Stabilitas Harga Pasca Lebaran Diklaim Terkendali, Pasokan Pangan Aman

0
107
Stabilitas Harga Pasca Lebaran Diklaim Terkendali, Pasokan Pangan Aman
Stabilitas Harga Pasca Lebaran Diklaim Terkendali, Pasokan Pangan Aman (Dok Foto: Bapanas)
Pojok Bisnis

Kondisi Stabilitas Harga Pasca Lebaran mulai terlihat di sejumlah daerah, termasuk di pasar tradisional. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional bersama Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan melakukan pemantauan langsung untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Pemantauan dilakukan di Pasar Cekkeng, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, pada Senin, 23 Maret 2026. Hasilnya menunjukkan bahwa Stabilitas Harga Pasca Lebaran relatif terjaga, dengan sebagian besar komoditas pangan berada di bawah atau sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Penjualan (HAP).

Sejumlah komoditas utama tercatat dalam kondisi stabil. Beras program SPHP dijual di kisaran Rp12.000 per kilogram, lebih rendah dari HET yang ditetapkan Rp12.500. Sementara itu, beras premium berada di angka Rp14.400 per kilogram dan beras medium Rp12.200 per kilogram, keduanya juga masih di bawah batas harga yang ditentukan pemerintah.

Untuk komoditas hortikultura, harga bawang merah dan bawang putih masing-masing berada di kisaran Rp35.000 per kilogram, masih sesuai dengan HAP. Komoditas lain seperti telur ayam dan gula konsumsi juga berada dalam batas harga acuan. Sementara minyak goreng Minyakita dijual sekitar Rp15.700 per liter, sesuai dengan ketentuan HET.

PT Mitra Mortar indonesia

Pengawasan Diperketat untuk Jaga Harga

Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional, Brigjen Pol Hermawan, menegaskan bahwa Stabilitas Harga Pasca Lebaran secara umum masih terkendali. Meski demikian, terdapat beberapa komoditas seperti cabai yang masih menunjukkan harga relatif tinggi.

Pihaknya memastikan akan melakukan penelusuran menyeluruh terhadap rantai pasok, mulai dari tingkat produksi hingga distribusi di pasar. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi gangguan, termasuk kemungkinan adanya praktik tidak wajar di tingkat pedagang.

Hermawan menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil jika ditemukan pelanggaran, baik berupa pencabutan izin usaha maupun pembatasan aktivitas perdagangan bagi pelaku yang tidak mematuhi aturan harga.

Intervensi Pemerintah Terus Digencarkan

Untuk menjaga Stabilitas Harga Pasca Lebaran, pemerintah juga mengoptimalkan berbagai program intervensi. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang hingga awal Maret 2026 telah dilaksanakan sebanyak 789 kali di 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota.

Selain itu, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus didorong untuk memastikan distribusi beras berjalan lancar. Di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, realisasi penyaluran SPHP telah mencapai sekitar 2,22 ribu ton atau 5,71 persen dari target yang ditetapkan.

Pemerintah juga memperkuat daya beli masyarakat melalui penyaluran bantuan pangan. Hingga 25 Maret 2026, bantuan beras yang telah disalurkan secara nasional mencapai 7,5 ribu ton. Sementara itu, distribusi minyak goreng telah mencapai 1,5 juta liter yang diberikan kepada sekitar 378 ribu penerima manfaat.

Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari strategi terintegrasi untuk menjaga Stabilitas Harga Pasca Lebaran, baik melalui penguatan pasokan, pengawasan distribusi, hingga intervensi langsung kepada masyarakat. Pemerintah berharap kondisi harga tetap terkendali sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar setelah momentum Hari Besar Keagamaan Nasional.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan