ADB dan Gojek MoU Dampak Digitalisasi dan Pandemi Covid-19

0
76

Asian Development Bank (ADB) dan Gojek menandatangani kesepakatan kerja sama untuk mengadakan penelitian bersama mengenai dampak digitalisasi dan pandemi penyakit virus korona (COVID-19) terhadap operasi dan perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Kesepakatan ini ditandatangani oleh Yasuyuki Sawada, Ekonom Kepala ADB, dan Shinto Nugroho, Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Gojek (yang secara resmi dikenal sebagai PT Aplikasi Karya Anak Bangsa), dan meliputi kerja sama penelitian tentang manfaat digitalisasi bisnis bagi UMKM dengan menggunakan ekosistem digital Gojek yang ekstensif. Ini merupakan kerja sama penelitian formal yang pertama antara ADB dan Gojek, salah satu platform online terkemuka di Indonesia.

“Kami sungguh senang atas kemitraan pengetahuan yang dirintis bersama Gojek ini, yang akan membantu kita memahami bagaimana teknologi digital dan platform sebagai fasilitator dapat menunjang langkah pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan inklusif, meningkatkan ketahanan bisnis, dan mendorong kesejahteraan konsumen—semua dalam konteks pandemi COVID-19,” kata Yasuyuki Sawada. “Kami harap penelitian ini dapat bermuara pada kebijakan yang memperlebar peluang bagi platform online unik dan inovatif seperti Gojek untuk terus berkontribusi lebih lanjut bagi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.”

Kerja sama ADB dan Gojek adalah bagian dari program bantuan teknis guna mengkaji dampak digitalisasi terhadap daya tahan dunia usaha dan kesejahteraan konsumen selama pandemi COVID-19. Penelitian ini akan mencakup analisis empiris mengenai mahadata (big data) dari Gojek, yang bertujuan untuk memahami dampak COVID-19 terhadap usaha kecil, mengetahui pola-pola yang timbul, dan mengidentifikasi langkah-langkah kebijakan yang sesuai sasaran serta intervensi yang dapat diambil pemerintah untuk membantu upaya pemulihan dari pandemi dan program pertumbuhan sesudahnya.

“Kami sangat gembira memulai kemitraan bersama ADB dan memperkuat komitmen Gojek pada para mitra ekosistem kami, terutama usaha kecil dan mitra pengemudi selaku wirausahawan individu di masa pandemi ini,” jelas Shinto Nugroho. “Kami meyakini bahwa transformasi digital sebagai dampak dari teknologi dan ekosistem Gojek menjadi faktor penting yang berkontribusi bagi daya tahan para mitra selama pandemi, serta bagi upaya pemulihan ekonomi selanjutnya.”

Gojek adalah platform teknologi on-demand, multi-layanan terkemuka di Asia Tenggara, yang menyediakan akses ke beragam layanan termasuk transportasi, pembayaran, pengiriman makanan, dan logistik. Sampai dengan Oktober 2020, aplikasi Gojek dan ekosistemnya telah diunduh lebih dari 190 juta kali oleh pengguna di kawasan ini.

ADB berkomitmen mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, serta terus melanjutkan upayanya memberantas kemiskinan ekstrem. Didirikan pada 1966, ADB dimiliki oleh 68 anggota—49 di antaranya berada di kawasan Asia dan Pasifik.