsel melalui tim  SME Channel Coordinator, Jabotabek-Jabar dengan memberikan pembekalan legalitas bisnis baik bentuk UD, CV atau PT.

Selain itu, yang tak kalah penting adalah dukungan digitalisasi Telkomsel bagi UMKM ini adalah membiasakan pelaku usaha mikro dan kecil untuk mencatat semua transaksi bisnis sehingga terecord dengan rapi melalui sistem yang telah disiapkan Telkomsel.

“Umumnya pelaku usaha mikro dan kecil ini jarang memiliki pencatatan pembukuan usaha yang rapi, sehingga kami akan berikan pembekalan pengetahuan tentang internet dan teknologi digital yang membantu mempermudah bisnis mereka sehingga terecord dengan baik,” tambahnya.

Yang tak kalah menarik bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang telah mendapat pembinaan dari Telkomsel juga bisa memiliki bisnis pendukung yang bisa menatangkan keuntungan tambahan. Salah satunya bisnis PPOB hingga berbagai macam produk Telkomsel yang mereka bisa pasarkan,” pungkasnya.

“Nah terkait hal tersebut, Telkomsel memberikan wadah bagi pelaku UMKM dalam wadah aplikasi bisnis 99% usahaku. Aplikasi tersebut merangkum paket komunikasi untuk kebutuhan dasar dalam ekosistem bisnis, Selain itu kami juga akan membekali para UMKM dengan mesin EDC yang mempermudah operasional bisnis dan transformasi menuju pencatatan digital. Dengan tercatat secara digital, maka akan memudahkan palaku bisnis mengajukan penjaman pada pihak perbankkan (bankable),” tambahnya.

Dalam upaya membantu UMKM go digital, Telkomsel tak jalan sendiri. Karena itu, perusahaan yang bersiri sejak 1995 ini menggandeng pemerintahan seperti Kementrian Perindustrian, Badan POM; Pihak Perbankkan; Perusahaan besar; hingga bisnis online store.

Dukungan yang diberikan Telkomsel pada pelaku usaha UMKM ini sejalan dengan program pemerintahan Presiden Joko Widodo yang berharap mampu meningkatkan jumlah UMKM dengan pertumbuhan 5% dari jumlah penduduk Indonesia di tahun 2019. Demi terwujudnya hal tersebut, pemerintah pun telah melakukan berbagai upaya seperti pencanangan gerakan 100 ribu UMKM Go Online di 30 Kota/Kabupatem hingga memangkas tarif PPh Final UMKM menjadi 0,5 persen.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.