Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Bisnis Retail & Properti Pasar Milenial, Potential Market yang Akan Terus Meningkat

Pasar Milenial, Potential Market yang Akan Terus Meningkat

0

 

Belum lama iniRumah123 merilis hasil survei yang mengatakan beberapa tahun mendatang,95% generasi milenial tidak memiliki tempat tinggal. Hanya 5% kaum milenial yang sanggup membeli rumah.Hal ini rak lepas dari kenaikan harga rumah jauh lebih besar dibanding kenaikan pendapatan pertahunnya. Rata-rata kenaikan properti di Indonesia pertahunnya mencapai 17%, sementara UMR hanya 10% per tahun.

Berdasarkan house price to annual income ratio atau rasio harga rumah berbanding pendapatan pertahun, harga rumah yang sebaiknya dibeli maksimal 3 kali dari penghasilan tahunan (12 kali gaji, bonus dan THR). Jika contoh rumah seharga Rp.600 juta, maka generasi milenial harus memiliki penghasilan per tahun Rp.200 juta atau perbulannya Rp.16 jutaan.

Hanya 4% lebih generasi milenial yang memiliki gaji perbulan sebesar itu. Dengan demikian generasi milenial dengan gaji kurang dari Rp.15 juta belum tentu punya rumah di Jakarta atau di kota-kota yang telah berkembang pesat propertinya.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia (World Bank), sekitar 30% penduduk di Jakarta diisi oleh kaum milenial atau sekitar 3 juta orang. Dalam rinciannya, sebanyak 34% kaum milenial memiliki penghasilan sebanyak Rp 4-7 juta per bulan dan 46% penghasilannya di bawah Rp 4 juta per bulan. Sisanya 6%, memiliki penghasilan di atas 12 juta per bulan dan 14% kaum milenial berpenghasilan Rp 7-12 juta per bulan.

Menurut riset Karir.com pendapatan rata-rata generasi milenial saat ini Rp 6.072.111 per bulan. Sedangkan untuk dapat mencicil rumah di Jakarta dengan harga termurah Rp 300 juta, dibutuhkan pendapatan minimal Rp 7,5 juta per bulan.

Dengan penghasilan minimal Rp 7,5 juta kemampuan generasi milenial mencicil rumah bisa dihitung maksimal 30% dari gaji yang diterimanya setiap bulan atau Rp.2,5 juta/bulan. Artinya generasi milenial hanya bisa membeli rumah yang harganya Rp.250 juta – Rp.300 jutaan. Rumah seharga ituberada di daerah pinggiran seperti Bogor, Depok, Bekasi, Balaraja hingga Maja.

Sebagai informasi upah minumum kabupaten (UMK) Kota Depok adalah Rp 3.584.700. Bila upah itu digabungkan antara pendapatan suami dan istri pun, masih belum cukup untuk memenuhi besaran cicilan yang mencapai Rp 10 juta/bulan selama 10 tahun. Begitu juga dengan kawasan Ciledug, Tangerang, karena UMK-nya adalah Rp 3.582.076,99.

Anton sitorus Director Head of Reasearch and Consultancy Savills Indonesia mengatakan generasi milenial sulit memiliki rumah tak lepas dari terus meningkatnya harga hunian tiap tahunnya yang mencapai 20%, sedangkan kenaikan pendapatan naik tidak sampai 20% dari tahun ke tahunnya.

“Penyebabnya adalah overbility antara perbandingan pendapatan dan harga properti yang jauh sehingga generasi milenial tidak bisa beli rumah. Jika melihat penghasilannya bisa dihitung berapa tahun mereka bisa belui rumahnya 15 atau 20 tahun?

Harga Terus Naik

Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untungmemprediksi peningkatan harga rumah dalam lima tahun mendatang sekitar 150 persen, sementara kenaikan pendapatan hanya 60 persen dalam periode yang sama.Dengan estimasi kenaikan minimal 20 persen per tahun, harga rumah yang saat ini dipatok Rp 300 juta akan menjadi Rp.750 juta.

“Pasalnya, saat harga rumah mencapai Rp.750 juta, cicilan yang harus dibayarkan adalah Rp.5,6 juta per bulan. padahal kemampuan mencicil mereka hanya 30 persen dari pendapatan yakni Rp.3,6 juta per bulan,” papar Untung.Jadi, berdasarkan fakta tersebut, tahun 2021 mendatang generasi milenial dikhawatirkan tidak bisa membeli rumah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan generasi milenial sulit membeli rumah. Hal ini karena kenaikan gaji yang lebih lambat dibandingkan kenaikan harga perumahan. Menurutnya, generasi milenium tidak bisa membeli atau mencicil rumah di dalam kota Karena pendapatannya dalam 1-2 tahun bekerja hanya naik 10 persen. Tidak sebanding dengan kenaikan harga tanah yang bisa mencapai 15-20 persen.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version