Top Mortar tkdn
Home Ekonomi Peternak Unggas Dapat Angin Segar, Pemerintah Dorong Konsumsi Ayam dan Telur

Peternak Unggas Dapat Angin Segar, Pemerintah Dorong Konsumsi Ayam dan Telur

0
Peternak Unggas Dapat Angin Segar, Pemerintah Dorong Konsumsi Ayam dan Telur (Dok Foto/Bapanas)

Pemerintah berupaya menjaga keberlangsungan usaha Peternak Unggas di tengah tekanan harga yang masih terjadi pada komoditas telur dan ayam hidup. Penurunan harga di tingkat produsen dinilai perlu segera diatasi agar tidak berdampak pada kelangsungan usaha peternakan rakyat di berbagai daerah.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah tidak ingin harga produk peternakan terus berada di bawah level yang menguntungkan bagi produsen. Menurutnya, kondisi yang saat ini dihadapi Peternak Unggas membutuhkan perhatian khusus karena harga telur dan ayam sempat mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi, Amran menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk membantu menjaga stabilitas harga. Salah satu strategi yang dinilai efektif adalah meningkatkan penyerapan produk peternakan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan produk peternakan di dalam negeri. Dengan meningkatnya penyerapan, Peternak Unggas diharapkan memperoleh harga jual yang lebih layak dan sesuai dengan Harga Acuan Pembelian (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah.

Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Peternak Unggas

Amran mengungkapkan pemerintah tengah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar konsumsi telur dan ayam dalam program MBG dapat ditingkatkan. Jika sebelumnya hanya satu kali dalam sepekan, frekuensinya diharapkan bisa bertambah hingga tiga kali dalam seminggu.

Langkah tersebut diyakini dapat menjadi solusi jangka pendek untuk menyerap produksi dalam negeri sekaligus memperkuat posisi Peternak Unggas yang selama ini terdampak fluktuasi harga pasar.

Berdasarkan data Bapanas per 15 Juni 2026, harga ayam broiler di tingkat peternak mulai menunjukkan perbaikan. Rata-rata harga nasional tercatat mencapai Rp22.107 per kilogram, naik dibandingkan hari sebelumnya.

Meski demikian, perbedaan harga antarwilayah masih cukup lebar. Sumatera Selatan menjadi daerah dengan harga ayam hidup terendah, sedangkan Riau mencatat harga tertinggi yang bahkan telah melampaui HAP tingkat peternak.

Untuk komoditas telur ayam ras, harga rata-rata nasional berada di kisaran Rp24.019 per kilogram. Selain memperkuat penyerapan pasar, pemerintah juga membantu Peternak Unggas melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan.

Exit mobile version