CLT Residence Karawang Tawarkan Rumah Tahan Gempa

0
989

Dahsyatnya gempa yang terjadi di Aceh, Yogyakarta, Lombok, Palu dan Donggala semakin menyadarkan khalayak jika Indonesia adalah negara yang rawan gempa.

Seperti diketahui Indonesia berada dalam kawasan cincin api pasifik serta berada di kawasan pertemuan tiga lempeng yang bergerak dari Australia, Eropa, dan Pasifik. Banyaknya korban akibat gempa, serta hancurnya sejumlah bangunan properti sudah seharusnya, para pengembang memikirkan rumah tahan gempa yang sesuai.

Faktanya The United States Geological Survey (USGS) mencatat kurun waktu antara 1973 sampai 2013 telah terjadi gempa di berbagai wilayah di Indonesia dengan skala yang beragam.  Hampir di seluruh pulau Sumatera, Jawa, madura, Bali, NTB, NTT, Sulawesi sampai Papua telah terjadi gempa bumi dan berpotensi bisa terjadi kembali.

Alasan ini pula yang membuat diperlukannya rumah yang tahan terhadap gempa. CLT (Cross Laminated Timber) yang ditemukan dan dikembangkan di Jerman dan Austria sejak 1990 menjadi solusi atas permasalahan ini. CLT adalah panel yang terdiri beberapa lapisan kayu potongan yang ditumpuk melintang 90° dan direkatkan dengan dimensi ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Keunggulan dari CLT menjadikan proses membangun menjadi lebih cepat karena panel dinding bangunan dibuat di pabrik dan sangat tahan terhadap gempa karena konstruksi bangunan yang solid, terikat satu sama lain dengan bracket baja, kemudian panel CLT yang tidak akan mungkin hancur berkeping-keping seperti bata/komponen konkrit lain.

CLT Properti standard dan premium menggunakan lapisan tambahan MDF, Rockwool, Kasa Baja, Vinil, GRC, dan tambahan cladding finishing sehingga Properti yang dibangun menjadi lebih tahan api, tahan termit, tahan air, dan tentunya lebih nyaman ditempati. Hasil uji coba di Jepang hingga 12 SR sehingga sangat direkomendasikan untuk rumah tahan gempa. Sementara itu, hasil uji Laboratorium Universitas Mataram menyebut CLT 3 layer mampu menahan tekanan hingga 4,1 Ton (41,15 kN).

PT. Global Timber Properti adalah pengembang yang mengaplikasikan penggunaan CLT. Direktur Utama PT.Global Timber Properti Geyra Andet Priatama mengatakan perusahaannya juga siap menjadi partner developer perumahan se-Indonesia yang ingin membangun rumah tahan gempa. Sebagai percontohan, saat ini PT.Global Timber Properti sedang membuat Proyek Cluster CLT percontohan di Karawang, Jawa Barat yakni CLT Residence Karawang.

“Kita ingin menunjukkan contoh rumah CLT dalam satu kawasan cluster sehingga Developer bisa datang ke Karawang jika mau lihat contoh Perumahan yang sudah terbangun,” ujarnya

Cluster CLT Residence Karawang menawarkan rumah dengan desain modern dan lokasi yang strategis di tengah kota Karawang. Geyra mengatakan, CLT Residence Karawang akan dibangun di atas lahan seluas 5 Ha dengan pembangunan tahap pertama 1 ha.

“Tahap 1 kita akan bangun dengan 59 unit terdiri atas CLT Residence Karawang yang sudah 50% terbooking. Contoh rumah tahan gempa ini mulai dibangun akhir bulan Maret 2020 ini,” paparnya.

Adapun kisaran harga untuk rumah tipe 24/60 mulai dari Rp 330 juta, tipe 36/72 Rp 448 juta, tipe 72/72 Rp 754 juta, tipe 45/150 Rp 849 juta. Ada juga rumah kos Rp 1 miliar, ruko 1,65 miliar dan working space Rp. 1,9 miliar.

“Kami juga menawarkan harga Rumah CLT dengan tiga pilihan spesifikasi material, seperti untuk tipe 24 mulai dari varian ekonomis Rp.40 juta, standar Rp.86 juta dan premium Rp. 134 jutaan. Ini harga diluar tanah ya,” tutupnya.

Disamping CLT Residence Karawang yang sudah mulai dipasarkan, PT. Global Timber Properti juga melayani CLT Retail (Rumah yang dipesan individu untuk dipasang di tanah masing-masing), CLT Mall Cikarang (Coming soon, sebagai contoh High Rise Building yang menggunakan CLT).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.