Bidik Generasi Millenials dengan Digital Promotion

0
132
Dok pribadi

Lebih dari 30 persen penduduk Indonesia di bentang usia 25-35 tahun kian memantapkan Dicky Reyhan Wibisono menggeluti dunia properti yang telah diselaminya sejak 2016 lalu. Pria kelahiran Surabaya, 6 Desember 1998 ini setidaknya paham benar seperti apa strategi jitu yang harus dijalankan guna membidik target pasar generasi millennials. Generasi kedua, penerus dari pendiri Citinine Property Indonesia, Oei Soesanto Wibisono ini mengebrak pasar properti lewat pemasaran digital alias marketing online.

Direktur Pengembangan dan Teknik Citinine Property Indonesia mengatakan tengah menangani  ada empat projek di antaranya Kompleks Perumahan Garden Hills di Menganti, Gresik, Jawa Timur seluas 10 hektar (ha) yang merangkum 450 unit Rumah dengan 80% terjual dari 200 rumah di pembangunan tahap pertama. Selain itu ada juga projek Komplek Ruko Harbour 9 Business District di Perak Surabaya seluas 1,5 ha yang terdiri dari 114 unit ruko dengan 40 persen sold out. Berikutnya ada projek pergudangan berkonsep smart warehouse seluas 1 ha di Jabaran Sidoarjo yang terdiri dari 11 unit gudang,

“Yang terbaru Komplek Rumah Kos Mountville yang baru saja di launching 25 Febuari 2020 kemarin di seberang Pabrik HM Sampoerna dan hanya 5 menit dari exit Tol Pandaan. Jumlahnya hanya 54 unit Rumah Kos, yang terdiri dari 4 unit Kozko dimana lantai satu bisa dipakai usaha dan lantai 2 dan 3 bisa difungsikan sebagai Kos-kosan yang berisi 8 kamar, dan sisanya 50 unit Rukos terdiri dari 5 dan 7 kamar,” jelasnya

Pria yang akrab disapa Dicky ini mengatakan jika pasar komersial seperti ruko saat ini tak sebaik tahun-tahun sebelumnya, mengingat harga jual dengan nilai sewa yang tidak seimbang. Lain halnya dengan pasar residensial yang bisa dibilang cukup baik, mengingat kebutuhan akan rumah tinggal tidak akan bisa berhenti.

“Karena itu kami melakukan terobosan untuk pasar komersial dengan menghadirkan Rumah Kos. Kita rancang investor dapat membeli properti Rumah Kos hanya dengan modal Rp.6 jutaan/bulan selama 2 tahun. Setelah itu, tidak perlu membayar cicilan KPRnya lagi, karena dibayarkan dari hasil kos-kosan, dan bahkan berpotensi mendapatkan passive income seumur hidup,” paparnya.

Pria yang masih menempuh studi S1 Manjemen Bisnis Universitas Ciputra dan S1 Ilmu Hukum Universitas 17 Agustus ini meyakini guna menghadapi bisnis properti yang belum kembali bergairah, diperlukan stratagi khusus, salah satunya menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan produk yang bisa dijadikan instrumen investasi yang aman, menguntungkan dan pastinya keuntungannya di atas nilai bunga deposito.

Citinine Properti Indonesia sendiri didirikan Oei Soesanto Wibisono pada 11 November 2011. Tak kurang  dari 35 projek tersebar di Jawa Timur, termasuk empat projek baru yang sedang dalam tahap penjualan dan realisasi. “Ada lima lini bisnis Citinine mulai dari komplek ruko, residensial/perumahan, pergudangan, perkantoran/office building dan yang terakhir adalah superblock,” tutup anak dari pasangan Oei Soesanto Wibisono dan Indah Astuti Poernomo ini.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.