Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Ekonomi Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Mulai Diminati Investor Dunia

Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Mulai Diminati Investor Dunia

0
Kunjungan Menteri Koordiantor Bidang Perekonomian Darmin Nasution ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, NTB. (Humas KEK)

Berempat.com – Setidaknya saat ini sudah ada dua investasi asing (foreign direct investment) yang sudah berinvestasi dan mulai melakukan pembangunan kawasan hotel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Dua investasi asing tersebut diketahui berasal dari Korea dan Arab Saudi. Untuk yang pertama, menurut Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer, investor asal Korea, List International telah menanam modal dan bekerja sama dengan Hartono Jakarta untuk membangun Hotel Royal Tulip di KEK Mandalika.

Hotel Royal Tulip dibangun dengan kapasitas 198 kamar dan telah melakukan groundbreaking pada 26 Maret 2018. Kemudian disusul dengan pembangunan Paramount Lombok Resort & Residences pada Rabu (18/4). Proyek ini merupakan kerja sama antara EBD Paragon dengan PT Pembangunan Perumahan Tbk. Mayoritas kepemilikan ada di EBD.

Sementara itu, EBD Paragon merupakan perusahaan Arab yang juga memiliki Paramout Pictures di Amerika Serikat. Proyek ini dibangun di atas lahan seluas 7,65 hektare (ha) yang ditargetkan selesai pada Desember 2020 mendatang. Kawasan perhotelan yang akan dibangun memiliki total 400 kamar dan 100 residensial. Proyek ini dianggap sebagai proyek terbesar yang ada di KEK Mandalika untuk saat ini.

“Paramount Hotel & Resort ini juga menjadi hotel ketiga untuk kelas bintang lima yang akan dibangun di Mandalika,” ujar Abdulbar dalam keterangan resminya, Rabu (18/4).

Memang, sejak diresmikan operasionalnya oleh Presiden RI Joko Widodo kawasan KEK Mandalika mengalami pertumbuhan yang pesat. Sebelumnya, telah ada Hotel Pullman berkapasitas 270 kamar telah mulai dibangun pada Oktober 2017 lalu.

Selanjutnya akan menyusul dilakukan pembangunan Hotel X2 yang direncanakan berkapasitas 240 kamar, Hotel Grand Mercure berkapasitas 342 kamar, Aloft by Marriot berkapasitas 173 kamar dan sejumlah hotel lainnya.

Abdul mengatakan pembangunan hotel-hotel ini akan melengkapi pembangunan infratsruktur yang telah dilakukan. Misalnya saja selesainya 11 km jalan dalam kawasan, penataan pantai, masjid, dan penataan infrastruktur lainnya.

KEK Mandalika memang akan ditata sebagai kawasan pariwisata yang dapat mendatangkan banyak wisatawan. Rencananya, pemerintah akan menambah jalur akses jalan ke bandara jika nantinya kunjungan wisatawan ke kawasan ini cukup ramai.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version