Kenaikan Harga Pangan Jelang Idul Adha Mulai Terasa, Cabai Rawit Tembus Rp82 Ribu

0
8
Kenaikan Harga Pangan Jelang Idul Adha Mulai Terasa, Cabai Rawit Tembus Rp82 Ribu
Kenaikan Harga Pangan Jelang Idul Adha Mulai Terasa, Cabai Rawit Tembus Rp82 Ribu (Foto Ilustrasi)
Pojok Bisnis

Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, isu Kenaikan harga pangan kembali menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah komoditas pokok di pasar tradisional tercatat mengalami lonjakan harga dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut dirasakan langsung para pedagang maupun konsumen yang mulai meningkatkan aktivitas belanja menjelang hari besar keagamaan.

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah mulai terlihat sejak dua minggu sebelum Idul Adha. Beberapa bahan pangan seperti cabai rawit merah, bawang, hingga daging sapi mengalami pergerakan harga yang cukup signifikan di berbagai wilayah.

Sekretaris Jenderal IKAPPI Reynaldi Sarijowan menjelaskan, cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas dengan lonjakan paling tinggi. Di sejumlah pasar tradisional, harga cabai rawit merah bahkan sempat menembus angka Rp82 ribu per kilogram.

Selain cabai, harga cabai merah besar juga bergerak naik di kisaran Rp61 ribu per kilogram, sementara cabai merah keriting berada di angka Rp57 ribu per kilogram. Kondisi ini membuat Kenaikan harga pangan semakin dirasakan masyarakat, terutama pelaku usaha kuliner dan rumah tangga.

PT Mitra Mortar indonesia

Tak hanya komoditas hortikultura, harga bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan. Bawang merah tercatat berada di kisaran Rp56 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp43 ribu per kilogram.

Harga Cabai dan Daging Jadi Sorotan Pasar

Di sektor protein hewani, harga daging sapi sempat menyentuh Rp150 ribu per kilogram. Sementara ayam ras dijual sekitar Rp45 ribu per kilogram dan telur ayam masih bertahan di level Rp28 ribu per kilogram.

Fenomena Kenaikan harga pangan juga terjadi pada minyak goreng curah maupun Minyakita. Di wilayah Jabodetabek, harga Minyakita disebut berada di kisaran Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter. Sedangkan minyak goreng curah tercatat menembus Rp21.200 per liter.

Meski demikian, beberapa komoditas seperti beras masih relatif stabil dibandingkan bahan pangan lainnya. Stabilitas harga beras sedikit membantu menahan tekanan pengeluaran rumah tangga di tengah kenaikan kebutuhan menjelang Idul Adha.

Sementara itu, data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia juga menunjukkan tren serupa. Berdasarkan pemantauan terbaru, harga cabai rawit merah secara nasional masih berada di level tinggi, yakni sekitar Rp72.500 per kilogram.

Harga telur ayam ras di tingkat pedagang eceran nasional juga masih cukup tinggi di angka Rp30.300 per kilogram. Adapun bawang merah tercatat dijual Rp47.350 per kilogram dan bawang putih berada di kisaran Rp37.900 per kilogram.

Pemerintah Pantau Stabilitas Pasokan Pangan

Kondisi tersebut membuat Kenaikan harga pangan menjadi salah satu isu utama yang terus dipantau pemerintah. Fluktuasi harga bahan pokok dinilai dapat memengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat, terutama ketika kebutuhan konsumsi meningkat menjelang hari raya.

Pengamat pasar menilai tingginya harga cabai rawit merah dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari cuaca yang kurang mendukung, gangguan distribusi, hingga terbatasnya pasokan dari sentra produksi. Komoditas hortikultura memang dikenal memiliki pergerakan harga yang cepat berubah tergantung kondisi lapangan.

Di sisi lain, pemerintah bersama Bank Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap distribusi pangan nasional agar pasokan tetap terjaga. Langkah stabilisasi diharapkan mampu menekan lonjakan harga yang lebih tinggi menjelang puncak kebutuhan Idul Adha.

Pedagang pasar berharap kondisi harga segera kembali normal agar aktivitas jual beli tidak terganggu. Sebab, ketika harga terlalu tinggi, daya beli masyarakat biasanya ikut melemah dan berdampak pada omzet penjualan di pasar tradisional.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan